×
×
Minggu, 25 Juli 2021
OBS 2019
loading content

Kemensos Tambah Rp7,08 T Untuk 5,9 Juta Penerima Bansos Baru

Rabu, 21 Juli 2021, 14:09 WIB
Penulis: Yenglis Dongche
Editor: Jimmy Radjah

Kemensos Tambah Rp7,08 T Untuk 5,9 Juta Penerima Bansos Baru

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Infoanggaran.com, Jakarta Kementerian Sosial (Kemensos) menambah anggaran Rp7,08 triliun untuk bantuan sosial atau bansos kepada 5,9 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru.

Program tersebut bertujuan untuk mengurangi dampak kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang kini berganti nama menjadi PPKM Level 4 terhadap perekonomian masyarakat.

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menegaskan, data penerima bansos ini benar-benar baru. "Mereka ini sama sekali baru, datanya dari pemerintah daerah. Bantuannya sebesar Rp200 ribu/KPM selama Juli-Desember 2021,” kata Risma.

Selain penambahan tersebut, ada pula kebijakan berupa penyaluran 5 kg khusus untuk pekerja sektor informal di Jawa dan Bali yang terdampak PPKM Darurat.

Para penerima bantuan beras ini mencakup pemilik warung makan, pedagang kaki lima, pengemudi ojek, buruh lepas, buruh harian, hingga karyawan kontrak.

Untuk mewujudkan kebijakan ini, Kemensos menyediakan total 2.010 ton beras yang didistribusikan ke 122 pemerintah kabupaten/kota. Masing-masing kabupaten/kota mendapatkan 3 ribu paket beras berisi 5 kg beras. Lalu ada 6 ribu paket berisi 5 kg beras untuk enam ibu kota provinsi.

Kemensos juga bermitra dengan Perum Bulog dibantu TNI-Polri untuk menyalurkan beras seberat 10 kg/KPM untuk 10 juta KPM PKH, 10 juta KPM BST, dan 8,8 juta KPM Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)/Kartu Sembako non PKH. Total volume untuk beras dari Perum Bulog sebesar 200 juta kg.

"Dengan bantuan beras, diharapkan memenuhi sebagian kebutuhan pokok para KPM yang terdampak pandemi," kata Risma.

 

Optimalisasi Bansos

Lebih lanjut Risma menjelaskan, untuk pelaksanaan program perlindungan sosial, Kemensos akan mengoptimalisasi program bansos yang sudah berjalan, yaitu PKH, BPNT/Kartu Sembako, dan BST.

"Kemensos juga mencairkan BST untuk 10 juta KPM selama dua bulan yakni Mei-Juni, yang cair pada Juli. Kemudian untuk 18,8 juta KPM BPNT/Kartu Sembako mendapat tambahan dua bulan, yakni pada bulan Juli dan Agustus. Sehingga mereka seperti menerima 14 bulan," ujar Risma.

Dia mengingatkan, meski target bantuan 10 KPM, tetapi di lapangan lebih dari 33 juta jiwa menerima PKH. Pasalnya, bantuan PKH diberikan berdasarkan komponan dalam keluarga.

Selanjutnya, anggaran bansos PKH sebesar Rp28,3 triliun, dan anggaran BPNT/Kartu Sembako sebesar Rp42,3 triliun akan disalurkan melalui Himbara (Himpunan Bank-bank Milik Negara). Untuk anggaran BST senilai Rp15,1 triliun, disalurkan oleh PT Pos Indonesia.

Program ini bertujuan mendongkrak daya beli masyarakat, Risma pun terjun sendiri ke masyarakat, menemui warga dan menjalin dialog seperti pada Senin (19/7/2021) lalu di Kota Surakarta.

Untuk dapat memaksimalkan semua program bansos tersebut, Risma meminta para pendamping agar terus mengawal penyaluran bansos dan segera mengatasi berbagai kendala yang menghambat penerimaan.

"Tugas pendamping itu membantu warga agar mendapatkan bansos sesuai dengan haknya dan jika ada kendala tolong dibantu," kata Risma.

Tagar. #dana bansos #bansos covid-19 #bansos #anggaran kemensos #mensos

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Jumat, 23 Juli 2021, 18:45 WIB

Penuhi Hak Dasar Masyarakat Sebelum Terapkan Pemidanaan

Esensi pembatasan sosial adalah pencegahan penularan sesama manusia, sehingga penghukuman bukanlah solusi.

selengkapnya
Penuhi Hak Dasar Masyarakat Sebelum Terapkan Pemidanaan
Penerimaan Cukai Rokok Naik 21 Persen

Jumat, 23 Juli 2021, 18:01 WIB

Penerimaan Cukai Rokok Naik 21 Persen