×
×
Jumat, 25 Juni 2021
OBS 2019
loading content

Kendala Produk UMKM Tembus Pasar Global, Dari Sertifikasi Hingga Pemasaran

Selasa, 20 April 2021, 15:28 WIB
Penulis: Maryono
Editor: Jimmy Radjah

Kendala Produk UMKM Tembus Pasar Global, Dari Sertifikasi Hingga Pemasaran

Ilustrasi. (liputan6.com)

Infoanggaran.com, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, ada sederet persoalan yang menghambat produk Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bisa menembus pasar global.

Salah satunya adalah sertifikasi. UMKM harus mengantongi banyak sertifikasi agar produknya bisa berdaya saing. Namun biayanya cukup mahal untuk bisa mengikuti berbagai sertifikasi.

“Sertifikasi keamanan pangan, sertifikasi halal, dan juga mahalnya biaya sertifikasi jadi penghalang UMKM,” kata Sri Mulyani dalam acara yang bertajuk “Memacu Ekspor UKM”, Selasa (20/4/2021).

Dia mencontohkan, biaya sertifikasi halal untuk industri pengolahan bisa menghabiskan duit Rp1 juta - Rp4,5 juta per produk, tergantung dari tingkatan usaha.

Selain itu, UMKM juga acap kali menghadapi permasalahan legalitas, produksi, pendampingan, hingga pemasaran.

Soal legalitas, misalnya. Sri Mulyani mengatakan, hingga saat ini masih banyak UMKM memiliki pemahaman minim soal pentingnya NPWP, Nomor Induk Berusaha, hingga izin prosedur ekspor impor.

"Beberapa aturan juga seperti pembatasan impor ekspor, izin berusaha, izin usaha industri, izin usaha perdagangan, sertifikasi keamanan pangan, sertifikasi halal,” tambah dia.

Begitu juga soal produksi, di mana minimnya standar produk sesuai standar global membuat UMKM kesulitan menembus pasar global. Sementara dari sisi pemasaran, kebanyakan pelaku UMKM mempunyai keterbatasan informasi terhadap peluang pasar dan jangkauan pemasaran.

 

Beri Kemudahan

Kendati masih banyak kendala, Sri Mulyani berharap pelaku UMKM tanah air tidak mudah menyerah. Menurutnya, pemerintah terus berupaya memberikan kemudahan agar produk UMKM bisa menembus pasar global.

“Saat ini Indonesia melakukan negosiasi free trade agreement (perjanjian perdagangan bebas) dalam menghubungkan pasar Indonesia dengan pasar dunia,” kata Sri Mulyani.

Perjanjian perdagangan bebas tersebut berupa bea masuk nol persen hingga kerja sama visa yang memungkinkan pelaku usaha tinggal lebih lama selama berbisnis di luar negeri.

Sri Mulyani yakin upaya tersebut bisa menjadi peluang UMKM agar bisa melakukan penetrasi ke pasar global.  “Ini bukan suatu yang muskil atau tidak terjangkau,” tegas dia.

Kemudahan lainnya, kata Menkeu Sri Mulyani, adalah memberikan berbagai pemberian insentif, kemudahan perizinan, serta dukungan dalam bentuk penyediaan dana. "Juga pembiayaan ekspor melalui perbankan dan lembaga keuangan untuk bisa mendukung meningkatnya kinerja ekspor Indonesia," sebutnya.

Tagar. #UMKM #kemenkeu #stimulus ekonomi umkm #menkeu

Berita Terkait
Artikel Lainnya