×
Senin, 26 Oktober 2020
loading content

Skenario Terbaik: Ekonomi Tumbuh Hanya 0,2 Persen

Jumat, 02 Oktober 2020, 18:19 WIB
Penulis: Yenglis Dongche
Editor: Jimmy Radjah

Skenario Terbaik: Ekonomi Tumbuh Hanya 0,2 Persen

Ilustrasi (Foto: Okezone.com)

Infoanggaran.com, Jakarta – Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian (BKF) Keuangan (Kemenkeu) Febrio Nathan Kacaribu memprediksi, untuk skenario terbaik, ekonomi nasional hanya tumbuh sebesar 0,2 persen sepanjang 2020. Sementara skenario terburuk minus 1,1 persen.

“Prediksi kami untuk akhir tahun 2020, pertumbuhan ekonomi minus 1,1 persen sampai 0,2 persen. Tadinya dari minus 1,7 persen sampai minus 0,6 persen," ujar Febrio, Jumat (2/10/2020).

Prediksi tersebut, kata bos BKF ini, dipengaruhi oleh jebloknya pertumbuhan ekonomi sejak kuartal I 2020. Kemudian, di kuartal II terkontraksi cukup dalam yakni 5,32 persen.

"Karena kita berangkat dari lowbase di 2020, satu, jadi pasti ada dampaknya ke pertumbuhan kita," terang Bos BKF itu.

Febrio membeberkan bahwa satu-satunya sektor yang bisa tumbuh positif dan mampu menjadi bantalan ekonomi nasional hingga akhir tahun ialah pengeluaran pemerintah sendiri.

Untuk itu, belanja pemerintah harus terus digenjot pada sisa dua kuartal tahun ini dan tahun selanjutnya.

"Jadi, pemerintah tetap melanjutkan kebijakan countercyclical pada 2021. Hal ini juga tetap akan dilakukan belanja pemerintah," tambahnya.

 

Evaluasi PEN

Kemudian, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pemerintah juga terus melakukan evaluasi terhadap berbagai program ekonomi nasional (PEN) yang tidak berjalan. Khususnya program yang dianggap sulit untuk diimplementasikan segera.

"Misalnya, seperti KUR banyak tidak digunakan untuk pagu 2020. Harapannya dari waktu ke waktu kita terus evaluasi, apakah policy yang disiapkan ini inline dengan kebutuhan usaha dan ekonomi keseluruhan," jelas Febrio.

Evaluasi terhadap program PEN dilakukan dengan cara meminta lembaga di luar Kementerian Keuangan untuk melakukan survei. Hal tersebut untuk melihat perilaku di sektor usaha lalu dibandingkan dengan kebijakan yang dimiliki.

“Nah kurang lebih cocok dengan apa yang dibutuhkan oleh sektor usaha,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan sampai dengan dengan 28 September 2020, realisasi penyaluran anggaran PEN sudah mencapai Rp304,63 triliun. Angka tersebut 43,8 persen dari pagu Rp692,2 triliun.

“lmenyrut Suahasil, realisasi program PEN sudah mengalami akselerasi yang signifikan selama bulan Agustus dan September 2020. Akselerasi itu, di antaranya, dipengaruhi percepatan belanja penanganan Covid-19.

Selain itu, ada pula percepatan program PEN lainnya, seperti DAK fisik, DID Pemulihan dan Kartu Prakerja, termasuk Bantuan Produktif UMKM dan subsidi gaji.

Tagar. #pertumbuhan ekonomi #kemenkeu #pemulihan ekonomi nasional #krisis ekonomi

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Jumat, 23 Oktober 2020, 15:31 WIB

Realisasi Capai 84 Persen, Komisi VIII Yakin Belanja Kemensos Tepat Sasaran

Realisasi anggaran Kemensos mencapai sebesar Rp112,6 triliun atau 84 persen dari total pagu Rp134 triliun.

selengkapnya
Realisasi Capai 84 Persen, Komisi VIII Yakin Belanja Kemensos Tepat Sasaran
Bamsoet Minta Menkeu Jelaskan Pemanfaatan ULN

Jumat, 23 Oktober 2020, 12:22 WIB

Bamsoet Minta Menkeu Jelaskan Pemanfaatan ULN