×
×
Sabtu, 02 Juli 2022
OBS 2019
loading content

Kunker BURT DPR ke Turki, Formappi: Kedok untuk Pelesiran

Kamis, 19 Mei 2022, 16:53 WIB
Penulis: Romauli Lubis
Editor: Maryono

Kunker BURT DPR ke Turki, Formappi: Kedok untuk Pelesiran

Gedung MPR/DPR/DPD. (Foto: okezone).

Infoanggaran.com, Jakarta - Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus mempertanyakan urgensi kunker Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR ke Turki. Formappi menilai kunker itu hanya kedok untuk pelesiran.

“Hampir semua kunjungan kerja itu tak diinformasikan secara terbuka. Maka besar kemungkinan kunker-kunker ini hanya kedok untuk pelesiran saja,” ujar Lucius, Kamis (19/5/2022). 

Selain itu, Lucius mengatakan bahwa kunker merupakan bentuk pemborosan anggaran. 

"Tanpa alasan yang jelas, tanpa informasi ke publik. Yang pasti bahwa kunjungan kerja itu juga akan sama-sama membebani anggaran negara," kata dia.

Lucius juga menyoal transparansi kunker. Menurut dia, anggota DPR banyak melakukan kunker sejak libur Lebaran lalu. Namun, tidak ada transparansi kepada publik terkait hasil kunker.  

"Ada begitu banyak kunker DPR yang diikuti oleh anggota dari berbagai AKD yang dilakukan semenjak liburan Lebaran lalu. Anehnya, tak ada yang diekspos secara transparan oleh DPR ke publik, seolah-olah kunker-kunker itu tak penting diketahui publik," jelas Lucius. 

Menurutnya, penghentian proyek gorden hanyalah kamuflase untuk kegiatan DPR yang lain yang memboroskan anggaran. 

"Penghentian proyek gorden hanya seperti kamuflase untuk banyak kegiatan lain DPR yang memboroskan anggaran," tambahnya.

Ketua BURT DPR Agung Budi Santoso membantah tudingan yang menyebut kalau kunker DPR ke Turki untuk pelesiran. Agung menjelaskan, kunker sepekan sejak Rabu (18/5/2022) hingga Selasa (24/5/2022) berkaitan dengan tugas DPR. 

Mereka bakal bicara secara langsung dengan Parlemen Turki soal posisi anggota parlemen di Turki dalam kaitan dengan protokoler anggota parlemen. 

"Tentu terkait dengan tugas dan kerja AKD di DPR. BURT ke Turki, agendanya bertemu dengan parlemen dan bagian pemerintah Turki serta dengan KBRI di Turki," ujar Agung, Kamis (19/5/2022) 

Agung menjelaskan rencana ini sudah ada sejak dua tahun yang lalu. Namun, kondisi pandemi Covid-19 menyebabkan rencana ini baru terealisasi. 

Politisi Partai Demokrat ini mengatakan bahwa setiap alat kelengkapan dewan maupun Komisi yang ada di DPR, sudah memiliki anggaran kunker ke luar negeri.

Diketahui, sebelum melakukan kunker ke Turki, BURT telah membatalkan pengadaan gorden untuk rumah dinas DPR walau lelang tender telah dimenangkan oleh PT Bertiga Mitra Solusi dengan nilai tawaran Rp43,5 miliar. 

"Kami baru saja rapat, kesimpulannya BURT memutuskan untuk tidak melanjutkan pelaksanaan pengadaan gorden, vitrase, dan blind rumah jabatan DPR Kalibata," kata Agung, Selasa lalu.

Tagar. #BURT #kunker #Turki #dpr #formappi

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Rabu, 25 Mei 2022, 17:31 WIB

Anggaran Pemilu Belum Cair Seluruhnya

Pencairan ini sangat krusial lantaran tahapan pendaftaran partai dan verifikasi partai akan mulai pada Agustus dan Desember.

selengkapnya
Anggaran Pemilu Belum Cair Seluruhnya