×
Senin, 26 Oktober 2020
loading content

Kemenkeu Ubah Postur Anggaran PEN

Rabu, 07 Oktober 2020, 13:51 WIB
Penulis: Maryono
Editor: Jimmy Radjah

Kemenkeu Ubah Postur Anggaran PEN

Menteri Keuangan Sri Mulyani (merdeka.com)

Infoanggaran.com, Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengubah postur anggaran program pemulihan ekonomi dengan total dana yang tetap yaitu Rp695,23 triliun. Ada klaster yang mengalami peningkatan anggaran hingga Rp35,63 triliun, ada pula yang mengalami pengurangan mencapai Rp36,01 triliun.

“Sebagai bentuk optimalisasi program PEN, pemerintah melakukan reclustering anggaran PEN baik untuk bidang kesehatan, perlindungan sosial, sektoral dan pemda, UMKM, serta pembiayaan korporasi,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam akun facebook-nya, Rabu (7/10/2020).

Mengacu paparan Sri, kluster perlindungan sosial mengalami peningkatan anggaran paling tinggi yaitu sebesar Rp35,63 triliun. Semula anggarannya Rp203,9 triliun, kini menjadi Rp239,53 triliun atau naik sekitar 17,47 persen.

Lalu, klaster UMKM meningkat Rp4,75 triliun atau 3,84 persen dari semula Rp123,46 triliun menjadi Rp128,21 triliun. Anggaran kesehatan hanya meningkat Rp0,38 triliun dari semula Rp787,55 triliun menjadi Rp87,55 triliun.

Sedangkan klaster sektoral K/L dan Pemda mengalami pengurangan anggaran sebesar 33,93 persen. Semula alokasinya Rp106,11 triliun, saat ini turun sekitar Rp36,01 triliun menjadi Rp70,10 triliun.

Begitu juga anggaran kluster pembiayaan korporasi. Alokasinya turun Rp4,75 atau setara 8,86 persen triliun dari semula Rp53,6 triliun menjadi Rp48,85 triliun.

Dari enam klaster program PEN, hanya klaster insentif usaha yang tidak mengalami perubahan alokasi. Jumlahnya tetap Rp120,61 triliun.

 

Akseleratif

Sri Mulyani mengatakan, saat ini realisasi anggaran program PEN telah menunjukkan akselerasi atas pemanfaatannya.

“APBN terus berjuang keras untuk meminimalisir dampak pandemi baik dari aspek kesehatan masyarakat maupun kesehatan ekonomi,” jelas Sri.

Hingga 30 September 2020, kata Sri, realisasi anggaran perlindungan sosial mencapai Rp157,03 triliun atau sekitar 77,01 persen dari total pagu. Lalu klaster kesehatan Rp21,92 triliun atau 25,04 persen dan klaster sektoral K/L dan pemda sebesar RP26,61 triliun atau 25,09 persen.

Kemudian, anggaran klaster UMKM terealisasi Rp84,85 triliun86,7 persen. Sedangkan insentif usaha Rp28,07 triliun atau 23,27 persen.

“Penempatan dan PEN di bang Himbara juga telah menunjukkan kinerja yang baik di mana telah disalurkan kredit hingga 4,7 kali lipat. Total penempatan pada bank Himbara hingga saat ini adalah Rp47,5 triliun,” imbuh Sri.

Realisasi anggaran sejumlah program baru terkait Covid-19, lanjut Sri, juga mengalami perbaikan.

Rinciannya, bantuan subsidi gaji sudah disalurkan kepada 11,65 juta peserta dengan anggaran sebesar Rp13,98 triliun, banpres produktif usaha mikro (BPUM) tersalurkan kepada 7,64 juta pengusaha mikro, dan realisasi bantuan operasioneal dan pembelajaran daring sebesar Rp2,02 triliun.

“Mari terus berikhtiar bersama melawan Covid-19 dan membangkitkan ekonomi,” pungkas Sri.

Tagar. #sri mulyani #pemulihan ekonomi nasional #anggaran covid-19 #anggaran pen

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Jumat, 23 Oktober 2020, 15:31 WIB

Realisasi Capai 84 Persen, Komisi VIII Yakin Belanja Kemensos Tepat Sasaran

Realisasi anggaran Kemensos mencapai sebesar Rp112,6 triliun atau 84 persen dari total pagu Rp134 triliun.

selengkapnya
Realisasi Capai 84 Persen, Komisi VIII Yakin Belanja Kemensos Tepat Sasaran
Bamsoet Minta Menkeu Jelaskan Pemanfaatan ULN

Jumat, 23 Oktober 2020, 12:22 WIB

Bamsoet Minta Menkeu Jelaskan Pemanfaatan ULN