×
×
Sabtu, 28 November 2020
OBS 2019
loading content

Kemenkeu: Rp239,5 T Dana Daerah Mengendap di Bank

Selasa, 20 Oktober 2020, 11:22 WIB
Penulis: Yenglis Dongche
Editor: Jimmy Radjah

Kemenkeu: Rp239,5 T Dana Daerah Mengendap di Bank

Ilustrrasi (Foto: Istimewa)

Infoanggaran.com, Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat hingga September 2020, sebanyak Rp239,5 triliun saldo kas anggaran daerah masih mengendap di rekening pemerintah daerah (pemda).

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, jumlah tersebut naik Rp12,4 triliun dibandingkan Agustus 2020 yang hanya tercatat saldo sebesar Rp227,1 triliun.

“Kami masih terus memonitoring agar ingin transfer ke daerah tidak berhenti di rekening pemda," kata Sri, Senin (19/10/2020).

Untuk itu, Sri mendorong agar pemda melakukan percepatan penyerapan belanja daerah, karena hal itu akan membantu pemerintah dalam mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Dia berharap pemerintah daerah terus melakukan akselerasi dan penyerapan anggaran tersebut bisa dikejar maksimal pada kuartal IV/2020. "Ini kami harap bisa terkejar pada kuartal IV/2020 nanti, karena jumlahnya lebih dari Rp230 triliun," jelasnya.

Menurut data Kemenkeu, hingga 20 September 2020 realisasi transfer ke daerah mencapai Rp629,7 triliun atau 82,4 persen dari target Rp763,9 triliun. Jumlahnya tumbuh 5,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Transfer ke daerah terdiri dari transfer umum Rp572 triliun atau 82,6 persen dari pagu dan Dana Desa Rp57,7 triliun atau 81 persen dari alokasi. Realisasi masing-masing pos tumbuh sebesar 4,8 persen dan 42,2 persen.

 

Realisasi APBD

Di lain sisi, Sri membeberkan realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mencapai Rp575,45 triliun per September 2020. Jumlah itu mencapai 53,3 persen dari target APBD penyesuaian sebesar Rp1.080,71 triliun.

Kendati meningkat dari tahun lalu, Sri menilai realisasi belanja APBD pada September kemarin sangat tidak signifikan. Bahkan, pertumbuhannya justru minus 12,71 persen dari realisasi September 2019 mencapai Rp659,3 triliun.

"Kalau kita lihat di daerah ini realisasi belanjanya masih sangat tertahan," ujarnya.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan realisasi belanja pemerintah pusat yang tumbuh 21,2 persen.

Untuk diketahui, realisasi pendapatan dalam APBD hingga September 2020 mencapai Rp722,19 triliun. Jumlah ini terdiri atas realisasi pendapatan asli daerah (PAD) senilai Rp162,6 triliun, transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) senilai Rp523,4 triliun dan pendapatan lainnya senilai Rp36 triliun.

Sementara itu total belanja pemerintah daerah sampai September 2020 mencapai Rp575,4 triliun. Sri Mulyani menjelaskan bahwa realisasi PAD tertekan hingga minus 19,8 persen karena penurunan pajak yang diakibatkan oleh pandemi Covid - 19.

"Ini juga karena penerimaan PAD mereka turun. Namun, kita berharap program lainnya bisa dilakukan," tuturnya.

Tagar. #sri mulyani #kemenkeu #realisasi anggaran #APBD 2020 #transfer daerah

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Jumat, 27 November 2020, 19:26 WIB

Serapan APBD Sulsel Baru 55,45 Persen, Rp4,9 T Dana Mengendap di Kas Daerah

Banyak program yang tidak terlaksana karena fokus pada penanganan pandemi Covid-19.

selengkapnya
Serapan APBD Sulsel Baru 55,45 Persen, Rp4,9 T Dana Mengendap di Kas Daerah
Sejumlah Proyek Strategis Dipangkas, Ini Alasannya

Jumat, 27 November 2020, 17:12 WIB

Sejumlah Proyek Strategis Dipangkas, Ini Alasannya