×
×
Selasa, 18 Januari 2022
OBS 2019
loading content

Laju Deforestasi Indonesia Turun 75,03 Persen

Kamis, 04 Maret 2021, 15:28 WIB
Penulis: Redaksi
Editor: Jimmy Radjah

Laju Deforestasi Indonesia Turun 75,03 Persen

Ilustrasi (Foto: Depositphotos)

Infoanggaran.com, Jakarta – Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (Ditjen PKTL), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melaporkan bahwa Indonesia berhasil menurunkan laju deforestasi sebesar 75,03 persen atau berada pada angka 115,46 ribu hektare selama periode 2019-2020.

Angka tersebut jauh lebih kecil dibandingkan deforestasi pada 2018–2019 yang mencapai 462,46 ribu hektare.

"Jika dilihat tren deforestasi berdasarkan data sebelumnya, tahun ini pengurangan hutan Indonesia relatif rendah dan cenderung stabil," kata Plt Direktur Ditjen PKTL Ruandha Agung Sugardiman, dikutip dari laman resmi KLHK, Kamis (4/3/2021).

Menurutnya, penurunan laju deforestasi nasional selama masa pandemi Covid-19 ini sekaligus membantah klaim beberapa pihak tentang peningkatan deforestasi selama 2020.

Kondisi ini, kata dia, juga sebagai bukti konsistensi Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo untuk mengurangi deforestasi dari tahun ke tahun.

"Penurunan 75 persen laju deforestasi selama periode 2019–2020 ini merupakan bukti, bukan persepsi. Inilah hasil kerja keras kita bersama hingga laju deforestasi bisa diturunkan pada titik terendah sepanjang sejarah," ungkap Ruandha.

Dia mengatakan, komitmen pemerintah juga tegas untuk melakukan pengurangan deforestasi sebagai salah satu sumber penurunan emisi. Upaya masih terus dilakukan, dan sumber daya terus dialokasikan, untuk mengendalikan tingkat deforestasi di Indonesia.

 

Perhitungan Netto

Pada kesempatan yang sama, Direktur Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan (IPSDH) Ditjen PKTL Belinda A. Margono menjelaskan angka penurunan deforestasi sebesar 75,03 persen tersebut merupakan angka deforestasi netto. Perhitungan itu juga mencakup baik di dalam maupun di luar kawasan hutan Indonesia.

Sesuai perkembangan teknologi, perhitungan luas deforestasi sejak periode 2011–2012 berdasarkan hasil perhitungan deforestasi netto yang sudah mempertimbangkan kegiatan reforestasi. Sementara, perhitungan pada periode sebelumnya masih menggunakan deforestasi bruto.

"Jadi, penyajian angka deforestasi yang digunakan adalah deforestasi netto, yang merupakan hasil deforestasi bruto dikurangi dengan angka reforestasi," kata Belinda.

Selain itu, Belinda juga menyampaikan hasil pemantauan hutan Indonesia 2020. Data menunjukkan bahwa luas lahan berhutan seluruh daratan Indonesia adalah 95,6 juta hektar atau 50,9 persen dari total daratan, di mana 92,5 persen dari total luas berhutan tersebut, atau 88,4 juta hektar berada di dalam kawasan hutan.

Sebagai informasi, angka deforestasi bruto pada 2019–2020 tercatat 119,1 ribu hektare dan angka reforestasinya sebesar 3,6 ribu hektare. Sementara, angka deforestasi bruto di 2018–2019 sebesar 465,5 ribu hektare dan angka reforestasinya 3 ribu hektare.

Beberapa upaya deforetasi yang telah dilakukan, seperti Inpres Penghentian Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Alam Primer dan Lahan Gambut, Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Pengendalian Kerusakan Gambut, Pengendalian Perubahan Iklim, Pembatasan perubahan Alokasi Kawasan Hutan untuk sektor non kehutanan (HPK), Penyelesaian Penguasaan Tanah dalam Kawasan Hutan (PPTKH/TORA), dan Pengelolaan Hutan lestari, Perhutanan Sosial, serta Rehabilitasi Hutan dan Lahan.

Tagar. #kerusakan hutan #klhk #deforestasi #hutan indonesia

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Senin, 17 Januari 2022, 17:00 WIB

ESDM Kantongi PNBP Panas Bumi Rp1,92 Triliun

Capaian tersebut sebesar 134 persen dari target Rp1,43 triliun.

selengkapnya
ESDM Kantongi PNBP Panas Bumi Rp1,92 Triliun
Anggaran PEN 2022 Turun 39 Persen

Senin, 17 Januari 2022, 15:00 WIB

Anggaran PEN 2022 Turun 39 Persen