×
×
Sabtu, 23 Oktober 2021
OBS 2019
loading content

Soal Aziz Syamsuddin Tersangka KPK, Golkar: Doakan Beliau Kuat

Kamis, 23 September 2021, 18:22 WIB
Penulis: Maryono
Editor: Jimmy Radjah

Soal Aziz Syamsuddin Tersangka KPK, Golkar: Doakan Beliau Kuat

Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. (kompas.com).

Infoanggaran.com, Jakarta – Partai Golkar turut mengomentari kabar penetapan tersangka Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Ketua Badan Advokasi Hukum dan HAM DPP Golkar Supriansa menyampaikan bahwa Golkar mendoakan agar Aziz lebih kuat dalam menghadapi masalah dan cobaan terkait penetapannya sebagai tersangka. 

"Mari kita mendoakan Pak Azis supaya lebih kuat menghadapi masalah dan cobaan yang berat ini," kata Supriansa, Kamis (23/9/2021). 

Supriansa menegaskan, Golkar menghormati semua proses hukum di KPK terkait penetapan tersangka terhadap Azis. 

Kendati begitu, Supriansa mengajak agar semua tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. "Sampai melahirkan keputusan yang berkekuatan hukum tetap," kata dia.

Senada, Ketua DPP Partai Golkar Dave Laksono turut mendoakan yang terbaik untuk Azis. 

Dave memastikan, DPP Golkar tetap melakukan komunikasi dengan Azis terkait kasus hukum yang menyertai Wakil Ketua DPR itu. 

"Kalau DPP pasti ada komunikasi rutin antara ketua umum dengan Pak Azis ataupun dengan sekjen. Akan tetapi komunikasi itu masih bersifat pribadi," terang dia. 

Hari ini, Azis dikabarkan sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap Dana Alokasi Khusus (DAK) di Lampung Tengah, Lampung. 

Kabar ini disampaikan oleh sumber di internal KPK kepada CNNIndonesia. Dia menginformasikan bahwa lembaga antirasuah sudah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada Azis. 

Sebelum SPDP dikirim, KPK juga telah mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan dengan status Azis Syamsuddin sebagai tersangka.

"Sprindiknya iya terkait Lampung Tengah aja. DAK Lampung Tengah," ujar dia yang enggan diungkap identitasnya itu, dilansir CNNIndonesia hari ini. 

Secara terpisah, sumber Infoanggaran.com di internal Partai Golkar yang juga enggan disebut namanya membenarkan bahwa Aziz sudah ditetapkan sebagai tersangka. "Fix," sebut sissi 

Kendati begitu, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri masih enggan membeberkan kebenaran status tersangka Azis Syamsuddin. 

Ali hanya menegaskan bahwa KPK saat ini tengah melakukan penyidikan perkara dugaan TPK pemberian hadiah atau janji terkait penanganan perkara TPK yang ditangani KPK di Kabupaten Lampung Tengah. 

"KPK akan menyampaikan secara lengkap mengenai kronologi serta konstruksi perkara, pasal yang disangkakan, dan tentu pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka pada saatnya nanti," kata dia.

 

Kerap Muncul

Nama Azis Syamduddin kerap muncul dalam kasus korupsi yang ditangani KPK. Salah satunya, perkara korupsi yang menjerat mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa yang membuat Azis dikabarkan berstatus tersangka. 

Dalam kasus tersebut, Azis Syamsuddin disebut menerima fee sebesar Rp2,5 miliar untuk mengurus DAK Lampung Tengah pada 2017. Hal itu terungkap ketika Mantan Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) Lampung Tengah Taufik Rahman menjadi saksi dalam persidangan Mustofa pada Februaru 2021 lalu. 

Fee untuk Azis diberikan melalui Direktur PT Jasa Lampung Utama (LJU) Aliza Gunado. Aliza sendiri merupakan salah satu saksi yang telah dicegah oleh KPK untuk bepergian ke luar negeri terkait kasus dugaan suap penanganan perkara mantan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial (MS). 

Begitu juga dalam sidang etik yang digelar Dewan Pengawas (Dewas) dengan terperiksa mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju beberapa waktu lalu, terungkap adanya dugaan pemberian uang sebesar Rp3,15 miliar dari Azis Syamsuddin. 

Uang tersebut untuk Stepanus Robin Pattuju berkaitan kesaksian Aliza Gunado, meski belakangan Stepanus Robin Pattuju tiba-tiba meralat pengakuannya pernah menerima uang dari Azis Syamsuddin. 

 

Harta Aziz

Terlepas dari itu, Azis Syamsuddin diketahui memiliki kekayaan lebih dari Rp100 miliar. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada akhir 2020 lalu, harta politisi Partai Golkar itu tercatat sebesar Rp 100.321.069.365. 

Harta kekayaan Azis dalam bentuk tanah dan bangunan senilai Rp89,49 miliar. Tanah dan bangunan itu berlokasi di Jakarta Selatan dan Bandar Lampung. 

Azis juga tercatat memiliki memiliki enam koleksi kendaraan bermotor. Pada kategori harta berupa alat transportasi dan mesin, koleksi mobil dan motor Azis senilai Rp3,50 miliar. 

Selain itu, Azis Syamsuddin juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp274,7 juta dan kas/setara kas dengan nilai Rp7 juta.

 

Tagar. #KPK #golkar #Kasus Korupsi #dpr #Azis Syamsuddin

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Jumat, 22 Oktober 2021, 14:42 WIB

ICJR: Reformasi Peradilan Pidana Stagnan, Respons Pemerintah Minim

Substansi RKUHP masih berpotensi menghadirkan overkriminalisasi dengan adanya sejumlah pasal karet.

selengkapnya
ICJR: Reformasi Peradilan Pidana Stagnan, Respons Pemerintah Minim
Proyek Kereta Cepat Tidak Boleh Pakai SiLPA APBN

Kamis, 21 Oktober 2021, 16:28 WIB

Proyek Kereta Cepat Tidak Boleh Pakai SiLPA APBN
Hadapi Ancaman Katastropik, APBN Bisa 'Lumpuh'

Selasa, 19 Oktober 2021, 19:56 WIB

Hadapi Ancaman Katastropik, APBN Bisa 'Lumpuh'
DBH-DAU Tak Lagi Wajib Dialokasikan untuk Covid-19

Selasa, 19 Oktober 2021, 11:24 WIB

DBH-DAU Tak Lagi Wajib Dialokasikan untuk Covid-19