×
×
Sabtu, 02 Juli 2022
OBS 2019
loading content

Pengusaha Muda Kunci Keluar dari Krisis Ekonomi

Rabu, 19 Agustus 2020, 00:00 WIB
Penulis: Redaksi
Editor: Jimmy Radjah

Pengusaha Muda Kunci Keluar dari Krisis Ekonomi

Ilustrasi (Foto: Sindonews)

Infoanggaran.com, Jakarta – Para wirausahawan muda Indonesia diyakini bisa membawa ekonomi Indonesia lepas dari krisis yang disebabkan pandemi Covid-19.

Kesimpulan itu didapat dalam Webinar SDG Virtual Talks International Youth Day "Bisnis, SDG, dan Generasi Muda di Masa Pandemi", Selasa (18/8/2020).

Kepala Perwakilan United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia Christophe Bahuet mengatakan, semangat kewirausahaan muda di Indonesia tumbuh subur. Ada keinginan yang sangat besar dari kaum muda di Indonesia untuk mempunyai usaha sendiri dan berkontribusi bagi perekonomian nasional.

Dengan dukungan para wirausahawan muda, maka perekonomian Indonesia diyakini bisa pulih cepat. “Mereka dapat bangkit kembali lebih cepat dengan dukungan kuat yang ditargetkan di saat krisis seperti sekarang," kata Bahuet.

Senada, CEO Citi Indonesia, Batara Sianturi mengungkapkan, anak muda di Indonesia memegang kunci untuk mendorong negara keluar dari krisis melalui kewirausahaan.

Menurutnya, saat ini dunia tengah dihadapkan pada tantangan yang cukup besar, di mana pandemi Covid-19 ini telah dan akan mengubah cara  menjalani hidup.

"Terdapat sejumlah peluang serta kreativitas yang dihadirkan oleh para generasi muda guna memberikan manfaat positif bagi masyarakat," ujarnya.

Untuk itu, Batara berharap berbagai pihak bisa mencari ide serta solusi kreatif yang mendukung generasi muda Indonesia dapat terus berinovasi serta berkontribusi terhadap perekonomian bangsa di masa penuh tantangan seperti saat ini.

Batara mengakui anak muda berperan penting untuk menggerakkan ekonomi bangsa. Bukan hanya bisnis kecil, tetapi juga ada beberapa yang sudah menjadi unicorn, di mana awalnya digerakkan oleh anak muda.

“Karena itu, kami mendukung gerakan anak-anak muda terutama untuk membangun perekonomian nasional,” katanya.

Untuk itu, Asisten Deputi Kewirausahawan Muda Kemenpora Imam Gunawan, menyatakan pihaknya siap mendorong generasi muda untuk memulai bisnis dalam mendorong perekononian nasional.

“Kami memfokuskan gerakan menumbuhkan wirausaha. Setelah lahir maka di-follow up oleh Kemenko UKM,” kata Imam.

Selain itu, Kemenpora juga sedang berupaya untuk terus menguatkan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga untuk mendorong kewirausahaan pemuda.

 

Mayoritas Terdampak

Kendati demikian, tidak semua bisnis pengusaha muda dalam kondisi baik-baik saja.

Dalam survei yang dilakukan UNDP dan Citi Foundation terhadap 760 pengusaha muda, sebanyak 79 persen pengusaha muda terdampak negatif. Bahkan 21 persen di antaranya terpaksa harus menutup bisnisnya akibat imbas Covid-19.

Perwakilan Youth Co: Lab, Innovative Financing Lab UNDP Indonesia Lady Diandra merinci, dampak negatif covid-19 dirasakan responden dalam beberapa bentuk, seperti turunnya permintaan transaksi (45 persen), penurunan permintaan investor untuk berusaha (15 persen), dan tantangan dari rantai pasok, kepercayaan pasar, dan distribusi (kurang dari 10 persen).

Yang paling mengejutkan, sebanyak 91 persen responden mengatakan tidak mengetahui adanya bantuan kepada pengusaha muda.

"Mereka sama sekali tidak aware terhadap tersedianya bantuan," ujar Lady.

Kendati demikian, 84 persen di antara mereka membentuk komunitas pengusaha muda untuk meningkatkan optimisme di tengah ketidakpastian ekonomi.

Hal itu senada dengan pernyataan Co-Founder Fore Coffee Elisa Suteja. Dia menuturkan bahwa pihaknya melakukan kerja sama dan diskusi di antara sesama pebisnis yang bergerak di bidang yang sama.

“Sejak pandemi, kami melakukan penjualan online dan meluncurkan produk baru dengan penjualan literan dan ini bukan ide hal luar biasa karena hampir semua pemain kopi sudah melakukan hal sama,” katanya.

Selain itu, pegawai yang terpaksa dirumahkan karena dampak pandemi, bisa menjadi reseller pejualan kopi literan ini.

Ide tersebut tercetus dari hasil diskusi bersama dengan pengusaha kopi. Sebagian besar pengusaha tersebut juga melakukan transisi pada konsumsi rumahan.

 

Kreativitas dan Strategi

Dari sisi pariwisata, Co-Founder dorm.id dan Berdayakrui, Ade N Safrina Nasution, mengungkapkan, pandemi telah secara dramatis mengubah cara bekerja dan hidup. Meskipun demikian, hal itu dinilai lebih baik ketimbang membiarkan situasi berjalan dengan tidak terkendali.

Akibat pandemi, diketahui sektor pariwisata adalah yang paling terdampak.

Oleh sebab itu, Ade memutuskan untuk mengatur ulang strategi dan mengambil tindakan untuk mengantisipasi perubahan permintaan. "Uang dan peluang masih ada, tetapi prioritas telah berubah, jadi kita harus menyesuaikan model bisnis kita," jelasnya.

Selain itu, strategi marketingnya juga lebih ke servis yang disukai oleh warga lokal, karena yang menjadi tamu juga kebanyakan dari lokal.

Ade juga mengatakan kalau dukungan dari pemerintah perlu dalam mendorong pariwisata dalam kondisi sekarang ini adalah dengan memberikan kampanye untuk masyarakat agar tetap di rumah.

“Kalau lebih baik, pariwisata sudah tidak perlu lagi jauh-jauh, lebih baik menjelajahi Indonesia,” katanya.

Tagar. #resesi ekonomi #UMKM #UKM #pemulihan ekonomi nasional #pengusaha muda #krisis ekonomi #SDG

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Rabu, 25 Mei 2022, 17:31 WIB

Anggaran Pemilu Belum Cair Seluruhnya

Pencairan ini sangat krusial lantaran tahapan pendaftaran partai dan verifikasi partai akan mulai pada Agustus dan Desember.

selengkapnya
Anggaran Pemilu Belum Cair Seluruhnya