×
×
Selasa, 18 Januari 2022
OBS 2019
loading content

Tahun 2021, Jumlah Desa Mandiri Bertambah 1.528 Desa

Rabu, 12 Januari 2022, 16:01 WIB
Penulis: Romauli Lubis
Editor: Jimmy Radjah

Tahun 2021, Jumlah Desa Mandiri Bertambah 1.528 Desa

Ilustrasi Desa Mandiri. (Foto:ayobandung.com)

Infoanggaran.com, Jakarta – Sepanjang 2021, jumlah Desa Mandiri bertambah 1.528 desa. Perhitungan ini dilihat dari selisih jumlah Desa Mandiri pada 2021 dengan tahun sebelumnya. Pada 2021, jumlah Desa Mandiri mancapai 3.269 desa atau sebesar 4 persen dari 74.961 desa seluruh Indonesia. Sedangkan pada 2020 lalu, jumlah desa mandiri sebanyak 1.741 desa atau 2,49 persen. 

Saat hadir dalam peringatan sewindu Undang-Undang Desa, Rabu (12/1/2022), Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar  mengaku bersyukur dan bangga dengan pencapaian ini. 

Menurutnya, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 memberikan dampak luar biasa bagi percepatan pembangunan desa. Salah satu indikatornya adalah kian meningkatnya jumlah desa mandiri dan kian berkurangnya jumlah desa tertinggal serta sangat tertinggal.

Gus Halim menjelaskan, Indeks Desa Mandiri (IDM) merupakan perangkat untuk mengukur percepatan pembangunan desa. Untuk menuju desa maju maupun mandiri, perlu ketepatan intervensi dalam kebijakan dalam kerangka pembangunan berkelanjutan.

“Ketepatan ukuran ini penting, karena IDM terdiri dari Indeks Ketahanan Sosial (IKS), Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE), serta Indeks Ketahanan Lingkungan (IKL). Hasil dari laporan tersebut kemudian dijadikan dasar regulasi untuk mewujudkan 51,2 persen desa mandiri di tahun 2024,” tegasnya.

Desa Mandiri yang disebut Gus Halim adalah desa yang mempunyai ketersediaan dan akses terhadap pelayanan dasar, punya infrastruktur memadai, serta punya pelayanan umum dan pemerintahan yang sangat baik.

Desa Mandiri adalah desa yang memiliki Indeks Pembangunan Desa (IPD) lebih dari 75 dalam skala 1 sampai 100. 

Data terakhir dari survei Kemendes PDTT 2021, dari 74.961 desa, hanya 3.269 desa yang berstatus sebagai Desa Mandiri. Gus Halim berharap semakin banyak lagi desa yang bisa mandiri.  “Perlu lebih banyak lagi desa-desa yang bisa mandiri, salah satunya adalah lewat program smart village. Benar bahwa smart village mengandalkan internet of things (IoT), dan dengan begitu perubahan terbesarnya ada pada proses digitalisasi, tetapi semua itu harus selaras dengan tradisi dan budaya desa, agar proses pembangunan desa ini adil dan bersesuaian dengan dinamika masyarakat desa,” katanya.

 

Pemutakhiran IDM

Dari hasil pemutakhiran IDM, dibandingkan tahun 2020, jumlah Desa Mandiri mengalami peningkatan sebanyak 1.528 Desa. Sementara itu, Desa Maju sebanyak 3.409 Desa. Sedangkan jumlah Desa Berkembang menurun sebanyak 1.946 desa dan Desa Tertinggal turun menjadi 3.299 desa.  

Penurunan jumlah Desa Tertinggal dan Berkembang ini disebabkan karena mengalami peningkatan status menjadi Desa Maju dan Desa Mandiri. Hasil pemutakhiran IDM pada 2021 ini juga didapati empat desa yang tidak memenuhi kriteria pembentukan Desa. Kriteria tersebut meliputi unsur pemerintahan, wilayah dan penduduk.

Keempat desa tersebut adalah Desa Butu Jaya Kabupaten Barat, NAD, Desa Renokenongo dan Desa Kedungbendo di Kabupaten Sidoarjo, Jatim,  serta Desa Wonorejo Kabupaten Balangan, Kalsel.

Tagar. #desa #Gus Halim #indeks #mandiri

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Senin, 17 Januari 2022, 17:00 WIB

ESDM Kantongi PNBP Panas Bumi Rp1,92 Triliun

Capaian tersebut sebesar 134 persen dari target Rp1,43 triliun.

selengkapnya
ESDM Kantongi PNBP Panas Bumi Rp1,92 Triliun
Anggaran PEN 2022 Turun 39 Persen

Senin, 17 Januari 2022, 15:00 WIB

Anggaran PEN 2022 Turun 39 Persen