×
×
Selasa, 24 Mei 2022
OBS 2019
loading content

Masih Tinggi! Penderita Stunting Capai 6,1 Juta Anak

Kamis, 12 Mei 2022, 20:42 WIB
Penulis: Romauli Lubis
Editor: Maryono

Masih Tinggi! Penderita Stunting Capai 6,1 Juta Anak

Ilustrasi anak stunting (Foto: jawapos).

Infoanggaran.com, Jakarta - Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menyebut, angka stunting di Indonesia masih tinggi. Dari data BKKBN 2021 menunjukkan masih ada sekitar 6,1 juta anak yang mengalami stunting atau kekerdilan. 

Walau angka ini membaik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, jumlah anak stunting saat ini masih lebih tinggi dari standar minimal yang ditetapkan WHO, yakni 20 persen. Sebagai pembanding, prevalensi stunting berada di level 30,8 persen pada 2018. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia, prevalensi stunting menjadi 24,4 persen pada 2022. 

Karena itu, Moeldoko memastikan KSP terus mengawal program secara ketat sehingga target bisa dicapai. Dan akan mengupayakan menurunkan jumlah penderita stunting hingga di bawah 14 persen pada 2024. 

Pemerintah tengah mengerahkan 600 ribu personel Pendamping Keluarga Nusantara. 

"Mereka bertugas memberikan informasi dan pelayanan kepada keluarga untuk mencegah terjadinya kekurangan gizi pada anak. Saya yakin target Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penurunan stunting bisa tercapai," ujar Moeldoko, Kamis (12/5/2022). 

Moeldoko menerangkan Pendamping Keluarga Nusantara tidak bisa bekerja sendiri. Masyarakat juga harus ikut membantu dengan memahami pentingnya pemenuhan gizi yang baik bagi anak-anak.

"Jika semua bergerak, tidak ada permasalahan yang tidak bisa diselesaikan, bahkan permasalahan stunting pun bisa," ucap Moeldoko. 

Sementara itu, dalam kesempatan serupa, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, Jawa Barat adalah salah satu provinsi yang kini tengah berupaya keras mencapai target zero stunting di 2023. Dia mengklaim, prevalensi angka stunting di Jawa Barat berada di bawah angka 13 persen.

"Di Jawa Barat sudah ada inovasi untuk penanganan stunting seperti program Ojek Makanan Balita (Omaba). Sayangnya, infrastruktur kesehatan kita kurang cukup. Puskesmas masih sangat terbatas jumlahnya. Ke depan, Puskesmas harus naik jumlahnya. Sehingga bisa melakukan pertahanan kesehatan dengan baik dan mencegah terjadinya stunting," kata Ridwan Kamil.

Tagar. #anak #stunting #Moeldoko

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Jumat, 20 Mei 2022, 22:16 WIB

Puan Minta RAPBN 2023 Tetap Alokasikan Dana untuk Warga Miskin

Hingga saat ini masih banyak rakyat kecil yang membutuhkan bantuan pemerintah.

selengkapnya
Puan Minta RAPBN 2023 Tetap Alokasikan Dana untuk Warga Miskin