×
×
Kamis, 09 Desember 2021
OBS 2019
loading content

Ubah Mekanisme, Dana BOS 2021 Akan Berbeda Tiap Daerah

Kamis, 25 Februari 2021, 21:02 WIB
Penulis: Redaksi
Editor: Jimmy Radjah

Ubah Mekanisme, Dana BOS 2021 Akan Berbeda Tiap Daerah

Ilustrasi Dana BOS (Foto: Istimewa)

Infoanggaran.com, Jakarta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan pihaknya akan mengubah mekanisme besaran santunan kepada siswa penerima Dana BOS sehingga besarannya akan berbeda setiap daerah.

“Perubahan besaran jumlah santunan Dana BOS yang dibagikan akan bervariasi alias tidak seragam setiap daerah. Angkanya akan didasarkan pada letak atau keberadaan suatu daerah,” jelas Nadiem dalam konferensi pers virtual, Kamis (25/2/2021).

Nantinya, siswa terutama yang berada di daerah terluar, tertinggal, atau di wilayah Timur bisa mendapat santunan lebih besar hingga angka Rp1,9 juta. Jumlah itu meningkat dari besaran santunan yang diterima siswa pada 2020 sebesar Rp900 ribu.

"Agar teman-teman kita di Papua, Maluku, NTT supaya mereka bisa meningkatkan kualitas belajar mereka. Inilah yang kita maksudkan menjunjung tinggi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," jelas dia.

Selain jumlahnya akan bervariasi, kebijakan lain penggunaan Dana BOS masih tetap fleksibel atau tetap mengikuti pedoman penggunaan petunjuk teknis Dana BOS di masa pandemi. Hal ini untuk mempermudah berbagai macam kebutuhan yang dibutuhkan masing-masing sekolah.

“Selain itu, karena pandemi Covid-19, pelaporan Dana BOS ini dilakukan secara daring. Jadi kita ada transformasi metode pelaporan,” imbuh dia.

Menurut Nadiem, pelaporan penggunaan Dana BOS menjadi kewajiban bagi setiap sekolah untuk mendapat penyaluran Dana BOS tahap berikutnya. Meski begitu, bagi sekolah yang belum memiliki akses dan terkendala koneksi internet maka Dinas Pendidikan setempat yang akan memfasilitasi sekolah yang bersangkutan untuk melakukan pelaporan.

Untuk diketahui, alokasi anggaran dana bantuan operasional sekolah (BOS) 2021 sebesar Rp52,5 triliun untuk kepada 216.662 sekolah. Jumlah tersebut turun dibandingkan dengan anggaran Dana BOS pada 2020 sebesar Rp54,32 triliun dan dibagikan kepada total 45,4 juta jiwa.

 

Alokasi Anggaran

Nadiem merinci, alokasi anggaran sebesar Rp52,5  triliun terdiri atas jenjang SD Rp23,8 triliun untuk 147.610 sekolah. Sedangkan tingkat SMP sebesar Rp11,6 triliun dengan target 39.461 sekolah.

Sementara jenjang SMA mendapat Rp7,6 triliun untuk 13.374 sekolah, SMK sebesar Rp8,6 triliun dengan target 14 ribu satuan pendidikan, dan SLB adalah Rp645 miliar untuk 2.217 sekolah.

Selain itu, pihaknya juga mengalokasikan Rp17,7 triliun untuk dana alokasi khusus (DAK) fisik sekolah kepada 31.695 sekolah. Fokusnya adalah ketuntasan sarana dan prasarana pendidikan untuk kebutuhan sekolah.

“Jadi, kepala sekolah akan fokus pada proses pembelajaran dan tidak terbebani urusan administrasi pengadaan barang dan jasa karena dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan setempat dengan penyedia,” paparnya.

Selain itu pemerintah juga akan melibatkan fungsi monitoring dan evaluasi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di masing-masing pemerintah daerah untuk melalukan asesmen kerusakan sekolah dan memastikan anggaran tepat sasaran serta efisiensi yang baik.

Sebagai informasi, Nadiem mengklaim pihaknya telah berhasil mengurangi keterlambatan pengiriman Dana BOS 2020 sebesar 32 persen atau dalam ukuran waktu sekitar tiga minggu lebih cepat dibandingkan pada periode sebelumnya.

"Dampak ekonomi sekolah sangat besar di mana sekolah punya anggaran tepat waktu, tentunya untuk kualitas pembelajaran," tutur Nadiem.

Tagar. #kemendikbud #pendidikan #anggaran pendidikan #nadiem makarim #dana bos

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Kamis, 09 Desember 2021, 19:55 WIB

Draf RUU TPKS Juga Mengatur Kekerasan Seksual Berbasis Digital

Kekerasan seksual berbasis digital kian sering terjadi akhir-akhir ini.

selengkapnya
Draf RUU TPKS Juga Mengatur Kekerasan Seksual Berbasis Digital