×
Senin, 26 Oktober 2020
loading content

Waduh! Indonesia Masuk 10 Negara Pengutang Terbesar

Rabu, 14 Oktober 2020, 11:32 WIB
Penulis: Yenglis Dongche
Editor: Jimmy Radjah

Waduh! Indonesia Masuk 10 Negara Pengutang Terbesar

Ilustrasi Utang (Foto: RCTI)

Infoanggaran.com, Jakarta – Indonesia masuk ke dalam list 10 negara pengutang terbesar menurut data International Debt Statistics (IDS) 2021 atau Statistik Utang Internasional yang diliris oleh World Bank (Bank Dunia), Selasa (13/10/2020).

Posisi utang luar negeri yang dicatat Bank Dunia dalam IDS 2021 adalah sampai 2019.

Dalam laporan Bank Dunia tersebut, Indonesia menempati posisi ke-7 dari daftar 10 negara berpendapatan kecil-menengah dengan utang luar negeri terbesar di dunia.

Bank Dunia menyebut China berada di urutan pertama dengan utang luar negeri sebesar USD2,1 triliun. Disusul Brasil USD569,39 miliar, India sebesar USD560,03 miliar, Rusia USD490,72 miliar, Meksiko USD469,72 miliar, Turki USD440,78 miliar, dan Indonesia USD402,08 miliar.

Selanjutnya, Argentina USD279,30 miliar, Afrika Selatan USD188,10 miliar, dan negara urutan ke-10 adalah Thailand sebesar USD180,23 miliar.

 

Tumbuh Bertahap

Khusus untuk Indonesia, utang luar negeri mengalami pertumbuhan secara bertahap sejak 2009.

Apabila dibandingkan 2018, besaran utang luar negeri pada 2019 tumbuh 6 persen. Bahkan, jika merujuk data 2009 atau ketika utang luar negeri di level USD179,4 miliar, terjadi kenaikan hingga 124 persen.

Rinciannya, pada 2009 sebesar USD179,4 miliar, kemudian 2015 sebanyak USD307,74 miliar, pada 2016 USD318,94 miliar, 2017 USD353,56 miliar, pada 2018 sebesar USD379,58 miliar, dan pada 2019 naik menjadi USD402,08 miliar.

Untuk saat ini, besarannya mencapai USD402,08 miliar atau sekitar Rp5.900 triliun dengan nilai tukar Rp14.732 per dolar AS.

Mayoritas utang tersebut bersifat jangka panjang. Misalnya, utang luar negeri jangka panjang Indonesia pada 2019 sebesar USD354,54 miliar, sedangkan jangka pendek senilai USD44,79 miliar.

Selain itu, Bank Dunia mencatat, pada 2019 rasio utang luar negeri Indonesia terhadap ekspor mencapai 194 persen.

Sedangkan, rasio utang terhadap gross national income (GNI) atau pendapatan nasional bruto sebesar 37 persen. Angka ini tumbuh sedikit dibandingkan satu dekade sebelumnya, yakni 34 persen.

Rasio utang luar negeri Indonesia terhadap pendapatan nasional bruto dari tahun ke tahun memang berada di kisaran level tersebut.

 

Investasi Asing

Walau jumlah utang terus menanjak, foreign direct investment atau arus investasi di Indonesia justru meningkat 24 persen menjadi USD25 miliar.

Mayoritas investor menanamkan dananya di Indonesia pada sektor manufaktur, pertambangan, dan layanan keuangan.

Hal itu berbanding terbalik dengan kondisi arus investasi di kawasan Asia Timur dan Pasifik yang mengalami penurunan sebanyak 24 persen menjadi USD186 miliar pada 2019.

Penurunan paling parah terjadi di China yang mencapai 29 persen menjadi USD131 miliar.

"Penurunan sebagian didorong oleh ketegangan perdagangan," tulis Bank Dunia dalam laporannya.

Selain China, negara lainnya seperti Thailand dan Vietnam bernasib sama dengan China, jumlah investasi langsung pada 2019 tercatat turun. Rinciannya, investasi langsung di Thailand anjlok 50 persen menjadi USD6,8 miliar dan Vietnam turun 14 persen menjadi USD12 miliar.

Tagar. #utang #utang luar negeri #bank dunia #investasi asing

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Jumat, 23 Oktober 2020, 15:31 WIB

Realisasi Capai 84 Persen, Komisi VIII Yakin Belanja Kemensos Tepat Sasaran

Realisasi anggaran Kemensos mencapai sebesar Rp112,6 triliun atau 84 persen dari total pagu Rp134 triliun.

selengkapnya
Realisasi Capai 84 Persen, Komisi VIII Yakin Belanja Kemensos Tepat Sasaran
Bamsoet Minta Menkeu Jelaskan Pemanfaatan ULN

Jumat, 23 Oktober 2020, 12:22 WIB

Bamsoet Minta Menkeu Jelaskan Pemanfaatan ULN