×
×
Kamis, 23 September 2021
OBS 2019
loading content

Kemenkeu Jamin Anggaran Kesehatan Rp172 Triliun Masih Cukup Atasi Lonjakan Covid-19

Selasa, 22 Juni 2021, 14:09 WIB
Penulis: Maryono
Editor: Jimmy Radjah

Kemenkeu Jamin Anggaran Kesehatan Rp172 Triliun Masih Cukup Atasi Lonjakan Covid-19

Ilustrasi. (shutterstock)

Infoanggaran.com, Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menjamin pagu anggaran sektor kesehatan pada program pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp172 triliun masih cukup untuk menangani lonjakan kasus positif Covid-19.

“Kita telah menyiapkan pagu yang cukup, apalagi sekarang kita menghadapi kenaikan kasus Covid-19 sehingga ini bisa digunakan untuk menangani juga mengantisipasi kenaikan Covid-19 kita ke depan," kata Wamenkeu Suahasil Nazara saat konferensi pers APBN Kita, Senin (21/6/2021).

Terlebih, anggaran kesehatan masih banyak tersisa. Suahasil mengatakan, hingga 18 Juni 2021 realisasi anggaran sektor ini tercatat baru mencapai Rp29,55 triliun atau 22,9 persen dari pagu yang sebesar Rp172,84 triliun.

Menurut Suahasil, anggaran kesehatan telah memberikan manfaat untuk belanja diagnostik testing dan tracing sebesar Rp250 miliar.

Kendati baru mencapai 3,8 persen dari pagu yang sebesar Rp6,68 triliun, sambung dia, "realisasi testing masih rendah karena masih menggunakan stok reagen test PCR dan rapid antigen yang ada di Kementerian Kesehatan, BNPB, dan hibah dari WHO."

Suahasil mengatakan, jumlah testing hingga 18 Juni 2021 telah mencapai sebanyak 132.200, di mana rata-rata mingguan mencapai 100.300 atau naik dari minggu sebelumnya yang mencapai 93.000.

Dengan begitu, anggaran untuk diagnostik masih tersedia lebih dari Rp6 triliun.

Demikian juga dengan anggaran vaksinasi. "Vaksinasi kami anggarkan Rp58,11 triliun, sudah terealisasi Rp 9,27 triliun berarti ini masih cukup," imbuh Suahasil.

Di samping itu, Suahasil membeberkan bahwa realisasi anggaran sektor kesehatan Rp29,55 triliun juga dibelanjakan melalui biaya klaim perawatan Rp13,96 triliun, insentif-santunan tenaga kesehatan Rp4,22 triliun.

Lalu belanja untuk penelitian dan komunikasi sebesar Rp5 miliar, BNPB Rp660 miliar, bantuan iuran JKN Rp260 miliar, insentif perpajakan kesehatan termasuk PPN dan Bea Masuk Vaksin Rp3,1 triliun, serta penanganan kesehatan lainnya pada daerah Rp7,81 triliun.

Suahasil menegaskan, pemerintah akan mengoptimalkan instumen APBN untuk penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19.

"Kesiapan dari APBN untuk penanganan kesehatan ini, kita memiliki anggaran yang cukup untuk penanganan Covid-19. Dan tentu perlu dipakai sesuai dengan tata kelola yang berlaku, tata kelola yang baik," pungkas Wamenkeu.

Tagar. #kemenkeu #pemulihan ekonomi nasional #anggaran covid-19

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Rabu, 22 September 2021, 23:03 WIB

Komisi XI DPR Ragu Core Tax System Efektif Dulang Pajak

Saat ini Kemenkeu sedang mematangkan pembuatan core tax system sebagai upaya dukungan peningkatan potensi penerimaan negara.

selengkapnya
Komisi XI DPR Ragu Core Tax System Efektif Dulang Pajak