×
Kamis, 24 September 2020
loading content

Penyaluran Kredit Ultra Mikro PIP Capai Rp7 Triliun

Kamis, 17 September 2020, 12:09 WIB
Penulis: Yenglis Dongche
Editor: Jimmy Radjah

Penyaluran Kredit Ultra Mikro PIP Capai Rp7 Triliun

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Infoanggaran.com, Jakarta – Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Ririn Kadariyah mengatakan, PIP telah menyalurkan kredit Ultra Mikro (UMi) lebih dari Rp7 triliun hingga semester I 2020. Dana tersebut tersebar bagi 2.257.021 kreditur di 464 kabupaten/kota dari 34 provinsi di Indonesia.

“Dana itu disalurkan melalui 43 mitra penyalur (linkage) Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) berbentuk koperasi maupun BUMN yang bergerak di bidang jasa keuangan,” jelas Ririn, dalam webinar di Jakarta, Kamis (17/9/2020).

Berdasarkan data seluruh debitur, plafon pinjaman yang paling diminati adalah di bawah Rp2,5 juta yakni 49 persen. Kemudian plafon Rp2,5 juta -  Rp5 juta sebanyak 44 persen, Rp5 juta - Rp7,5 juta sebanyak 4 persen, dan yang lebih dari Rp7,5 juta hanya 3 persen.

Sementara berdasarkan jenis usaha peminjam, paling banyak ternyata yang bergerak di bidang perdagangan yang mencapai 95 persen. Sisanya, 3 persen dari sektor pertanian, perikanan dan perkebunan. Sedangkan sektor jasa dan pengolahan industri masing-masing 1 persen.

Lalu dari sisi peminjam, 94 persen debitur kredit ultra mikro merupakan perempuan, sedangkan 6 persen lainnya laki-laki.

Dilihat dari rentang usia, umur 40-49 tahun dan 50 tahun ke atas masing-masing 29 persen. Kemudian usia 30-39 tahun 27 persen, 20-29 tahun 14 persen, dan di bawah 20 tahun hanya 1 persen.

Pusat Investasi Pemerintah (PIP) merupakan unit organisasi non eselon di bidang pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah yang bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan.

Ultra Mikro (UMi) memberikan fasilitas maksimal Rp10 juta kepada debitur yang tidak dapat mengakses pembiayaan perbankan dan program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

 

Digitalisasi

Selain menyalurkan dana kredit, PIP juga melakukan pelatihan digitalisasi agar debitur UMi dapat menjangkau calon pembeli yang tidak dapat datang langsung ke tempat usahanya dan memperluas pasar mereka.

“Selama ini masih banyak kendala, seperti kurangnya pengetahuan dalam menggunakan sosial media, baik dari sisi fotografi produk yang menarik, penulisan caption yang mengundang rasa ingin tahu pembeli, perluasan jangkauan calon pembeli, dan lain sebagainya,” jelas Ririn.

Mengatasi hal itu, PIP dalam kapasitasnya sebagai Badan Layanan Umum yang menyalurkan pembiayaan UMi mencari jalan keluar terhadap kendala yang dihadapi oleh para pelaku usaha mikro ketika terjun ke dunia digital.

“Kami meyakini perubahan orientasi penjualan melalui dunia digital sebagai salah satu bentuk adaptasi kebiasaan baru bagi UMKM di Indonesia,” jelasnya.

Hal tersebut menjadi perhatian PIP, karena apabila pelaku usaha mikro gagal beradaptasi dengan kondisi saat ini, maka target penyaluran dan penyebaran pembiayaan Ultra Mikro akan terhambat.

Untuk itu, PIP juga menggandeng berbagai pihak untuk menyelesaikan persoalan tersebut, misalnya seperti Jagoan Indonesia.

Founder Jagoan Indonesia Dias Satria mengaku pihaknya digandeng oleh PIP untuk melakukan upgrading metode pemasaran secara online bagi pengusaha UMI.

“Ada tiga hal yang kami kembangkan, Social Media Handling, Connecting to marketplace dan Design Packing,” jelasnya.

 

Mengembangkan Usaha

Dari sisi kreditur, Rofik Purniawati dari Rofikves -- pemasok jamur Putih Semarang, mengakui bahwa pelatihan digitalisasi tidak mudah karena merupakan hal baru.

“Kami berharap dengan mengikuti pendampingan, usaha kami bisa lebih maju dan menjangkau pasar yang lebih luas,” katanya.

Selain itu, dia juga mengaku dengan adanya bantuan kredit ultra mikro membuat usaha budidaya jamur ini dapat berjalan dan mulai diterima oleh pasar di kota Semarang.

Senada, pengusaha Nadena Hijab Yogyakarta, Yuyun Wahyuni, mengakui bahwa usahanya juga berkembang dengan adanya kredit ultra mikro ini.

“Bisnis kami memang masih skala kecil. Pasar juga masih terbatas namun dengan adanya bantuan modal dan pelatihan online ini, bisnis kami berkembang lebih cepat karena lebih banyak orang menjadi tahu adanya produk Nadena Hijab,” tuturnya.

Tagar. #UMKM #kemenkeu #kredit ultra mikro #Pusat investasi pemerintah #lembaga keuangan

Berita Terkait
Pemerintah Ubah Alokasi Anggaran PEN 2021

Senin, 07 September 2020, 19:01 WIB

Pemerintah Ubah Alokasi Anggaran PEN 2021
Satgas Akui Salah Hitung Dana PEN UMKM

Sabtu, 05 September 2020, 16:27 WIB

Satgas Akui Salah Hitung Dana PEN UMKM
Pengusaha Muda Kunci Keluar dari Krisis Ekonomi

Rabu, 19 Agustus 2020, 00:00 WIB

Pengusaha Muda Kunci Keluar dari Krisis Ekonomi
Mau Belanja? Pilih Produk UMKM Saja

Rabu, 12 Agustus 2020, 13:18 WIB

Mau Belanja? Pilih Produk UMKM Saja
Artikel Lainnya

Rabu, 23 September 2020, 15:43 WIB

Anggaran Kemenag 2021 Naik Rp287,8 Miliar

Pagu anggaran Kemenag pada 2021 Rp66,96 triliun atau naik Rp287,8 miliar dari pagu indikatif dalam RAPBN 2021.

selengkapnya
Anggaran Kemenag 2021 Naik Rp287,8 Miliar