×
×
Kamis, 13 Mei 2021
OBS 2019
loading content

Kemendikbud Siapkan Rp2,6 Triliun untuk Internet Gratis

Rabu, 03 Maret 2021, 19:32 WIB
Penulis: Maryono
Editor: Jimmy Radjah

Kemendikbud Siapkan Rp2,6 Triliun untuk Internet Gratis

Ilustrasi. (jawapos.com)

Infoanggaran.com, Jakarta – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyiapkan anggaran program subsidi kuota internet sebesar Rp2,6 triliun. Internet gratis ini bakal diberikan hingga Mei 2021.

“Kita harus memastikan bahwa di masa transisi sampai kita melakukan tatap muka bahwa semua murid dan guru ini bisa terus mengakses internet untuk segala kebutuhan mereka,” ujar Mendikbud Nadiem Makarim dalam diskusi virtual, Rabu (3/3/2021).

Dengan anggaran Rp2,6 triliun, Nadiem menuturkan setiap peserta didik PAUD akan memperoleh volume kuota internet sebanyak 7 GB per bulan. Sementara masing-masing peserta didik mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah memperoleh kuota sebanyak 10 GB.

Lalu untuk guru PAUD, pendidikan dasar, hingga menengah memperoleh kuota sebesar 12 GB per bulan. Sedangkan mahasiswa dan dosen mendapat kuota 10 GB per bulan.

Nadiem menyadari besaran volume kuota internet gratis pada periode Maret hingga Mei 2021 lebih kecil dari sebelumnya. Contohnya, sebelumnya peserta didik pendidikan dasar hingga menengah mendapat 35 GB per bulan. Begitu juga dengan mahasiswa dan dosen sempat mendapat 50 GB perbulan.

“Walaupun giganya per bulan itu lebih kecil dari kuota belajar sebelumnya, tapi kualitas per giganya dan fleksbilitasnya meningkat menjadi kuota umum," ujar Nadiem.

“Jadi, menjadikan paket yang tadinya hanya kuota belajar menjadi paket umum, tapi akan dikecualikan dari paket umum seperti medsos Facebook, Instagram, dan game [...]. Di luar itu, ini paket umum,” tambah Nadiem.

 

Juli Tatap Muka

Nadiem melanjutkan, alasan pemberian kuota internet gratis hanya sampai Mei 2021 lantaran semua sekolah di seluruh daerah akan kembali belajar tatap muka mulai Juli 2021.

“Juli (2021) tahun ajaran baru akan dimulai. Semua sekolah seharusnya sudah melakukan tatap muka secara terbatas,” tukas Nadiem.

Nadiem mengatakan langkah itu diambil Kemendikbud berdasarkan arahan Presiden Jokowi setelah vaksinasi bergulir.

Menurut dia, vaksinasi guru dan tenaga pendidikan ditargetkan rampung pada akhir Juni 2021.

Lebih jauh, Nadiem meminta para kepala sekolah memaksimalkan pemakaian dana Bantuan Operasional (BOS) untuk protokol kesehatan sebagai persiapan belajar tatap muka.

“Jadi, tolong dana BOS dan fleksibilitas yang sudah kita berikan segera digunakan agar anak-anak kita bisa masuk, tatap muka lagi dengan protokol kesehatan,” pungkas Nadiem.

Tagar. #kemendikbud #pembelajaran jarak jauh #anggaran covid-19 #covid-19

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Selasa, 11 Mei 2021, 17:50 WIB

Tata Kelola Pemerintahan Buruk Penyebab Papua Belum Maju

Jika persoalan pemerintahan bisa dibenahi,maka tujuan Otsus dapat tercapai.

selengkapnya
Tata Kelola Pemerintahan  Buruk Penyebab Papua Belum Maju