×
×
Jumat, 25 Juni 2021
OBS 2019
loading content

Produksi Batu Bara Nasional Melanggar RUEN

Jumat, 11 Juni 2021, 12:25 WIB
Penulis: Yenglis Dongche
Editor: Jimmy Radjah

Produksi Batu Bara Nasional Melanggar RUEN

Ilustrasi (Foto: Katadata)

Infoanggaran.com, Jakarta  Anggota Komisi VII DPR RI Dyah Roro Esti menyatakan, produksi batu bara di Indonesia tidak sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 2017 tentang Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).

Dalam RUEN, telah diatur bahwa pemerintah membatasi produksi batu bara pada level 400 juta ton/tahun. Namun, kenyataannya dari segi perencanaan target dan realisasinya, produksi batu bara setiap tahunnya selalu melebihi apa yang direncanakan" kata Roro.

Dalam dokumen Rencana Strategis Kementerian ESDM 2020-2024, rencana produksi batu bara 2020 di Indonesia sebesar 550 juta ton. Namun realisasinya sebesar 565,46 juta ton atau sebesar 102,81 persen dari target semula. Artinya, ada kelebihan produksi sebanyak 2,81 persen.

"Begitu pula untuk tahun 2021, di mana target produksi batu bara meningkat dari tahun sebelumnya, menjadi 650 juta ton dan realisasi per bulan Juni ini (2021) adalah sebesar 243,78 juta ton," ucap Roro melalui penjelasan tertulis, Jumat (11/6/2021).

Berdasarkan data tersebut, Roro menilainya sebagai pelanggaran terhadap RUEN. Dia mengingatkan kepada seluruh pihak yang terlibat untuk bersungguh-sungguh mematuhi ketentuan hukum tersebut.

"Permasalahan ini sudah terjadi sejak 2015, tahun sebelum ditetapkannya RUEN," ujarnya.

Melihat kondisi yang terjadi di lapangan, Roro berpendapat bahwa penetapan RUEN yang diharapkan dapat menghentikan laju pertumbuhan produkusi pada tahun-tahun selanjutnya telah gagal.

Dia mengingatkan bahwa mengurangi dampak emisi karbon merupakan komitmen internasional, di mana Indonesia juga turut berkomitmen di dalamnya melalui ratifikasi Paris Agreement.

"Karenanya, jika tidak dikawal secara serius, tren dunia yang mulai secara berangsur mengurangi pemakaian dan permintaan batu bara dapat berdampak buruk pada bisnis ekspor batu bara Indonesia, termasuk perekonomian Indonesia,” katanya menegaskan.

Untuk itu, ia mengimbau pemerintah untuk mengkaji ulang dan mempertegas perencanaan target produksi batu bara yang sesuai dengan RUEN.

Sebagai informasi, energi fosil, khususnya batu bara, masih menjadi penopang perekonomian Indonesia. Kondisi ini sangat berbeda dengan tren global dimana banyak negara telah mengurangi dan bahkan melarang penggunaan batu bara untuk keperluan energi demi mengurangi dampak emisi karbon.

 

Tagar. #produksi batu bara #RUEN #batu bara #DPR RI #emisi karbon

Artikel Lainnya

Kamis, 24 Juni 2021, 19:29 WIB

Meski Banyak Usulan, Pemekaran Provinsi Papua Harus Memperhatikan Kearifan Lokal

Pemerintah sudah menangkap aspirasi yang kuat untuk pemekaran Provinsi Papua.

selengkapnya
Meski Banyak Usulan, Pemekaran Provinsi Papua Harus Memperhatikan Kearifan Lokal