×
×
Kamis, 09 Desember 2021
OBS 2019
loading content

Pandemi Covid-19 Bukan Kendala Perbaiki Lingkungan Hidup

Jumat, 05 November 2021, 13:09 WIB
Penulis: Maryono
Editor: Jimmy Radjah

Pandemi Covid-19 Bukan Kendala Perbaiki Lingkungan Hidup

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman. (Youtube Kemenkeu RI).

Infoanggaran.com, Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyampaikan, pandemi Covid-19 bukan menjadi tantangan apalagi kendala, melainkan momentum untuk terus memperbaiki lingkungan hidup.

“Seharusnya itu menjadi peluang untuk bisa menghasilkan pola hidup yang lebih baik, efisien, dan sehat,” ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu Luky Alfirman dalam webinar bertajuk "Green Lifestyle", Jumat (5/11/2021).

Menurut Luky, Kemenkeu sendiri telah menghasilkan berbagai budaya dan perbaikan sistem kerja selama pandemi. Contohnya, penggunaan office automation system yang bertujuan untuk mengurangi penggunaan kertas, peningkatan kecepatan, ketepatan, dan keamanan kerja di kantor, serta meningkatkan produktivitas kerja.

"Ke depannya, kita akan menerapkan kebijakan ruang kerja kolaboratif, suatu konsep mekanisme ruang dan sistem kerja yang mengedepankan produktifitas dan kolaborasi tanpa batasan ruang dan waktu,” sebut dia.

Luky mengatakan, perbaikan sistem kerja yang dilakukan Kemenkeu tidak sekadar bertujuan untuk meningkaatkan kerja semata. "Namun secara holistik dan humanis berdampak pada pengurangan sampah, efisiensi energi, dan mengurangi produksi karbon dari aktivitas pola kerja konvensional."

Oleh sebab itu Luky mengajak semua pihak menyingsingkan lengan baju guna menjaga lingkungan hidup. Apalagi, saat ini Indonesia tengah menghadapi ancaman katastropik, yaitu perubahan iklim.

"Mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus menyingsingkan lengan baju bersama-sama memperbaiki dan memelihara lingkungan hidup sehingga kita bisa mewariskan lingkungan hidup yang baik kepada generasi mendatang,” kata Luky.

Menurut Luky, saat ini penting bagi semua pihak mempunyai kesadaran bahwa lingkungan hidup harus ditangani secara serius. "Karena ini menyangkut keberlanjutan kehidupan manusia di muka bumi,” jelas dia.

 

Serius

Di bagian lain, Luky mengungkapkan bahwa pemerintah cukup serius dalam merespons isu lingkungan. Salah satunya terlihat dari adanya unit eselon II, yaitu Pusat Kebijakaan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral (PKPPIM) yang bertugas menangani pembiayaan terkait perubahan iklim.

Selain itu, Indonesia turut berperan aktif dalam berbagai forum baik multilateral maupun bilateral. “Bahkan baru saja Presiden Jokowi dalam forum perubahan iklim di Glasgow, Skotlandia pada 1 November (2021) kemarin telah berkomitmen untuk menyudahi serta memulihkan hilangnya area hutan pada akhir 2030,” kata Luky.

Dia menambahkan,  pemerintah juga telah melakukan berbagai inovasi kebiakan fiskal yang lebih hijau.  Creative financing ini salah satunya melalui penerbitan green sukuk pada 2018 di pasar global dan 2019 di pasar domestik.

“Indonesia menjadi penerbit green sukuk global pertama dan sekaligus terbesar di dunia,” jelas dia.

Dia lalu mencontohkan tujuan penerbitan green sukuk ritel. Selain untuk membiayai proyek-proyek yang ramah lingkungan, green sukuk yang diterbitkan secara domestik ini bertujuan meningkatkan kesadaran kepada investor bahwa investasi tidak hanya mencari keuntungan, melainkan juga harus bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Tagar. #kemenkeu #pandemi covid-19 #Lingkungan #mitigasi perubahan ilklim #perubahan iklim

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Kamis, 09 Desember 2021, 19:55 WIB

Draf RUU TPKS Juga Mengatur Kekerasan Seksual Berbasis Digital

Salah satu pasal dalam draf RUU TPKS ini mengatur soal kekerasan seksual berbasis digital, yang kian sering terjadi akhir-akhir ini.

selengkapnya
Draf RUU TPKS Juga Mengatur Kekerasan Seksual Berbasis Digital