×
×
Sabtu, 23 Oktober 2021
OBS 2019
loading content

Menkeu: Sektor Keuangan Sulit Berkontribusi dalam Pemulihan Ekonomi

Selasa, 03 Agustus 2021, 19:16 WIB
Penulis: Maryono
Editor: Jimmy Radjah

Menkeu: Sektor Keuangan Sulit Berkontribusi dalam Pemulihan Ekonomi

Ilustrasi. (republika.co.id).

Infoanggaran.com, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan bahwa sektor keuangan masih sulit berkontribusi secara optimal dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional pada tahun anggaran 2021. 

Sri Mulyani mengatakan hal tersebut lantaran sektor perbankan yang notabene mendominasi sektor keuangan masih melakukan konsolidasi akibat pandemi. 

Terlebih, mayoritas perbankan masih tertekan dan tak dapat menyalurkan kredit di tengah pandemi covid-19. Menurut Sri Mulyani, saat ini perbankan juga masih melakukan proses restrukturisasi kredit. 

"Dan ini berarti credit growth kita negatif, akan sangat sulit memulihkan ekonomi sebelum sektor keuangan memulihkan credit growth-nya," terang Sri Mulyani dalam acara webinar, Selasa (3/8/2021).

Ani membeberkan, kontribusi sektor keuangan di Indonesia terbilang rendah ketimbang dengan negara-negara di Asia, terutama menyangkut rasio aset perbankan terhadap produk domestik bruto (PDB). 

"Semua dalam rasio terhadap PDB masih termasuk yang paling rendah di Asia dibandingkan dengan Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina," imbuh dia. 

 

Salurkan Kredit 

Lebih lanjut, Sri Mulyani berharap berharap sektor keuangan bisa segara pulih secara bertahap sehingga bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi secara optimal. 

Dia lalu menekankan pentingnya perbankan kembali menyalurkan kredit agar fungsi intermediasi bisa berjalan. 

"Kita berharap sektor keuangan akan terus secara bertahap mengembalikan fungsi intermediasi terutama dari sisi kredit channeling," kata dia. 

Kalau fungsi intermediasi berjalan, Menkeu yakin perbankan mampu berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi. Sebab, perputaran uang berjalan kembali. 

Dia mengatakan, pemerintah tidak akan bisa menjalankan fungsi perputaran uang sendirian, meski anggaran program pemulihan ekonomi nasional ditambah menjadi Rp744,75 triliun. 

Terlepas dari itu, Sri Mulyani menyampaikan bahwa sektor keuangan sebenarnya punya kesempatan mengalami pertumbuhan saat pandemi dengan memanfaatkan teknologi digital. Apalagi, pandemi telah mempercepat penetrasi digital di kalangan masyarakat. 

Ani berharap sektor keuangan, termasuk perbankan, memanfaatkan peluang tersebut. Terlebih, sektor ini masih punya pekerjaan besar untuk meningkatkan kedalaman pasar keuangan. 

"Kita perlu mencari cara untuk meningkatkan kedalaman pasar keuangan atau literasinya karena orang tidak bisa terjun masuk dalam sektor keuangan tanpa memiliki basic literacy," pungkas Ani.

Tagar. #kemenkeu #pemulihan ekonomi nasional #pandemi covid-19 #industri keuangan #Perbankan

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Jumat, 22 Oktober 2021, 14:42 WIB

ICJR: Reformasi Peradilan Pidana Stagnan, Respons Pemerintah Minim

Substansi RKUHP masih berpotensi menghadirkan overkriminalisasi dengan adanya sejumlah pasal karet.

selengkapnya
ICJR: Reformasi Peradilan Pidana Stagnan, Respons Pemerintah Minim
Proyek Kereta Cepat Tidak Boleh Pakai SiLPA APBN

Kamis, 21 Oktober 2021, 16:28 WIB

Proyek Kereta Cepat Tidak Boleh Pakai SiLPA APBN
Hadapi Ancaman Katastropik, APBN Bisa 'Lumpuh'

Selasa, 19 Oktober 2021, 19:56 WIB

Hadapi Ancaman Katastropik, APBN Bisa 'Lumpuh'
DBH-DAU Tak Lagi Wajib Dialokasikan untuk Covid-19

Selasa, 19 Oktober 2021, 11:24 WIB

DBH-DAU Tak Lagi Wajib Dialokasikan untuk Covid-19