×
Kamis, 24 September 2020
loading content

RAPBN 2021: Belanja K/L Rp1.029,8 Triliun, PUPR Terbesar

Selasa, 18 Agustus 2020, 20:02 WIB
Penulis: Maryono
Editor: Jimmy Radjah

RAPBN 2021: Belanja K/L Rp1.029,8 Triliun, PUPR Terbesar

Ilustrasi (alinea.id)

Infoanggaran.com, Jakarta - Rencana belanja kementerian/lembaga (K/L) pada 2021 mencapai Rp1.029,8 triliun. Belanja K/L tersebut menyerap sekitar 37,48 persen dari total belanja negara dalam RAPBN 2021.

Sumber anggaran tersebut berasal dari rupiah murni sebanyak Rp902,49 triliun, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan badan layanan umum (BLU) Rp75,01 triliun, sisanya sekitar Rp52,34 triliun dari pinjaman/hibah luar negeri (PHLN), pinjaman/hibah dalam negeri (PHDN), dan surat berharga syariah negara (SBSN)-project based sukuk (PBS).

Dari alokasi Rp1.029,8 triliun, sekitar 77,18 atau Rp794,83 triliun dialokasikan untuk 10 K/L. Sementara sisanya sebesar Rp234,97 triliun atau 22,82 persen dialokasikan untuk 77 K/L dengan besaran anggaran yang variatif dari Rp0,1 triliun hingga Rp16,95 triliun.

Kementerian PUPR mendapat alokasi paling besar di antara 86 K/L lainnya. Anggarannya Rp149,81 triliun atau sekitar 14,54 persen dari total belanja K/L.

Dana tersebut bakal dipergunakan untuk belanja pegawai Rp3,02 triliun, belanja operasional Rp2,24 triliun, dan belanja barang dan modal sebesar Rp144,55 triliun.

Mengutip dokumen rencana kerja anggaran (RKA) K/L, anggaran belanja barang dan modal yang dimiliki Kementerian PUPR untuk menopang sejumlah program prioritas

Program infrastruktur salah satunya. Output program prioritas ini antara lain berupa pembangunan jalan baru sepanjang 678 kilometer dan pembangunan jembatan sepanjang 13.123 meter. Lalu, program Ketahanan Sumber Daya Air dengan output antara lain pembangunan 4 bendungan baru dan penyelesaian pembangunan bendungan (on going) sebayak 43 unit bendungan.

Terakhir, program perumahan dan kawasan permukiman. Output-nya berupa pembangunan rumah susun sebanyak 9.210 unit dan pembangunan rumah khusus sebanyak 440 unit.

K/L yang mendapat porsi anggaran terbesar kedua adalah Kementerian Pertahanan (Kemhan). Kementerian yang dipimpin Prabowo Subianto ini mendapat pagu alokasi sebesar Rp139,99 triliun.

Anggaran sebesar 13,59 persen dari total belanja K/L itu di antaranya bakal digunakan untuk pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista), modernisasi dan harwat (pemeliharaan dan perawatan) alutsista di tiga matra (TNI AD, TNI AU, dan TNI AL), pembangunan jalan inpeksi pengamanan perbatasan (JIPP) sepanjang 375 kilometer, hingga pembangunan rumah dinas prajurit dengan anggaran Rp964,5 miliar. 

Sementara delapan K/L lai yang mendapat porsi anggaran terbesar adalah Polri Rp111,95 triliun (10,87 persen), Kementerian Sosial Rp92,81 triliun (9,01 persen), Kementerian Kesehatan Rp84,29 triliun (8,18 persen), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Rp81,53 triliun (7,91 persen).

Lalu Kementerian Agama Rp66,96 triliun (6,50 persen), Kementerian Perhubungan Rp45,66 triliun (4,43 persen), Kementerian Keuangan Rp43,30 triliun (4,20 persen), dan Kementerian Pertanian (Rp21,83 triliun).

 

Naik Rp193,5 Triliun

Mengutip dari dokumen Advertorial RAPBN 2021, rencana belanja KL mengalami kenaikkan sebesar Rp193,5 triliun atau 23 persen dibandingkan outlook APBN 2020 yang hanya sebesar Rp836,4 triliun.

Dari 10 K/L yang mendapatkan pagu anggaran terbesar, hanya Kementerian Sosial yang mengalami pengurangan anggaran dari outlook APBN 2020 sebesar  Rp104,4 triliun menjadi Rp92,81 triliun dalam RAPBN 2021.

Sementara sembilan K/L lainnya mengalami peningkatan anggaran dengan besaran yang variatif. Anggaran Kementerian PUPR pada RAPBN 2020 mengalami kenaikan sebesar Rp74,2 triliun dari outlook APBN 2020 Rp75,60.

Lalu, anggaran Kemhan naik Rp22,09 triliun dari Rp117,90 triliun, Polri Rp19,35 triliun dari Rp92,60 triliun, Kemenkes Rp5,79 triliun dari 117,9 triliun, Kemendikbud Rp10,83 triliun dari Rp70,70 triliun, Kemenag Rp4,56 triliun dari Rp62,40 triliun, Kemenhub Rp12,96 triliun dari Rp32,70 triliun, Kemenkeu Rp4,30 triliun dari Rp39 triliun, dan Kementan naik Rp7,83 triliun dari Rp14 triliun dalam outlook APBN 2020.

Tagar. #apbn #rapbn 2021 #pupr #belanja k/l

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Kamis, 24 September 2020, 15:04 WIB

Per Agustus 2020, Utang Pemerintah Rp5.594 Triliun

Kenaikan utang itu disebabkan oleh peningkatan kebutuhan pembiayaan untuk menangani masalah kesehatan dan pemulihan ekonomi nasional akibat Covid-19.

selengkapnya
Per Agustus 2020, Utang Pemerintah Rp5.594 Triliun
Anggaran Kemenag 2021 Naik Rp287,8 Miliar

Rabu, 23 September 2020, 15:43 WIB

Anggaran Kemenag 2021 Naik Rp287,8 Miliar