×
×
Kamis, 23 September 2021
OBS 2019
loading content

Pendapatan Negara Anjlok 15,1 Persen

Senin, 21 Desember 2020, 15:17 WIB
Penulis: Maryono
Editor: Jimmy Radjah

Pendapatan Negara Anjlok 15,1 Persen

Ilustrasi. (tribunnews.com)

Infoanggaran.com, Jakarta - Realisasi pendapatan negara hingga November 2020 baru sebesar Rp1.432 triliun. Angka ini setara 84,24 persen dari target yang mencapai Rp1.699,9 triliun dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2020.

"Dibandingkan tahun lalu pada November yang sudah mencapai Rp1.676 triliun, kita mengalami kontraksi pendapatan negara 15,1 persen," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN, Senin (21/12/2020).

Rinciannya, mengacu paparan Sri Mulyani, total realisasi pendapatan negara itu terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp1.108,8 triliun, yang mencapai sekitar 78,9 persen dari target Rp1.404,5 triliun.

Lalu penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp304,9 triliun. Meski realisasinya lebih dari 100 persen dari target, kata Sri Mulyani, "dibandingkan tahun lalu di mana bulan November kita mengumpulkan PNBP Rp362,7 triliun, maka angka Rp304,9 triliun terkontraksi 15,9 persen".

Sedangkan realisasi pendapatan negara dari hibah hingga November 2020 mencapai Rp9,3 triliun.

 

Belanja Negara Tumbuh 12,7 Persen

Di tengah pendapatan negara yang mengalami kontraksi, realisasi belanja negara justru semakin membengkak. Hingga November 2020, belanja negara sudah mencapai Rp2.306,7 triliun.

Kendati baru 84,2 persen dari total pagu Rp2.739 triliun, kata Sri Mulyani, "belanja negara tumbuh 12,7 persen dibandingkan bulan November tahun lalu yang belanja negaranya hanya Rp2.046 triliun".

Akibat ketimpangan antara pendapatan dan belanja, APBN 2020 mengalami defisit sebesar Rp883,7 triliun atau 5,6 persen terhadap pendapatan domestik bruto (PDB). "Kenaikan defisit yang sangat besar dibandingkan tahun lalu," terang Sri Mulyani.

Belanja negara Rp2.306,7 triliun itu direalisasikan lewat belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.558,7 triliun. Menurut Sri Mulyani, realisasi belanja pemerintah pusat mengalami pertumbuhan sebesar 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1.293 triliun.

Sisanya sebesar Rp748 triliun dibelanjakan melalui transfer ke daerah dan dana desa (TKDD). "Tahun lalu kita membelanjakan ke daerah Rp752,9 triliun pada bulan November. Jadi, sedikit mengalami kontraksi 0,7 persen," tukas Sri Mulyani.

Tagar. #defisit #belanja negara #pendapatan negara

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Rabu, 22 September 2021, 23:03 WIB

Komisi XI DPR Ragu Core Tax System Efektif Dulang Pajak

Saat ini Kemenkeu sedang mematangkan pembuatan core tax system sebagai upaya dukungan peningkatan potensi penerimaan negara.

selengkapnya
Komisi XI DPR Ragu Core Tax System Efektif Dulang Pajak