×
×
Rabu, 27 Januari 2021
OBS 2019
loading content

PUPR Biayai 60 Proyek Senilai Rp14,76 Triliun dari SBSN

Selasa, 12 Januari 2021, 16:00 WIB
Penulis: Yenglis Dongche
Editor: Jimmy Radjah

PUPR Biayai 60 Proyek Senilai Rp14,76 Triliun dari SBSN

Proyek PUPR (Foto: Ekonomi Bisnis)

Infoanggaran.com, Jakarta – Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pihaknya akan memanfaatkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara untuk membiayai 60 proyek pembangunan infrastruktur di Direktorat Jenderal Bina Marga.

“Tahun ini, total nilai proyek di kementerian tersebut yang akan didanai dengan sukuk mencapai Rp14,76 triliun dari total anggaran Kementerian PUPR sebesar Rp149,81 triliun,” kata Basuki seperti dikutip dari website Kementerian PUPR, Selasa (12/1/2021).

Proyek tersebut antara lain, pembangunan jalan dan jembatan, serta preservasi rehabilitasi jalan yang nilainya mencapai Rp10,53 triliun.

Selain itu, dana juga akan dimanfaatkan untuk pembangunan 37 proyek pengendalian banjir dan lahar, pengelolaan bendungan dan embung, serta pengelolaan drainase utama perkotaan yang dilaksanakan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

Total dana yang diperlukan untuk pembangunan itu mencapai Rp4,23 triliun.

 

Inovasi Pembiayaan

Basuki menambahkan SBSN digunakan demi menyiasati kemampuan APBN untuk pembangunan yang terbatas.

"Kementerian PUPR memanfaatkan secara optimal potensi alternatif pembiayaan seperti SBSN untuk mengurangi kesenjangan antara kebutuhan dengan kemampuan pembiayaan APBN dalam pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur," katanya.

Ia berharap inovasi pembiayaan yang dilakukan itu nantinya bisa memberikan dampak besar terhadap peningkatan ekonomi.

Kementerian PUPR, lanjut Basuki, sangat terbantu dengan adanya skema pembiayaan infrastruktur menggunakan SBSN, karena pengawasannya juga oleh Kemenkeu.

“Kami di Kementerian PUPR memonitor betul mulai dari perencanaan, pengadaan barang dan jasa dan pelaksanaannya,” jelas Basuki.

Dia menilai, keunggulan SBSN sebagai sumber pendanaan dari dalam negeri berdampak pada kemandirian pembangunan infrastruktur. Dengan begitu, kontraktor dan konsultan yang terlibat sepenuhnya merupakan orang Indonesia.  

“Hal ini berbeda dengan pinjaman bilateral maupun multilateral yang umumnya mensyaratkan keterlibatan kontraktor dan konsultan dari negara donor,” pungkasnya.

 

Proyek 2021

Pada 2021, beberapa infrastruktur yang dibangun dengan dana SBSN dibidang jalan dan jembatan, di antaranya penyelesaian pembangunan jalan paralel perbatasan Nanga Badau - Entikong - Aruk - Temajok, penyelesaian jalan perbatasan Kalimantan Timur, pembangunan jalan Lingkar Timur Kuningan Jawa Barat, jalan perbatasan Kalimantan Utara, pembangunan jalan layang akses bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, pembangunan Fly Over Kopo Jawa Barat, pembangunan jembatan Nilo Riau, dan jembatan Pulau Balang Balikpapan.

Untuk bidang Sumber Daya Air, infrastruktur yang dibiayai SBSN pada 2021 antara lain pembangunan Spillway Bendungan Tugu di Kabupaten Trenggalek, penyelesaian pembangunan Embung Universitas Sriwijaya Kabupaten Ogan Ilir, Pengaman Pantai Weda Maluku Utara, rehabilitasi Bendung di Krueng Jrue Aceh, Rehabilitasi Jaringan Irigasi di Ciujung Jawa Barat, rehabilitasi jaringan irigasi di Batang Gadis dan di Batang Ilung Sumatera Utara, dan Pembangunan di Slinga Kiri Kabupaten Purbalingga.

Tagar. #Kementerian PUPR #Basuki Hadimuljono #lelang PUPR #proyek PUPR #SBSN

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Selasa, 26 Januari 2021, 20:14 WIB

Pemerintah Tambah 8 Aturan Baru Turunan UU Ciptaker Soal PUPR

Saat ini, total regulasi turunan UU Ciptaker berjumlah 52.

selengkapnya
Pemerintah Tambah 8 Aturan Baru Turunan UU Ciptaker Soal PUPR
Anggaran PEN Naik Lagi Jadi Rp553 Triliun

Selasa, 26 Januari 2021, 13:48 WIB

Anggaran PEN Naik Lagi Jadi Rp553 Triliun