×
×
Jumat, 25 Juni 2021
OBS 2019
loading content

Pemerintah Sudah Tunjukkan Komitmen Atasi Dampak Perubahan Iklim

Jumat, 11 Juni 2021, 17:05 WIB
Penulis: Maryono
Editor: Jimmy Radjah

Pemerintah Sudah Tunjukkan Komitmen Atasi Dampak Perubahan Iklim

Ilustrasi. (gatra.com)

Infoanggaran.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan bahwa pemerintah sudah menunjukkan komitmennya mengatasi dampak perubahan iklim. Komitmen ini untuk memenuhi komitmen National Determine Contribution (NDC) mengenai penurunan emisi karbon sebesar 29 persen dengan usaha sendiri atau 41 persen dengan dukungan internasional.

"Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan langkah-langkah yang cukup signifikan dan luar biasa beberapa tahun terakhir. Indonesia bahkan sudah mencapai hal yang cukup menggembirakan di bidang deforestasi yang dicegah," ujar Sri Mulyani dalam webinar “Climate Change Challenge: Preparing for Indonesia’s Green and Sustainable Future”, Jumat (11/6/2021).

Bukan hanya itu, komitmen keterlibatan Indonesia untuk turut serta mengatasi isu perubahan iklim telah diturunkan dalam berbagai kebijakan dan program.

Bahkan, Kemenkeu sejak 2016 ikut aktif mendorong dan memfasilitasi berbagai program pengendalian dampak perubahan iklim dengan cara melakukan climate budget tagging.

“Tujuannya untuk menunjukkan secara transparan berapa yang dialokasikan APBN untuk meng-address isu climate change ini,” jelas Menkeu.

Lebih lanjut, dia mengapresiasi upaya yang telah dilakukan berbagai pihak guna menurunkan emisi karbon yang akan memberikan manfaat sangat besar bagi Indonesia.

"Kami dari pemerintah akan mencoba terus merumuskan kebijakan, mengembangkan berbagai instrumen pembiayaan, dan menciptakan program-program yang juga konsisten dengan climate change ini,” imbuh Sri.

Bahkan, Indonesia kerap kali diminta untuk berperan aktif mengajak negara lain menurunkan emisi karbon di dunia Internasional.

"Dalam diplomasi dan politik luar negeri, kita diharapkan bisa meminta komitmen negara-negara terutama negara maju di dalam memenuhi konsekuensi sumber daya yang dibutuhkan untuk transformasi ekonomi dari high carbon menjadi low carbon atau bahkan zero carbon emission,” tutur Menkeu.

 

Ancaman Besar

Menkeu melanjutkan, isu perubahan iklim merupakan ancaman besar dunia, lebih-lebih Indonesia. Menurut berbagai studi, dampak perubahan iklim akan sangat dahsyat sama seperti pandemi Covid-19.

"Semuanya saat ini me-refer kepada laporan United Nations Environment Programme (UNEP) mengenai kesenjangan emisi,” jelas Sri Mulyani.

Berdasarkan laporan UNEP, suhu dunia saat ini 1,1 derajat celcius lebih hangat dibandingkan saat dunia belum mengalami industrialisasi yang begitu mengubah global ekonomi saat ini.

Menurut Sri, temperatur dunia menjadi lebih hangat 1,1 derajat celcius merupakan konsekuensi yang sudah sangat luar biasa di berbagai belahan dunia. Sehingga, bukan tidak mungkin terjadi fenomena yang cukup katastropik.

Terlebih, dampaknya bagi Indonesia yang notabene sebagai negara kepulauan. "Kenaikan suhu atau temperatur bumi identik dengan kenaikan permukaan laut karena es yang ada di kutub utara dan kutub selatan akan mencair, dan itu cukup untuk meningkatkan permukaan laut," pungkas Menkeu.

Tagar. #kemenkeu #perubahan iklim #anggaran perubahan iklim #pembangunan rendah karbon

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Jumat, 25 Juni 2021, 12:59 WIB

Tidak Tepat Sasaran Rp1,18 T, BPUM Harus Dievaluasi Total

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan penyaluran Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang tidak tepat sasaran mencapai Rp1,18 triliun.

selengkapnya
Tidak Tepat Sasaran Rp1,18 T, BPUM Harus Dievaluasi Total