×
×
Rabu, 27 Januari 2021
OBS 2019
loading content

Serapan APBD Sulsel Baru 55,45 Persen, Rp4,9 T Dana Mengendap di Kas Daerah

Jumat, 27 November 2020, 19:26 WIB
Penulis: Yenglis Dongche
Editor: Jimmy Radjah

Serapan APBD Sulsel Baru 55,45 Persen, Rp4,9 T Dana Mengendap di Kas Daerah

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Infoanggaran.com, Jakarta Serapan anggaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) hingga akhir triwulan III 2020 masih sangat rendah, sekitar 55,45 persen atau Rp6,2 triliun dari pagu anggaran Rp11,19 triliun. Artinya, masih ada Rp4,9 triliun dana yang masih mengendap di kas daerah.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Junaidi mengakui bahwa serapan anggaran memang melambat karena pandemi Covid-19.

"Karena memang tidak ada kegiatan sama sekali. Proyek fisik yang jalan juga baru 65 persen," kata Junaidi, Jumat (27/11/2020).

Dia lantas merinci realisasi anggaran tersebut. Dari total APBD 2020 sebanyak Rp11,19 triliun, yang terbesar adalah belanja operasional, yaitu, Rp4,9 triliun lebih.

Kemudian, transfer bagi hasil desa sebanyak Rp1,2 triliun lebih, belanja modal sebesar Rp470 miliar dan belanja tak terduga senilai Rp170 miliar lebih.

Untuk itu, pihaknya masih terus berupaya meningkatkan serapan anggaran tersebut. "Nanti kalau pengerjaannya rampung, proyek dibayar pasti realisasi meningkat. Kita masih berupaya kejar sampai 90 persen, walau berat," tambahnya.

Selain itu, Junaidi juga mengaku ada beberapa revisi kontrak tender program pemerintah. Utamanya untuk kegiatan yang bersumber dari pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan total Rp1,3 triliun lebih.

Hingga saat ini, serapan anggaran PEN juga masih sangat rendah, baru 25 persen. Akan tetapi, dia meyakini pihaknya bisa memanfaatkan anggaran tersebut karena sekitar Rp800 miliar dari dana itu diperuntukan untuk infrastruktur.

"Berdasarkan aturan masih memungkinkan untuk kontrak diperpanjang hingga 50 hari setelah tutup tahun," sebutnya.

 

SiLPA Bisa Rp200 M

Kepala Badan Keuangan dan Aset Pemprov Sulsel Muhammad Rasyid menyatakan potensi Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SiLPA) 2020 diproyeksi sangat besar, bisa menyentuh angka Rp200 miliar. Padahal tahun sebelumnya, SiLPA Pemprov Sulsel hanya Rp50 miliar saja.

“Kondisi ekonomi harus tetap dipahami saat ini,” jelasnya.

Meskipun berbeda dari tahun sebelumnya, lanjut dia, tren belanja pemerintah tetap membaik, bahkan masih ada tender proyek yang akan dilakukan November ini.

Rasyid juga tidak memungkiri ada beberapa OPD yang serapannya rendah. Misalnya saja Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, yang serapannya baru 40 persen dari pagu anggaran Rp1 triliun.

"Tetapi, Dinas PU kan anggarannya besar. Berbeda dengan dinas lain mungkin yang belanjanya sedikit dan masih ada progres tender proyek yang berjalan sampai sekarang ini," ujarnya.

Ia mengakui banyak program yang tidak terlaksana karena fokus pada penanganan pandemi Covid-19.

Kendati begitu, perlahan kondisi keuangan daerah membaik. “Nanti, Rp200 miliar SiLPA tersebut tetap akan dibelanjakan dan disiapkan sebagai dana cadangan tahun depan,” ujarnya.

Tagar. #apbd #realisasi anggaran #serapan anggaran 2020 #APBD 2020 #apbd sulsel

Berita Terkait
Transparansi Anggaran di Riau Jeblok

Kamis, 14 Januari 2021, 20:34 WIB

Transparansi Anggaran di Riau Jeblok
Tata Kelola Anggaran Daerah Belum Transparan

Senin, 07 Desember 2020, 16:26 WIB

Tata Kelola Anggaran Daerah Belum Transparan
Kemendagri Minta Belanja Daerah Dipercepat

Kamis, 05 November 2020, 15:26 WIB

Kemendagri Minta Belanja Daerah Dipercepat
APBD Kaltim 2021 Diprediksi Merosot Jadi Rp9 T

Kamis, 29 Oktober 2020, 15:37 WIB

APBD Kaltim 2021 Diprediksi Merosot Jadi Rp9 T
Artikel Lainnya

Selasa, 26 Januari 2021, 20:14 WIB

Pemerintah Tambah 8 Aturan Baru Turunan UU Ciptaker Soal PUPR

Saat ini, total regulasi turunan UU Ciptaker berjumlah 52.

selengkapnya
Pemerintah Tambah 8 Aturan Baru Turunan UU Ciptaker Soal PUPR
Anggaran PEN Naik Lagi Jadi Rp553 Triliun

Selasa, 26 Januari 2021, 13:48 WIB

Anggaran PEN Naik Lagi Jadi Rp553 Triliun