×
×
Sabtu, 23 Oktober 2021
OBS 2019
loading content

Survei: 85 Persen UMKM Sudah Normal

Rabu, 30 Juni 2021, 11:56 WIB
Penulis: Maryono
Editor: Jimmy Radjah

Survei: 85 Persen UMKM Sudah Normal

Ilustrasi UMKM. (suara.com)

Infoanggaran.com, Jakarta - Kondisi bisnis pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) telah mengalami perbaikan yang signifikan hingga awal kuartal II 2021. Tidak sedikit UMKM yang sempat berhenti beroperasi akibat pandemi Covid-19 pada 2020 lalu, kini sudah mulai menggeliat lagi.

Kesimpulan tersebut berdasarkan hasil survei Mandiri Institute yang dilakukan selama Maret-April 2021 terhadap 505 UMKM yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan beberapa provinsi di Indonesia bagian timur.

Head of Mandiri Institute Teguh Yudo Wicaksono mengungkapkan, 85 persen pelaku UMKM mengaku kondisi usaha sudah kembali berjalan normal pada awal kuartal II 2021.

"Padahal jika melihat situasi pada September 2020, hanya 28 persen UMKM yang menjawab bahwa kondisi usaha sudah normal,” kata Teguh, Rabu (30/6/2021).

Teguh mengatakan bahwa kinerja penjualan UMKM pada awal kuartal II 2021 juga sudah membaik meski masih terdapat risiko terjadi penurunan yang tinggi.

Menurut dia, hasil survei mengindikasikan bahwa pelaku usaha yang mengalami kenaikan omzet dan dapat mempertahankan omzet penjualannya kini semakin banyak.

Kendati begitu, sambung dia, "masih ada lebih dari 50 persen UMKM yang menjawab bahwa penjualannya mengalami penurunan dibandingkan kondisi 2020."



Pemasaran Digital

Lebih lanjut Teguh menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 telah membuat pelaku UMKM melakukan penetrasi digital.

"Mandiri Institute mencatat mayoritas UMKM sudah memiliki saluran pemasaran digital untuk menjual produknya," imbuh Teguh.

Dia membeberkan, media sosial masih menjadi platform pilihan utama pelaku usaha dalam melakukan pemasaran dan penjualan dengan rasio 40 persen.

Lalu penggunaan layanan instant messaging sebanyak 38 persen, platform e-commerce 13 persen, dan platform ride hailing 5 persen.

Kendati begitu, survei mengungkapkan bahwa utilisasi saluran pembayaran digital masih rendah pada UMKM.

Teguh menuturkan, temuan awal menunjukkan hanya 24 persen usaha yang menggunakan e-wallet dalam bertransaksi usaha.

"Mayoritas usaha, sebesar 51 persen, tidak menggunakan channel transaksi non-tunai, seperti melalui e-wallet dan EDC," pungkas Teguh.

Tagar. #UMKM #pemulihan ekonomi nasional #UMKM Online #covid-19

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Jumat, 22 Oktober 2021, 14:42 WIB

ICJR: Reformasi Peradilan Pidana Stagnan, Respons Pemerintah Minim

Substansi RKUHP masih berpotensi menghadirkan overkriminalisasi dengan adanya sejumlah pasal karet.

selengkapnya
ICJR: Reformasi Peradilan Pidana Stagnan, Respons Pemerintah Minim
Proyek Kereta Cepat Tidak Boleh Pakai SiLPA APBN

Kamis, 21 Oktober 2021, 16:28 WIB

Proyek Kereta Cepat Tidak Boleh Pakai SiLPA APBN
Hadapi Ancaman Katastropik, APBN Bisa 'Lumpuh'

Selasa, 19 Oktober 2021, 19:56 WIB

Hadapi Ancaman Katastropik, APBN Bisa 'Lumpuh'
DBH-DAU Tak Lagi Wajib Dialokasikan untuk Covid-19

Selasa, 19 Oktober 2021, 11:24 WIB

DBH-DAU Tak Lagi Wajib Dialokasikan untuk Covid-19