×
×
Minggu, 25 Juli 2021
OBS 2019
loading content

Tersebar di Banyak Kementerian, Anggaran Food Estate Jangan Sampai Tumpang Tindih

Jumat, 25 Juni 2021, 11:17 WIB
Penulis: Maryono
Editor: Jimmy Radjah

Tersebar di Banyak Kementerian, Anggaran Food Estate Jangan Sampai Tumpang Tindih

Lokasi food estate di Kalimantan Tengah. (tempo.co)

Infoanggaran.com, Jakarta - Anggota Badan Anggaran DPR RI Hermanto mengingatkan agar anggaran program food estate yang tersebar di banyak kementerian tidak tumpang tindih. Sebab, anggaran yang dikelola oleh banyak kementerian berpotensi memunculkan anggaran ganda.

Anggaran food estate atau program lumbung pangan nasional yang digaungkan pemerintah ini setidaknya tersebar di lima oementerian. Mulai dari Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, hingga Kementerian Pertahanan.

"Guna menghindari anggaran ganda, program food estate yang digarap oleh masing-masing kementerian tersebut harus ada segmentasi bidang garap dan lahan yang tegas dan jelas," ujar Hermanto melalui keterangan tertulis, Jumat (25/6/2021).

Menurut dia, pemerintah harus lebih cermat dan hati-hati dalam mengalokasikan anggaran program food estate guna menghindari terjadinya inefisiensi anggaran.

“Intinya batas kerja masing-masing kementerian harus jelas,” tegas dia.

Selain itu, pemerintah juga perlu menetapkan titik tolak dan ukuran kinerja sebagai tolok ukur bagi setiap kementerian yang menggarap program food estate. Ini untuk menghindarii saling klaim antarkementerian terkait dalam menjalankan program food estate.

Selain itu, Hermanto meminta kementerian terkait memperkuat koordinasi dalam menggarap program food estate.

“Koordinasi yang berkelanjutan sangat penting guna memastikan program food estate dapat mencapai target yang diharapkan yaitu ketersedian pangan dalam negeri dan membangun kedaulatan pangan,” imbuh Hermanto.

Saat ini pemerintah terus membangun kawasan food estate di sejumlah wilayah, seperti di Kalimantan Tengah dan Nusa Tenggara Barat. Program ini disebut-sebut dapat meningkatkan ketahanan pangan Indonesia.

Program strategis nasional ini merupakan konsep pengembangan sentra produksi kawasan pangan yang berbasis korporasi dengan badan usaha tingkat petani yang mengelola usaha pangan secara berkelanjutan dan terintegrasi.

Selain itu, food estate juga menggunakan mekanisasi pertanian mulai dari tanam sampai panen untuk menghindari penyusutan hasil panen yang selama ini masih mencapai 11 sampai 13 persen.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa hasil pertanian dari food estate yang ada di daerah bisa memasok hasil pertanian untuk seluruh wilayah Indonesia.

"food estate adalah jawaban untuk menyediakan pangan bagi 273 juta jiwa penduduk Indonesia. Stabilitas negara dipengaruhi oleh stabilitas pangan suatu daerah," kata Mentan.

Tagar. #dpr #food estate #program lumbung pangan

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Jumat, 23 Juli 2021, 18:45 WIB

Penuhi Hak Dasar Masyarakat Sebelum Terapkan Pemidanaan

Esensi pembatasan sosial adalah pencegahan penularan sesama manusia, sehingga penghukuman bukanlah solusi.

selengkapnya
Penuhi Hak Dasar Masyarakat Sebelum Terapkan Pemidanaan
Penerimaan Cukai Rokok Naik 21 Persen

Jumat, 23 Juli 2021, 18:01 WIB

Penerimaan Cukai Rokok Naik 21 Persen