×
×
Kamis, 18 Agustus 2022
OBS 2019
loading content

Kejagung Terima Uang Pengganti Rp27,4 Miliar dari Koruptor Proyek Tambak Udang

Selasa, 14 Desember 2021, 10:00 WIB
Penulis: Maryono
Editor: Jimmy Radjah

Kejagung Terima Uang Pengganti Rp27,4 Miliar dari Koruptor Proyek Tambak Udang

Ilustrasi. (Foto: hukumonline.com)

Infoanggaran.com, Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) berhasil memulihkan aset terkait uang pengganti sebesar Rp27,4 miliar  dari George Gunawan, terpidana kasus korupsi pengadaan kegiatan percontohan budidaya tambak udang di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan, penyerahan uang tersebut dilaksanakan di ruang rapat Pusat Daskrimti Kejagung, Jakarta Selatan.

"Terpidana George Gunawan secara itikad baik telah melakukan pembayaran uang pengganti," ujar Leonard, dilansir dari laman resmi Kejaksaan pada Selasa (14/12/2021).

Berdasarkan putusan Mahkamah Agung pada 2019, George Gunawan dijatuhi pidana penjara selama enam tahun dan pidana denda sebesar Rp200 juta.

Selain itu, George juga harus membayar uang pengganti senilai Rp38,11 miliar yang merupakan nilai bantuan pemerintah dikompensasi dengan nilai barang yang disita sebesar Rp10,7 miliar.

"Sehingga sisa uang pengganti yang harus dilunasi terpidana George Gunawan senilai Rp27,4 miliar," jelas Leonard merujuk hasil perhitungan BPKP Perwakilan Jawa Barat.

Leonard membeberkan, George merupakan mantan Direktur PT Tambak Mas Makmur yang terlibat dalam korupsi dana bantuan budidaya udang di Desa Bungko Lor, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon.

Kasus ini berawal pada 2012 ketika Ditjen Perikanan Budidaya KKP melaksanakan bantuan kegiatan revitalisasi tambak usaha budidaya (Demfarm) udang berupa plastik mulsa, pompa, genset, kincir, benur, dan pakan.

Dalam kasus tersebut, PT Tambak Mas Makmur ditunjuk menjadi mitra dalam percontohan tersebut dengan membentuk petambak yang bersedia revitalisasi tambak udang seluas 245 hektare.

Namun belakangan, diketahui kelompok petambak tersebut fiktif. "Setelah berakhirnya masa kemitraan, terpidana George Gunawan tidak mengembalikan barang-barang bantuan milik negara," jelas Leonard.


Hasil Kolaborasi

Leonard melanjutkan, keberhasilan pemulihan aset sebesar Rp27,4 miliar
merupakan hasil kolaborasi pendampingan antara Pusat Pemulihan Aset Kejagung dengan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon.

Pusat Pemulihan Aset Kejagung melakukan penelusuran aset setelah adanya permintaan pendampingan pemulihan aset dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon dalam rangka pemenuhan pembayaran pidana uang pengganti dari George Gunawan.

Leonard mengatakan, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa Pusat Pemulihan Aset Kejagung mampu memulihkan aset tindak pidana secara efektif.

"Melalui kegiatan penelusuran aset, pengamanan aset, perampasan aset dalam rangka pemenuhan kewajiban pembayaran uang pengganti dan denda sebagaimana tercantum dalam amar putusan pengadilan," jelas dia.

Selain itu, menunjukkan bahwa penegakkan hukum yang dilakukan oleh Kejaksaan tidak hanya terfokus pada pemidanaan pelaku tindak pidana semata, tetapi juga pada pemulihan aset yang berasal dari harta atau kekayaan pelaku yang dipergunakan atau diperoleh dari kejahatan. 

Tagar. #kejaksaan #kkp #Korupsi #kejagung

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Rabu, 25 Mei 2022, 17:31 WIB

Anggaran Pemilu Belum Cair Seluruhnya

Pencairan ini sangat krusial lantaran tahapan pendaftaran partai dan verifikasi partai akan mulai pada Agustus dan Desember.

selengkapnya
Anggaran Pemilu Belum Cair Seluruhnya