×
×
Sabtu, 23 Oktober 2021
OBS 2019
loading content

Sempat Tertahan, BI: Perekonomian Mulai Membaik

Kamis, 19 Agustus 2021, 17:30 WIB
Penulis: Maryono
Editor: Jimmy Radjah

Sempat Tertahan, BI: Perekonomian Mulai Membaik

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Youtube Bank Indonesia).

Infoanggaran.com, Jakarta – Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, kinerja pemulihan ekonomi nasional sempat tertahan akibat pengetatan mobilitas guna menekan laju penyebaran pandemi Covid-19.

"Ekonomi domestik tertahan dipengaruhi oleh penyebaran delta varian dan langkah-langkah yang harus ditempuh pemerintah untuk mengatasi dan mengendalikan kasus," terang Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (19/8/2021.

Kendati begitu, Perry menyampakan bahwa hingga awal Agustus 2021 aktifivas ekonomi sudah mulai menunjukkan perbaikan.

“Hal ini tercermin pada beberapa indikator dini seperti mobilitas masyarakat dan transaksi pembayaran melalui SKNBI (Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia) maupun RTGS (Real Time Gross Settlement),” kata dia.

Selain itu, sambung dia, aktivitas sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang mulai meningkat juga turut andil terhadap membaiknya kinerja perekonomian.

Perry meyakini bahwa momentum pemulihan ekonomi nasional akan terus berlanjut hingga akhir tahun. Sebab, mobilitas masyarakat sudah mengalami perbaikan seiring dengan percepatan pelaksanaan vaksinasi.

Terlebih lagi, pemerintah juga terus memberikan relaksasi pembatasan aktivitas masyarakat seperti bantuan sosial dan stimulus fiskal terhadap dunia usaha yang terdampak pandemi.

 

Tumbuh 4,3 Persen

Lebih lanjut, Perry Warjiyo menyampaikan bahwa Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2021 tetap berada di kisaran 3,5 persen – 4,3 persen.

BI, kata Perry, melihat ada kinerja positif di seluruh lapangan usaha dan peningkatan pertumbuhan di berbagai wilayah.

Terlebih lagi, neraca pembayaran Indonesia tetap terjaga. Salah satunya defisit transaksi berjalan, hingga kuartal II 2021 masih rendah yang ditopang oleh kinerja ekspor yang tinggi.

“Ke depan defisit transaksi berjalan (diperkirakan) masih akan tetap rendah, yaitu di kisaran 0,6 persen - 1,4 persen dari PDB (produk domestik bruto) pada 2021,” kata dia.

Selain itu, surplus transaksi modal dan finansial juga akan terus berlanjut yang didorong oleh aliran masuk modal asing baik berupa investasi langsung maupun investasi portofolio.

“Aliran masuk modal asing berlanjut dalam bentuk investasi portofolio yang pada Juli 2021 hingga 16 agustus 2021 mencatat net capital inflow sebesar 2 miliar dolar AS,” imbuh Perry.

Tagar. #pertumbuhan ekonomi #pemulihan ekonomi nasional #PEN #bank indonesia

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Jumat, 22 Oktober 2021, 14:42 WIB

ICJR: Reformasi Peradilan Pidana Stagnan, Respons Pemerintah Minim

Substansi RKUHP masih berpotensi menghadirkan overkriminalisasi dengan adanya sejumlah pasal karet.

selengkapnya
ICJR: Reformasi Peradilan Pidana Stagnan, Respons Pemerintah Minim
Proyek Kereta Cepat Tidak Boleh Pakai SiLPA APBN

Kamis, 21 Oktober 2021, 16:28 WIB

Proyek Kereta Cepat Tidak Boleh Pakai SiLPA APBN
Hadapi Ancaman Katastropik, APBN Bisa 'Lumpuh'

Selasa, 19 Oktober 2021, 19:56 WIB

Hadapi Ancaman Katastropik, APBN Bisa 'Lumpuh'
DBH-DAU Tak Lagi Wajib Dialokasikan untuk Covid-19

Selasa, 19 Oktober 2021, 11:24 WIB

DBH-DAU Tak Lagi Wajib Dialokasikan untuk Covid-19