×
×
Kamis, 09 Desember 2021
OBS 2019
loading content

Serapan Anggaran PEN UMKM Tak Mungkin 100 Persen

Kamis, 11 November 2021, 14:08 WIB
Penulis: Maryono
Editor: Jimmy Radjah

Serapan Anggaran PEN UMKM Tak Mungkin 100 Persen

Ilustrasi. (lipi.go.id).

Infoanggaran.com, Jakarta – Realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 belum sampai 80 persen dari pagu meski tahun anggaran 2021 tinggal dua bulan lagi. Hingga 5 November 2021, realisasinya baru mencapai Rp456,35 triliun atau 61,3 persen dari pagu Rp744,7 triliun.

Dari realisasi klaster yang ada, serapan paling rendah adalah klaster dukungan UMKM dan Korporasi yang tercatat hanya 39,1 persen atau Rp63,45 triliun dari pagu.

Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kementerian Keuangan Made Arya Wijaya menyampaikan, serapan anggaran PEN klaster dukungan UMKM dan Korporasi tidak bisa 100 persen hingga akhir tahun.

“Kami memperkirakan sampai akhir tahun proyeksi serapannya sekitar 95 persen,” ucap Made dilansir Kontan pada Kamis (11/11/2021).

Made mengatakan, kinerja anggaran yang masih rendah dalam klaster tersebut lantaran ada beberapa item di dalam klaster yang baru akan direalisasi pada bulan November 2021 dan Desember 2021.

“Seperti contohnya subsidi bunga KUR dan non KUR, investasi pemerintah dalam bentuk pemberian Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada BUMN, dan pemberian Imbal Jasa Penjaminan (IJP),” kata dia.

Sementara realisasi klaster PEN yang lain sudah lebih dari 50 persen, realisasi tertinggi ada di klaster Insentif Usaha yang sebesar sudah mencapai 97,4 persen atau Rp61,17 triliun dari pagu. Lalu klaster Perlindungan Sosial tercatat mencapai 72,4 persen atau Rp132,49 triliun dari pagu.

Kemudian, klaster Program Prioritas teralisasi sekitar 61,6 persen atau Rp72,59 triliun dari pagu, serta klaster Kesehatan yang terealisasi 58,9 persen atau Rp126,55 triliun dari pagu.

 

Monitoring-Evaluasi

Made melanjutkan, pemerintah terus melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala setiap minggu untuk melihat realisasi dan kebutuhan anggaran di masing-masing klaster PEN.

Dari hasil monitoring dan evaluasi ini, sambung dia, pemerintah bisa melakukan pergeseran anggaran antar klaster seperti yang dilakukan pada tahun anggaran 2020 lalu.

Kendati begitu, dia belum bisa memastikan pemerintah akan melakukan pergeseran anggaran antar kluster, mengingat ada klaster yang terealisasi cepat dan ada yang masih lambat.

Sementara untuk tahun depan, Made menjelaskan bahwa pemerintah juga akan terus mengevaluasi mana program yang perlu dilanjutkan atau tidak. “Di samping itu, kami akan melihat tren kasus Covid-19 di tahun 2022. Apakah tetap melandai dan terkendali sehingga pilihan program PEN bisa saja berbeda dengan tahun ini,” imbuh dia.

Tagar. #Bantuan UMKM #PEN UMKM #UMKM #kemenkeu #pemulihan ekonomi nasional #anggaran pen

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Kamis, 09 Desember 2021, 19:55 WIB

Draf RUU TPKS Juga Mengatur Kekerasan Seksual Berbasis Digital

Kekerasan seksual berbasis digital kian sering terjadi akhir-akhir ini.

selengkapnya
Draf RUU TPKS Juga Mengatur Kekerasan Seksual Berbasis Digital