×
×
Jumat, 25 Juni 2021
OBS 2019
loading content

Masa Kritis Covid-19 Telah Lewat, BI: Ekonomi Tumbuh Positif

Kamis, 03 Desember 2020, 13:21 WIB
Penulis: Maryono
Editor: Jimmy Radjah

Masa Kritis Covid-19 Telah Lewat, BI: Ekonomi Tumbuh Positif

Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2020. (Youtube Bank Indonesia).

Infoanggaran.com, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan, Indonesia telah melewati masa kritis akibat pandemi Covid-19 sehingga perekonomian nasional bakal mulai tumbuh positif setelah mengalami kontraksi pada triwulan II dan III 2020.

"Ekonomi akan mulai tumbuh positif pada triwulan IV 2020 dan meningkat ke sekitar 4,8 sampai 5,8 persen pada 2021," ujar Perry dalam pertemuan tahunan BI 2020 secara virtual bertajuk "Bersinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi, Kamis (3/12/2020).

Tren pertumbuhan ekonomi yang positif tersebut, kata Perry, didukung oleh beberapa indikator ekonomi yang mengalami perbaikan seperti peningkatan ekspor, konsumsi masyarakat, investasi, dan membaiknya mobilitas masyarakat.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa tingkat inflasi pada 2021 diproyeksikan masih terjaga di kisaran 3 plus minus 1 persen.

"Nilai tukar rupiah juga stabil dan cenderung menguat. Didukung kebijakan stabilitas Bank Indonesia dan masuknya aliran modal asing," imbuh Perry.

Selain itu, tahun depan BI memperkirakan cadangan devisa bakal meningkat, stabilitas eksternal terjaga, neraca perdagangan pembayaran surplus, dan defisit transaksi berjalan rendah di kisaran 1,5 persen.

 

Perkuat Sinergi

Agar pemulihan ekonomi bisa terwujud, Perry Warjiyo mengatakan bahwa sinergi antarlembaga perlu diperkuat, terutama antara BI, Otoritas Jasa Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan, dan Kementerian Keuangan.

"Harus bergotong royong membangun optimisme pemulihan ekonomi," tegas Perry.

Sementara keberhasilan vaksinasi dan disiplin protokol Covid-19 juga menjadi prasyarat pemulihan ekonomi nasional.

"Episentrum krisis kali ini adalah pandemi Covid 19. Karenanya vaksinasi dan disiplin protokol Covid-19 sangat penting agar kesehatan tetap terjaga, mobilitas manusia kembali normal, aktifitas ekonomi dan dunia usaha membaik, serta dampak rambatan ke sektor keuangan dan moneter dapat dicegah," kata Perry, mengingatkan.

Selain itu, Perry menyatakan pemulihan ekonomi juga perlu didukung dengan kebijakan pembukaan sektor produktif dan aman, percepatan realisasi stimulus fiskal, peningkatan kredit kepada dunia usaha, keberlanjutan stimulus moneter dan makroprudensial, serta digitalisasi ekonomi dan keuangan.

Tagar. #pertumbuhan ekonomi #pemulihan ekonomi nasional #bank indonesia

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Jumat, 25 Juni 2021, 12:59 WIB

Tidak Tepat Sasaran Rp1,18 T, BPUM Harus Dievaluasi Total

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan penyaluran Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang tidak tepat sasaran mencapai Rp1,18 triliun.

selengkapnya
Tidak Tepat Sasaran Rp1,18 T, BPUM Harus Dievaluasi Total