×
×
Selasa, 18 Januari 2022
OBS 2019
loading content

Penduduk Miskin Indonesia Meningkat Jadi 27,6 Juta Orang

Senin, 15 Februari 2021, 17:57 WIB
Penulis: Redaksi
Editor: Jimmy Radjah

Penduduk Miskin Indonesia Meningkat Jadi  27,6 Juta Orang

Ilustrasi (Foto: Radar Bogor)

Infoanggaran.com, Jakarta Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap data jumlah penduduk miskin di Indonesia tembus 27,55 juta per September 2020 atau 10,19 persen dari total populasi nasional. Populasi itu meningkat sebesar 9,78 persen jika dibandingkan dengan data penduduk miskin pada Maret 2020 yang berads di angka 26,42 juta orang.

"Persentase penduduk miskin meningkat dari 9,78 persen menjadi 10,19 persen atau setara 27,55 juta orang," tutur Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers daring, Senin (15/2/2021).

Kendati naik, Suhariyanto mengklaim realisasinya masih di bawah prediksi lembaga internasional. Bank Dunia sebelumnya memperkirakan tingkat kemiskinan Indonesia naik menjadi 10,7 persen sampai 11,6 persen kalau tidak ada bantuan dari pemerintah.

"Memang ada kenaikan, tapi kenaikannya tidak sedalam yang diperkirakan oleh Bank Dunia," imbuhnya.

Program perlindungan sosial yang diberikan pemerintah, kata dia, sangat membantu untuk lapisan bawah.

“Apalagi disampaikan pemerintah bakal perluas bantuannya tidak hanya 40 persen tetapi juga melebar hingga 60 persen masyarakat di kelas bawah,” tandas Suhariyanto. 

 

Akibat Pandemi

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa peningkatan jumlah penduduk miskin terjadi karena tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

"Pandemi Covid-19 memberi dampak yang luar biasa buruk pada kesehatan, ekonomi, dan perubahan perilaku. Kita berharap pandemi tidak terjadi lagi di masa depan," katanya.

Pandemi Covid-19 menghantam berbagai lapisan masyarakat, mulai dari bawah ke atas. Untuk kalangan bawah, sekitar 7 dari 10 responden mengaku pendapatannya turun. "Sementara kalangan atas hanya 3 dari 10 yang turun pendapatannya," imbuhnya.

Tak hanya itu, pandemi juga membuat pertumbuhan ekonomi terkontraksi dalam tiga kuartal berturut-turut dan merupakan yang terburuk sejak 1998. Laju inflasi rendah, meski tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi semua negara.

"Permintaan sangat lemah sehingga permintaan di berbagai negara turun tajam, bahkan beberapa negara mengalami kontraksi," jelasnya.

Selain itu, pandemi Covid-19 juga turut menaikkan tingkat pengangguran terbuka naik dari 5,23 persen menjadi 7,07 persen per Agustus 2020. “Di mana 2,56 juta penduduk menjadi pengangguran,” tuturnya.

 

Tingkat Kemiskinan

Suhariyanto merinci, jumlah penduduk miskin di desa meningkat dari 12,82 persen menjadi 13,2 persen per September 2020. Sementara di kota naik dari 7,38 persen menjadi 7,88 persen dari total populasi.

"Covid-19 lebih berdampak ke perkotaan. Penduduk miskin di perkotaan naik karena pandemi Covid-19," terang dia.

BPS mencatat garis kemiskinan sebesar Rp458.947 per kapita per bulan pada September 2020. Jumlahnya naik dari Rp454.652 per kapita per bulan pada Maret 2020.

"Komoditas yang memberi pengaruh ke garis kemiskinan tidak berubah, yaitu beras, rokok kretek filter, dan telur ayam ras," paparnya.

Sebagai informasi, beberapa harga komoditas mengalami penurunan, seperti beras turun 0,49 persen, daging ayam ras 3,52 persen, gula pasir 6,54 persen, cabai rawit 32,37 persen.

Tagar. #kemiskinan #BPS #penduduk miskin #tingkat kemiskinan

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Senin, 17 Januari 2022, 17:00 WIB

ESDM Kantongi PNBP Panas Bumi Rp1,92 Triliun

Capaian tersebut sebesar 134 persen dari target Rp1,43 triliun.

selengkapnya
ESDM Kantongi PNBP Panas Bumi Rp1,92 Triliun
Anggaran PEN 2022 Turun 39 Persen

Senin, 17 Januari 2022, 15:00 WIB

Anggaran PEN 2022 Turun 39 Persen