×
×
Sabtu, 23 Oktober 2021
OBS 2019
loading content

Kebutuhan 426 Juta Dosis, Vaksin Covid-19 Baru Tersedia 63,4 Persen

Selasa, 12 Januari 2021, 13:36 WIB
Penulis: Maryono
Editor: Jimmy Radjah

Kebutuhan 426 Juta Dosis, Vaksin Covid-19 Baru Tersedia 63,4 Persen

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Youtube DPR RI)

Infoanggaran.com, Jakarta – Kementerian Kesehatan mengungkapkan, kebutuhan vaksin Covid-19 untuk pelaksanaan vaksinasi gratis kepada masyarakat mencapai 426 juta dosis. Namun saat ini pemerintah baru men-secure sekitar 63,4 persen dari kebutuhan vaksin.

“Posisi sekarang kontrak yang pasti itu ada sekitar 270 juta dosis dari kebutuhan 426 juta dosis,” ujar Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR, Selasa (12/1/2020).

Kendati begitu, Budi mengatakan bahwa pemerintah masih terus berupaya memenuhi kebutuhan vaksin untuk 181 juta masyarakat yang layak divaksinasi.

Selain melakukan finalisasi kontrak dengan penyedia vaksin, lanjut dia, pemerintah juga tengah berusaha mendapatkan vaksin gratis dari GAVI Covax semaksimal mungkin.

“Dari GAVI Covax, angka sekarang adalah 54 juta dosis. Ada kemungkinan mereka bisa menaikkan itu jadi 108 juta dosis,” terang Budi.

Jika berhasil mendapatkan sebanyak 108 juta dosis dari GAVI Covax, lanjut Budi, “maka kita akan mengurangi kontrak dari yang berbayar.  Tapi kalau kita tidak dapat, nah kita akan ambil yang berbayar.”

 

Belum Siap

Lebih jauh, Budi mengatakan pemerintah sudah mendistribusikan vaksin untuk pelaksanaan vaksinasi tahap pertama pada periode Januari-April 2021. Namun tidak semua daerah mempunyai kapasitas penyimpanan rantai dingin yang memadai.

“(Tapi) saat kita deliver 1,2 juta (ke setiap provinsi), ada delapan provinsi yang belum langsung menerima semua,” jelas dia.

Dari jumlah tersebut, menurut Budi, hingga saat ini tinggal dua provinsi lagi yang belum menerima 1,2 juta vaksin yaitu Sumatera Utara dan Sumatera Selatan. “Kami masih terus berkomunikasi dengan Kepala Dinas Sumatera Utara dan Sumatera Selatan.”

Kapasitan penyimpanan rantai dingin yang tidak memadai bisa menjadi menghambat pemerintah pusat dalam proses vaksinasi. “Baru 1,2 juta sudah tidak mampu. Apalagi kalau nanti kita kirim 17 juta dan 25 juta,” tukas Budi.

Budi mengatakan akan berupaya memastikan masalah tersebut tidak muncul lagi kendati Kemenkes mendistribusikan vaksin dalam jumlah lebih banyak. “Jadi, saya sudah minta ke teman-teman untuk sering berkomunikasi dengan daerah-daerah terkait dengan kapasitas penyimpanan rantai dingin,” imbuh dia.

Tagar. #Kemenkes #dpr #vaksin covid-19 #vaksinasi covid-19 #covid-19

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Jumat, 22 Oktober 2021, 14:42 WIB

ICJR: Reformasi Peradilan Pidana Stagnan, Respons Pemerintah Minim

Substansi RKUHP masih berpotensi menghadirkan overkriminalisasi dengan adanya sejumlah pasal karet.

selengkapnya
ICJR: Reformasi Peradilan Pidana Stagnan, Respons Pemerintah Minim
Proyek Kereta Cepat Tidak Boleh Pakai SiLPA APBN

Kamis, 21 Oktober 2021, 16:28 WIB

Proyek Kereta Cepat Tidak Boleh Pakai SiLPA APBN
Hadapi Ancaman Katastropik, APBN Bisa 'Lumpuh'

Selasa, 19 Oktober 2021, 19:56 WIB

Hadapi Ancaman Katastropik, APBN Bisa 'Lumpuh'
DBH-DAU Tak Lagi Wajib Dialokasikan untuk Covid-19

Selasa, 19 Oktober 2021, 11:24 WIB

DBH-DAU Tak Lagi Wajib Dialokasikan untuk Covid-19