×
×
Selasa, 18 Januari 2022
OBS 2019
loading content

Upaya Novel Baswedan dkk Berantas Korupsi Tak Bakal Efektif

Kamis, 16 Desember 2021, 13:00 WIB
Penulis: Romauli Lubis
Editor: Jimmy Radjah

Upaya Novel Baswedan dkk Berantas Korupsi Tak Bakal Efektif

Sebanyak 44 mantan pegawai KPK usai dilantik menjadi ASN Polri. (Foto:kompas.com)

Infoanggaran.com, Jakarta – Direktur Riset SETARA Institute Halili Hasan menilai upaya eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dan 43 bekas karyawan KPK lainnya sebagai ASN Polri dalam pemberantasan korupsi tidak bakal efektif. Sebab, Novel Baswedan dkk akan ditempatkan di Divisi Pencegahan Korps Pemberantas Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor). Sementara Divisi penindakan dan penyelidikan hanya diisi anggota Polri. 

Menurut Halili, bidang pencegahan adalah salah satu titik lemah dalam pemberantasan korupsi pada sisi tugas dan fungsi. Bidang pencegahan itu kalah strategis dibanding penindakan.

"Dalam penilaian saya, kehadiran para eks pegawai KPK itu tidak akan cukup efektif memberantas korupsi pada aspek pencegahan," kata Halili dikutip dari Medcom.id, Kamis (16/12/2021).

Halili menilai, kendala terbesar dalam upaya Novel Baswedan dkk memberantas korupsi adalah faktor psikologis.

“Menurut saya mereka tetap saja akan dilihat sebagai orang luar yang bisa saja melahirkan kekecewaan juga di kalangan internal pegawai Polri," ujar Halili.

Halili menyebut kekecewaan itu karena terancam tidak ada meritokrasi akibat kehadiran eks pegawai KPK. Selain itu, kinerja Novel Baswedan dkk juga akan mengalami birokratisasi.

Selain itu, secara kelembagaan Polri jelas tidak akan memberikan ruang untuk kemandirian dalam melaksanakan agenda pemberantasan korupsi, berbeda di KPK. 

Oleh sebab itu, Halili berharap tugas Novel Baswedan dkk di Kortas Tipikor nantinya tidak hanya fokus pada pencegahan, namun juga penindakan. Ke depan, Kortas Tipikor juga harus bisa menindak anggota Polri yang diduga terlibat rasuah.

"Sebab, di internal kepolisian praktik-praktik koruptif itu masih banyak dan itu berkontribusi menggerogoti kepercayaan publik pada polisi secara perorangan atau kelembagaan," ucap Halili.

Halili mengatakan, penindakan anggota Polri itu bisa saja dilakukan penegak hukum eksternal seperti KPK. Namun Kortas Tipikor perlu berkoordinasi dengan KPK dalam memberantas korupsi di institusi Polri.

"Agar tidak tumpang tindih dan agar tidak ada gesekan kelembagaan dengan KPK," ujar Halili.

 

Tagar. #KPK #Novel Baswedan #44 Eks Pegawai KPK Direkrut Polri #Kortas Tipikor #Korupsi #pemberantasan korupsi

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Senin, 17 Januari 2022, 17:00 WIB

ESDM Kantongi PNBP Panas Bumi Rp1,92 Triliun

Capaian tersebut sebesar 134 persen dari target Rp1,43 triliun.

selengkapnya
ESDM Kantongi PNBP Panas Bumi Rp1,92 Triliun
Anggaran PEN 2022 Turun 39 Persen

Senin, 17 Januari 2022, 15:00 WIB

Anggaran PEN 2022 Turun 39 Persen