×
×
Senin, 01 Maret 2021
OBS 2019
loading content

Mekanisme Vaksin Mandiri Segera Diputuskan

Kamis, 21 Januari 2021, 15:50 WIB
Penulis: Yenglis Dongche
Editor: Jimmy Radjah

Mekanisme Vaksin Mandiri Segera Diputuskan

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Infoanggaran.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera memutuskan mekanisme vaksin Covid-19 secara mandiri. Hal ini menjadi pertimbangan pemerintah demi mempercepat proses vaksinasi nasional.

"Banyak dari pengusaha sampaikan bisa tidak vaksin mandiri? Ini baru kami akan putuskan karena perlu untuk dipercepat," ujar Jokowi pada Kamis (21/1/2020).

Menurutnya, tidak ada salahnya dengan vaksinasi mandiri. Sebab, biaya vaksinasi akan ditanggung oleh perusahaan. "Apalagi, biaya ditanggung perusahaan sendiri, kenapa tidak? Sekali lagi kami harus kelola isu ini dengan baik," imbuhnya.

Lebih lanjut, Jokowi menyatakan vaksinasi Covid-19 secara mandiri bisa dilakukan asalkan merek vaksinnya berbeda dari vaksin yang diberikan secara gratis. "Tempat untuk vaksin juga berbeda," jelas Jokowi.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membuka kemungkinan menyediakan vaksinasi Covid-19 secara mandiri tanpa dibiayai oleh anggaran negara. Namun, hal ini masih dalam kajian dan belum final.

“Bila vaksinasi mandiri dibuka, maka pemerintah akan menyerahkan pengadaan kepada swasta. Dengan demikian, proses pengadaannya tidak akan berbarengan dengan vaksin yang disediakan oleh pemerintah,” jelasnya.

Selain itu, kata Budi, pemerintah sedang mengkaji beberapa cara penerapan vaksinasi mandiri dan vaksinasi mandiri rencananya bakal digelar bersamaan dengan vaksinasi gratis kepada masyarakat umum.

“Prinsip yang dipegang pemerintah adalah bagaimana vaksinasi mandiri tidak membuat kesan orang berduit bisa divaksin lebih dulu,” jelasnya.

 

Sejuta Per Hari

Terkait vaksinasi nasional, Jokowi yakin Indonesia bisa melakukan vaksinasi Covid-19 terhadap satu juta orang dalam sehari.

"Hitung-hitungan 30 ribu vaksinator, satu hari bisa kerjakan 30 orang divaksin. Sehari artinya sudah hampir 1 juta. Ini angka yang besar sekali," jelasnya.

Lebih lanjut, kata Jokowi, Indonesia memiliki tiga ribu rumah sakit dan 10 ribu puskesmas di seluruh daerah. Menurutnya, fasilitas kesehatan puskesmas jadi kekuatan Indonesia. Sebab bisa melayani vaksinasi hingga ke tingkat bawah.

"Negara lain enggak punya puskesmas, kita memiliki. Yang setiap tahun juga melakukan vaksinasi, imunisasi terhadap anak-anak kita," ujar Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu berkata pemerintah hendak menuntaskan vaksinasi dalam kurun waktu satu tahun. 

"Bagaimana bisa dipercepat, bagaimana bisa dilakukan sebanyak-banyaknya dalam tempo secepat-cepatnya karena kita punya kekuatan," ujar Jokowi.

Untuk diketahui, vaksinasi Covid-19 telah dimulai sejak Rabu (13/1/2020). Pemerintah menargetkan vaksinasi terhadap 181,5 juta orang penduduk demi mencapai herd immunity.

Guna mencapai target tersebut, pemerintah berencana mendatangkan 426 juta dosis vaksin. Vaksin-vaksin itu rencananya didatangkan dari perusahaan internasional, seperti Sinovac, AstraZaneca, Pfizer, Novavax, dan Gavi.

Tagar. #harga vaksin corona #jokowi #vaksinasi covid-19 #anggaran vaksin covid-19 #vaksinasi mandiri

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Jumat, 26 Februari 2021, 20:25 WIB

Regulasi Perencanaan dan Keuangan Daerah Masih Bermasalah

Pendampingan dari Kemendagri terkait regulasi perencanaan dan keuangan daerah juga tidak maksimal.

selengkapnya
Regulasi Perencanaan dan Keuangan Daerah Masih Bermasalah
Program Vaksin Mandiri Resmi Dibuka, Ini Aturannya

Jumat, 26 Februari 2021, 19:16 WIB

Program Vaksin Mandiri Resmi Dibuka, Ini Aturannya