×
Kamis, 24 September 2020
loading content

Pemerintah Klaim Target Pertumbuhan Ekonomi 2021 Realistis

Selasa, 01 September 2020, 14:59 WIB
Penulis: Maryono
Editor: Jimmy Radjah

Pemerintah Klaim Target Pertumbuhan Ekonomi 2021 Realistis

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi (liputan6.com)

Infoanggaran.com, Jakarta - Pemerintah meyakini target pertumbuhan ekonomi sebesar 4,5 – 5,5 persen pada 2021 masih bisa diwujudkan sekalipun ketidakpastian ekonomi akibat pandemi Covid-19 masih tinggi.

“Pemerintah berkeyakinan bahwa pertumbuhan ekonomi sebesar 4,5 persen hingga 5,5 persen adalah cukup realistis,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani saat menyampaikan tanggapan pemerintah atas pandangan umum fraksi terkait RUU APBN 2020 di Sidang Paripurna DPR RI, Selasa (1/9/2020).

Terlebih, kata Sri, sejumlah lembaga-lembaga internasional juga memperkirakan ekonomi Indonesia bakal pulih pada tahun mendatang. Misalnya, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6,1 persen, Bank Dunia memproyeksikan 4,8 persen, dan ADB (Asian Development Bank) sebesar 5,3 persen.

Kendati Demikian, Sri menyadari bahwa pertumbuhan ekonomi pada 2021 sangat tergantung dari sejauh mana keberhasilan penanganan pandemi - termasuk riset vaksin, pemulihan perekonomian global, dan reformasi struktural demi meningkatkan kepercayaan investasi.

Tidak hanya tiga faktor tersebut, pemerintah juga meyakini penanganan pandemi yang menyeluruh menjadi kunci dalam merealisasikan target pertumbuhan ekonomi 4,5 – 5,5 persen.

“Oleh karena itu, pemerintah mengalokasikan untuk keberlanjutan pemulihan ekonomi nasional (PEN) pada 2021 sebesar Rp356,5 triliun,” tutur Sri Mulyani.

Bendahara umum negara itu memaparkan, dana tersebut bakal diprioritaskan untuk penyediaan dan distribusi vaksin, bantuan sosial guna mendukung daya beli masyarakat, serta dukungan bagi dunia usaha (UMKM dan koperasi) yang terdampak.

 

Kompenen Penggerak

Komponen lainnya yang membuat pemerintah pede menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 5,5 persen adalah permintaan domestik - terutama konsumsi dan investasi - bakal kembali pulih pada 2021.

Dari sisi konsumsi, pemerintah akan berkomitmen menjaga stabilitas tingkat inflasi sehingga bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat untuk melakukan aktifitas belanja. Sementara investasi diperkirakan mengalami pertumbuhan yang pesat sejalan keberhasilan pembangunan infrastruktur dan reformasi struktural.

“Komponen ini diperkirakan akan berfungsi sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional,” tukas Sri Mulyani.

Selain itu, pemerintah juga memperkirakan kinerja ekspor bakal mengalami perbaikan. Kendati masih sangat tergantung dengan kondisi pemulihan ekonomi global, pemerintah akan mendorong ekspor melalui perluasan negara tujuan ekspor yang potensian dan diversifikasi produk ekspor.

“Sementara impor diarahkan kepada pemenuhuan kebutuhan domestik sesuai dengan prioritas nasional terutama untuk bahan baku dan barang modal,” imbuh Sri Mulyani.

Begitu pula dari sisi produksi. Pemerintah menilai bahwa 2021 menjadi tahun pemulihan sekaligus momentum untuk reformasi struktural guna mendorong produktifitas dan daya saing industri manufaktur.

“Sektor industri pengolahan diharapkan kembali engines of growth dengan dukungan berbagai upaya kebijakan pemulihhan dan upaya revitalisasi,” terang Sri.

Sebagai penopang pertumbuhan ekonomi pada 2021, Sri mengatakan bahwa pemerintah tetap memprioritas kan ketahanan pangan dan ketahanan energi.

Selain itu, pemerintah akan terus mendorong pemerataan akses penduduk terhadap kebutuhan dasar seprti ketersediaan pangan dan papan, fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan,” pungkas Sri Mulyani.

Tagar. #pertumbuhan ekonomi #pemulihan ekonomi nasional #apbn #rapbn 2021

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Kamis, 24 September 2020, 15:04 WIB

Per Agustus 2020, Utang Pemerintah Rp5.594 Triliun

Kenaikan utang itu disebabkan oleh peningkatan kebutuhan pembiayaan untuk menangani masalah kesehatan dan pemulihan ekonomi nasional akibat Covid-19.

selengkapnya
Per Agustus 2020, Utang Pemerintah Rp5.594 Triliun
Anggaran Kemenag 2021 Naik Rp287,8 Miliar

Rabu, 23 September 2020, 15:43 WIB

Anggaran Kemenag 2021 Naik Rp287,8 Miliar