×
×
Selasa, 18 Januari 2022
OBS 2019
loading content

Masih Jadi Andalan di 2022, Pembiayaan Utang Capai Rp973,6 Triliun

Senin, 13 Desember 2021, 15:00 WIB
Penulis: Maryono
Editor: Jimmy Radjah

Masih Jadi Andalan di 2022, Pembiayaan Utang Capai Rp973,6 Triliun

Ilustrasi utang. (Foto: cnbcindonesia.com)

Infoanggaran.com, Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih mengandalkan pembiayaan utang untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN 2022 mendatang. Tahun anggaran 2022, Kemenkeu memproyeksikan pembiayaan utang mencapai Rp973,6 triliun.

“Selama 2022, kita akan melakukan pembiayaan utang melalui penerbitan SBN (surat berharga negara) ataupun pelaksanaan pinjaman,” ujar Direktur Strategi dan Portofolio Pembiayaan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu Riko Amir dalam media briefing, Senin (13/12/2021).

Riko menjelaskan, nantinya pembiayaan utang pada tahun depan akan dilakukan secara fleksibel. “Artinya, antara SBN dan pinjaman dapat dilakukan penerbitan yang saling melengkapi,” kata dia.

Ke depan, Kemenkeu akan memanfaatkan pinjaman yang sesuai dengan ketersediaan dan kapasitas pemberi pinjaman. Sementara penerbitan SBN akan menggunakan instrumen yang palng favorable.

Selain itu, penyesuaian target dan timing lelang SBN dan penerbitan SBN valas juga akan menyesuaikan dinamika pasar. “Tidak dilakukan secara sporadis,” tandas Riko.

Dia menyampaikan, pembiayaan tersebut dilakukan salah satunya untuk menutup defisit anggaran yang mencapai Rp868 triliun. “Proyeksi di 2022 masih di kisaran 43,1 persen (terhadap produk domestik bruto/PDB), tapi tentunya kita harapkan ini dapat turun dibandingkan 2021.”

Meski demikian, Riko menegaskan bahwa Kemenkeu juga akan mengoptimalkan sumber pembiayaan non utang, terutama saldo kas di Badan Layanan Umum (BLU), saldo anggaran lebih (SAL), dan sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA).

Dengan begitu, defisit APBN dan rasio utang pemerintah diharapkan dapat semakin menurun. Bahkan Kemenkeu berusaha menurunkan defisit anggaran hingga mendekati nol pada 2025 mendatang, begitu juga rasio utang terhadap PDB.

“Dengan cara menurunkan nominal utang dan juga menaikkan produktivitas kita sehingga PDB meningkat,” pungkas Riko.

Tagar. #APBN 2022 #utang pemerintah #kemenkeu #defisit #rasio utang pemerintah

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Senin, 17 Januari 2022, 17:00 WIB

ESDM Kantongi PNBP Panas Bumi Rp1,92 Triliun

Capaian tersebut sebesar 134 persen dari target Rp1,43 triliun.

selengkapnya
ESDM Kantongi PNBP Panas Bumi Rp1,92 Triliun
Anggaran PEN 2022 Turun 39 Persen

Senin, 17 Januari 2022, 15:00 WIB

Anggaran PEN 2022 Turun 39 Persen