×
Minggu, 20 September 2020
loading content

Realisasi Anggaran PEN Capai 25,1 Persen

Senin, 24 Agustus 2020, 00:00 WIB
Penulis: Yenglis Dongche INFO ANGGARAN
Editor: Jimmy Radjah

Realisasi Anggaran PEN Capai 25,1 Persen

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Infoanggaran.com, Jakarta – Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Airlangga Hartarto menyatakan realisasi anggaran penanganan pandemi dan PEN hingga Agustus 2020, mencapai 25,1 persen atau mencapai Rp174,79 triliun dari total anggaran Rp695,2 triliun.

"Dibandingkan pada Juni 2020 baru Rp124,6 triliun, per Agustus 2020 sudah menjadi Rp173,98 triliun atau naik 18 persen," kata Airlangga, Senin (24/8/2020).

Menurut Menko Bidang Perekonomian, pemerintah akan terus mendorong penyerapan anggaran Covid-19 dan PEN, serta juga anggaran pemerintah pusat melalui kementerian/lembaga untuk mempercepat pemulihan ekonomi yang terkontraksi hingga 5.32 persen akibat pandemi.

Untuk itu, pemerintah juga akan terus mendorong penyaluran bantuan-bantuan sosial. Misalnya, bantuan presiden (banpres) produktif untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) senilai Rp2,4 juta. Termasuk juga subsidi gaji di bawah Rp5 juta sebesar Rp600.000 yang sudah mulai bisa dicairkan mulai Selasa (25/8/2020) hari ini.

 

Rincian Realisasi PEN

Berkaitan dengan penyerapan dana PEN, Menteri Keuangan Sri Muyani Indrawati membeberkan bahwa pencairan anggaran yang cepat terjadi pada program dengan desain bantuan sederhana seperti yang sudah sering dilakukan sebelumnya. Itulah sebabnya realiasi PEN bisa meningkat lebih cepat di bulan Agustus.

“PEN yang digunakan untuk kesehatan sebesar Rp7,36 triliun atau 13,98 persen dari total anggaran yang dialokasikan sebesar Rp87,55 triliun,” jelas Sri.

Selanjutnya, untuk perlindungan sosial, Sri menyatakan sudah mencapai Rp93,18 triliun atau 49,7 persen dari total Rp203,91 triliun yang disiapkan.

Sementara di sektor organisasi pemerintahan, seperti kementerian, lembaga dan pemerintah daerah, anggaran yang telah terserap sebesar Rp17,23 triliun atau 13,1 persen dari total dana Rp106,05 triliun.

Sedangkan untuk insentif usaha sudah terserap Rp17,23 triliun atau 14,3 persen dari total Rp120,61 triliun.

“Untuk UMKM sudah mencapai Rp44,63 triliun atau 37,2 persen dari total Rp123,47 triliun. Namun, untuk klaster pembiayaan korporasi masih nol persen dari total anggaran Rp53,57 triliun,” tutur Sri.

Alasan belum terealisasinya klaster pembiayaan korporasi, Sri Mulyani menyebutkan, lantaran peraturan khususnya mengenai penyertaan modal negara atau PMN masih dalam finalisasi. "Terutama untuk PMN BUMN untuk penjaminan kredit korporasi padat karya sudah diluncurkan dan monitor pelaksanaan di perbankan," ujar dia.

 

Desain Sederhana

Selain itu, Sri juga menjelaskan bahwa pelaksanaan PEN ini akan dilakukan dengan desain sederhana, bukan program khusus yang dibentuk sehingga lebih mudah direalisasikan.

"Kami melihat program yang desainnya simpel dan sudah memiliki existing maka bisa dieksekusi cepat, seperti pemberian bansos PKH, kartu sembako bisa cepat," kata Sri.

Kendati demikian, jelas Sri, apabila belum ada dan merupakan program usulan baru, kami melihat ada yang betul-betul sangat challenging sehingga eksekusinya butuh waktu.

Tagar. #airlangga hartarto #pemulihan ekonomi nasional #anggaran covid-19 #PEN #sir mulyani #menkeu #realisasi anggaran

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Sabtu, 19 September 2020, 15:06 WIB

Dikritik Soal Anggaran Covid-19 2021, Ini Jawaban Stafsus Menkeu

Alokasi stimulus turun seiring telah tersedianya banyak sarana/prasarana kesehatan di 2020 yang tetap dapat digunakan di 2021.

selengkapnya
Dikritik Soal Anggaran Covid-19 2021, Ini Jawaban Stafsus Menkeu
Korban Terorisme Bisa Dapat Santunan Negara

Jumat, 18 September 2020, 16:06 WIB

Korban Terorisme Bisa Dapat Santunan Negara