×
×
Selasa, 18 Januari 2022
OBS 2019
loading content

Pemerintah Yakin Transisi Energi Bisa Nol Emisi

Selasa, 30 November 2021, 12:23 WIB
Penulis: Maryono
Editor: Jimmy Radjah

Pemerintah Yakin Transisi Energi Bisa Nol Emisi

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto. (Youtube SKK Migas)

Infoanggaran.com, Jakarta – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, pemerintah meyakini bisa melakukan transisi energi dari energi kotor menuju energi yang ramah lingkungan demi mengurangi emisi karbon di Indonesia.

Terlebih, kata Airlangga, Presiden Jokowi sendiri acap kali mengingatkan jajarannya agar siap menghadapi era baru menuju net zero emmision (nol emisi) pada 2060 mendatang. Bahkan pemerintah juga terus mengembangkan berbagai kebijakan hijau seperti pengembangan B30 hingga B100.

“Kemudian, bioavtur yang harus terus dilakukan serta penggunaan teknologi ramah lingkungan di sektor transportasi maupun industri,” ujar Airlangga secara virtual dalam acara International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2021 di Bali, Selasa (30/11/2021).

Airlangga mengatakan, komitmen transisi energi juga dilakukan melalui peningkatan penggunaan energi baru terbarukan (EBT) dengan terus memperhatikan kecukupan energi guna mendukung kegiatan perekonomian.

“Dengan demikian Indonesia bisa membuat terobosan terkait dengan percepatan EBT dibandingkan rencana awal,” sebut Airlangga.

Bahkan, badan usaha yang bersinggungan energi fosil sudah diminta untuk membuat perencanaan matang guna menghadapi era baru. “Oleh karena itu, kunci dari hal tersebut adalah bekerja maksimal dengan menggunakan energi hijau sehingga produk yang dihasilkan adalah yang ramah lingkungan dan tentunya bisa mendukung capaian pengurangan emisi karbon,” imbuh Ketua Umum Golkar itu.

 

Masih Butuh Fosil

Airlangga Hartanto tidak menampik bahwa pemerintah saat ini belum bisa meninggalkan sepenuhnya energi fosil alias masih membutuhkan energi kotor, terutama minyak dan gas bumi (migas) sebagai sumber energi dan bahan baku utama.

Bahkan pemerintah menargetkan peningkatan produksi mencapai 1 juta barel per hari dan 12 miliar standar kaki kubik per hari pada 2030 mendatang.

“Industri hulu migas punya peran penting untuk meningkatkan dan menciptakan multiplier effect untuk industri hilir seperti pupuk dan petrokimia,” imbuh Airlangga.

Di samping itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga memberikan dukungan untuk memberikan harga gas kepada industri tertentu agar lebih kompetitif sehingga banyak industri sektor hilir mampu bersaing dan mengekspor produknya.

“Kebijakan tersebut perlu diapresiasi dan diharapkan agar hilir dari kegiatan hulu migas bisa berkembang sehingga tidak hanya berkontribusi bagi pendapatan negara tapi juga penciptaan lapangan pekerjaan dan ekonomi makro,” ujar Airlangga.

Kendati begitu, pemerintah cukup serius peningkatan produksi migas akan dibarengi dengan upaya pengurangan emisi karbon. Airlangga mengatakan, SKK Migas sebagai lembaga yang mengelola kegiatan usaha hulu migas telah membuat perencanaan untuk menekan emisi karbon yang dihasilkan oleh kegiatan-kegiatan di hulu migas.

 

Tagar. #transisi energi #energi hijau #airlangga hartarto #emisi karbon #Net Zero Emission

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Senin, 17 Januari 2022, 17:00 WIB

ESDM Kantongi PNBP Panas Bumi Rp1,92 Triliun

Capaian tersebut sebesar 134 persen dari target Rp1,43 triliun.

selengkapnya
ESDM Kantongi PNBP Panas Bumi Rp1,92 Triliun
Anggaran PEN 2022 Turun 39 Persen

Senin, 17 Januari 2022, 15:00 WIB

Anggaran PEN 2022 Turun 39 Persen