×
Kamis, 24 September 2020
loading content

Pemerintah Ubah Alokasi Anggaran PEN 2021

Senin, 07 September 2020, 19:01 WIB
Penulis: Yenglis Dongche
Editor: Jimmy Radjah

Pemerintah Ubah Alokasi Anggaran PEN 2021

Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Akurat.Co)

Infoanggaran.com, Jakarta – Pemerintah kemungkinan melakukan perubahan alokasi anggaran untuk Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021. Saat ini diskusi internal antara presiden dan beberapa menteri lainnya terkait perubahan alokasi anggaran masih terus bergulir.

“Bapak Presiden dan beberapa menteri masih akan tetap melakukan perubahan alokasi,” tutur Menteri Keuangan Sri Mulyani, Senin (7/92020).

Kemenkeu, kata Sri, mencoba mengantisipasi segala kemungkinan, termasuk bantuan sosial (bansos) apakah akan diperpanjang atau berhenti. Dengan demikian, akan beberapa pos anggaran nantinya akan ada yang berubah.

Namun, Kemenkeu tetap fleksibel dengan kebutuhan penanganan pandemi Covid-19 dengan tetap menjaga disiplin fiskal tahun depan.

“Kemenkeu harus fleksibel dalam melihat berbagai dinamika, tapi tetap menerapkan disiplin fiskal,” tegas Sri Mulyani.

Untuk mendukung hal tersebut, Bendahara negara ini meminta agar DPR, terutama komisi XI, bisa memahami situasi yang mengharuskan pihaknya untuk bersikap fleksibel.

Lebih lanjut, Sri juga menyinggung antisipasi dalam menghadapi Covid-19 pada tahun depan meskipun vaksin diperkirakan ditemukan akhir tahun ini.

“Tampaknya 2021 masih akan tetap ada beberapa Program PEN dan penanganan Covid-19, meskipun ada harapan pada vaksin,” jelasnya.

Anggaran PEN 2021 sebesar Rp356,5 triliun atau lebih rendah Rp338,7 triliun dibandingkan alokasi pada 2020 yang sebesar Rp695,2 triliun.

Rinciannya, bidang kesehatan sebesar Rp25,4 triliun, perlindungan sosial Rp110,2 triliun, dukungan UMKM Rp48,8 triliun.

Selanjutnya untuk pembiayaan korporasi Rp14,9 triliun, pembiayaan sektoral dan pemda Rp136,7 triliun, dan insentif usaha sebanyak Rp20,4 triliun.

 

Realisasi PEN Lamban

Secara terpisah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan PEN (PC-PEN) Airlangga Hartarto mengakui realisasi anggaran PEN 2020 baru mencapai Rp211,6 triliun atau 30,43 persen dari total anggaran Rp695,2 triliun per 31 Agustus. Itulah sebabnya anggaran PEN untuk 2021 berkurang.

“Realisasi anggaran PEN 2020 memang melambat,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sekaligus Wamen BUMN Budi Gunadi Sadikin mengakui kalau pemerintah salah menghitung besaran anggaran PEN untuk subsidi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Kesalahan tersebut membuat anggaran yang disediakan mencapai Rp35 triliun. Akibatnya, realisasi penggunaan anggaran subsidi UMKM baru terserap sebesar Rp3 triliun.

“Paling banter dana yang akan terserap maksimal Rp10 triliun, sehingga masih akan ada sekitar Rp25 triliun dana yang menganggur,” jelas Budi.

Dana berlebih tersebut disebutnya akan disubsidi silang untuk program UMKM lainnya.

Tagar. #airlangga hartarto #sri mulyani #UMKM #kemenkeu #pemulihan ekonomi nasional #APBN 2021 #PEN 2021

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Rabu, 23 September 2020, 15:43 WIB

Anggaran Kemenag 2021 Naik Rp287,8 Miliar

Pagu anggaran Kemenag pada 2021 Rp66,96 triliun atau naik Rp287,8 miliar dari pagu indikatif dalam RAPBN 2021.

selengkapnya
Anggaran Kemenag 2021 Naik Rp287,8 Miliar