×
Minggu, 25 Oktober 2020
loading content

Per Agustus 2020, Utang Pemerintah Rp5.594 Triliun

Kamis, 24 September 2020, 15:04 WIB
Penulis: Yenglis Dongche
Editor: Jimmy Radjah

Per Agustus 2020, Utang Pemerintah Rp5.594 Triliun

Illutrasi (Foto: Kompas.com)

Infoanggaran.com, Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat utang pemerintah per Agustus 2020 mencapai Rp5.594,93 triliun. Jumlah itu naik sebanyak 19,5 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

"Kenaikan utang itu disebabkan oleh peningkatan kebutuhan pembiayaan untuk menangani masalah kesehatan dan pemulihan ekonomi nasional akibat Covid-19," tulis APBN KiTa, Rabu (23/9/2020).

Sebanyak 84,82 persen utang tersebut berasal dari Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp4.745,48 triliun. Rinciannya, Rp3.510,24 triliun SBN domestik yang terbagi menjadi Rp2.854,22 triliun Surat Utang Negara (SUN) dan Rp656,02 triliun Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Di samping utang domestik, pemerintah juga menerbitkan SBN dalam bentuk valas senilai Rp1.235,24 triliun. Utang valas ini terdiri atas Rp977,63 triliun dalam bentuk SUN dan Rp257,61 triliun dalam bentuk SBSN.

Selanjutnya, sekitar 15,18 persen utang pemerintah berbentuk pinjaman senilai Rp849,45 triliun. Rinciannya, Rp10,87 triliun pinjaman dalam negeri dan Rp838,59 triliun pinjaman luar negeri baik itu bilateral sebanyak Rp316,26 triliun, multilateral Rp477,52 triliun, dan bank komersial senilai Rp44,81 triliun.

Sementara itu penarikan pinjaman netto per Agustus 2020 mencapai Rp22 triliun atau setara 47 persen dari target Rp46,7 triliun selama 2020.

Angka ini naik 486,5 persen dari periode yang sama di Agustus 2019 karena waktu itu pemerintah berada dalam posisi membayar pinjaman netto senilai Rp5,7 triliun.

 

Defisit 6,34 Persen

Sejalan dengan peningkatan posisi utang, Kemenkeu juga mencatat peningkatan realisasi pembiayaan utang untuk menutupi defisit 2020 di angka 6,34 persen PDB.

Sementara, per Agustus 2020, realisasi pembiayaan utang sudah menyentuh Rp693,6 triliun atau setara 56,8 persen dari target pembiayaan utang selama 2020 Rp1.220,5 triliun.

Realisasi pembiayaan utang Agustus 2020 ini naik 143,3 persen dari periode yang sama di 2019.

Lebih rinci, penerbitan SBN netto per Agustus 2020 sudah mencapai Rp671,6 triliun atau 57,2 persen dari target Rp1.173,7 triliun di 2020. Penerbitan SBN netto per Agustus 2020 naik 131 persen dari 2019.

 

Melebar

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman menyebut beban utang bertambah karena adanya kemungkinan defisit APBN 2020 yang melebar dari target Perpres Nomor 72 Tahun 2020, yakni sebesar 6,34 persen.

"Kami akan monitor lagi angka defisitnya hingga akhir tahun," ujar Luky, Selasa (22/9/2020).

Selain itu, pelebaran defisit juga menyebabkan APBN dibebani biaya pembayaran bunga utang. Akan tetapi, untuk tahun ini pemerintah akan bersama dengan Bank Indonesia menanggung beban hingga biaya bunga utang.

Realisasi pembayaran bunga utang sampai dengan Agustus 2020 tercatat sebesar Rp196,5 triliun, atau naik 14 persen jika dibandingkan Agustus 2019.

Hal tersebut sejalan dengan tambahan penerbitan utang yang dilakukan untuk menutup peningkatan defisit APBN 2020 dan peningkatan pengeluaran pembiayaan. Hingga bulan lalu, defisit APBN telah mencapai Rp500,5 triliun, setara dengan 3,05 persen dari PDB.

Defisit terjadi karena belanja pemerintah melonjak sementara penerimaan perpajakan masih tertekan.

Tagar. #kemenkeu #Defisit APBN #krisis ekonomi #utang #utang luar negeri

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Jumat, 23 Oktober 2020, 15:31 WIB

Realisasi Capai 84 Persen, Komisi VIII Yakin Belanja Kemensos Tepat Sasaran

Realisasi anggaran Kemensos mencapai sebesar Rp112,6 triliun atau 84 persen dari total pagu Rp134 triliun.

selengkapnya
Realisasi Capai 84 Persen, Komisi VIII Yakin Belanja Kemensos Tepat Sasaran
Bamsoet Minta Menkeu Jelaskan Pemanfaatan ULN

Jumat, 23 Oktober 2020, 12:22 WIB

Bamsoet Minta Menkeu Jelaskan Pemanfaatan ULN