×
×
Sabtu, 23 Oktober 2021
OBS 2019
loading content

Kasus Narkoba Semakin Meningkat di Masa Pandemi

Kamis, 22 Juli 2021, 16:15 WIB
Penulis: Yenglis Dongche
Editor: Jimmy Radjah

Kasus Narkoba Semakin Meningkat di Masa Pandemi

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Infoanggaran.com, Jakarta  Badan Narkotika Nasional (BNN) menyatakan kasus penyalahgunaan Narkoba semakin meningkat di tengah pandemi Covid-19.

“Jadi kalau kita melihat data yang ada, memang ada kecenderungan malah tinggi. Tapi juga bisa dikatakan bahwa justru kondisi-kondisi inilah yang dimanfaatkan oleh pebisnis Narkoba,” ujar Direktur Peran Serta Masyarakat, BNN Richard Marolop Nainggolan, Rabu (21/7/2021).

Sebagai perbandingan, kasus penyalahgunaan narkoba yang ditangani BNN dan Polri sebelum pandemi pada 2019  tercatat 40.756 kasus. Sedangkan pada 2020 saat pandemi mulai merebak, angkanya meningkat menjadi 45.227 kasus.

Salah satu penyebab meningkatnya kasus narkoba selama pandemi Covid-19, kata Richard, karena tingkat stres masyarakat juga terbilang tinggi. Komdisi seperti ini dimanfaatkan oleh pebisnis atau bandar narkoba.

Untuk menangani penyalahgunaan narkoba, dibutuhkan perlawanan yang sistematis. Salah satunya dengan mengembangkan topik antinarkoba ke dalam kurikulum pendidikan dari SD - SMA.

Selain itu, dapat pula membentuk Satuan Tugas (Satgas) dan kementerian/lembaga melaksanakan 26 aksi khusus yang diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2018 yang kemudian diperbarui menjadi Inpres Nomor 2 Tahun 2020. Kemendagri sendiri telah menindaklanjutinya dengan menerbitkan Permendagri Nomor 12 Tahun 2019.

 

Narkoba di Lapas

Hampir sama dengan kasus narkoba yang terus meningkat, Ketua Komisi III DPR RI Herman Herry menyoroti persoalan narkotika di lembaga pemasyarakatan (lapas) Tanah Air masih sering terjadi dan cendering meningkat.

Menurutnya, persoalan tersebut tak ubahnya sampah yang terus menumpuk selama belasan tahun dirinya menjadi anggota DPR.

Padahal, sampah seharusnya diproses, dipilah-pilah, dan dipisahkan sehingga dapat didaur ulang. Tetapi hal itu tidak kunjung terjadi dalam persoalan lapas.

"Demikian juga proses seseorang sampai menghuni lapas. Kita contohkan di persoalan narkotika yang menyumbang keterisian lapas hingga 50 persen, itu karena semua penegakan hukum berawal dari hulu sampai dengan akhir dibuang ke lapas, proses hukumnya harus direformasi, diubah," tutur Herman Herry.

Proses hukum terkait penyalahgunaan dan penjualan narkotika sejak tahap penyidikan ada proses yang harus diubah. Misalnya pengguna dan pengedar narkoba, keduanya adalah dua hal yang sangat berbeda.

“Dalam proses penegakan hukum, penyidikan perkara dari awal, tidak jarang pengguna dan pengedar itu disamaratakan, tergantung arah penegakan hukum yang dilakukan oleh penyidik mau dibawa ke mana. Kalau semua mayoritas pengguna disamaratakan dengan pengedar dan semua didorong untuk masuk lapas, bisa kita bayangkan lapasnya menjadi penuh dengan urusan narkotika," tukasnya.

Tagar. #sindikat narkoba #narkoba #BNN #Lapas #DPR RI

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Jumat, 22 Oktober 2021, 14:42 WIB

ICJR: Reformasi Peradilan Pidana Stagnan, Respons Pemerintah Minim

Substansi RKUHP masih berpotensi menghadirkan overkriminalisasi dengan adanya sejumlah pasal karet.

selengkapnya
ICJR: Reformasi Peradilan Pidana Stagnan, Respons Pemerintah Minim
Proyek Kereta Cepat Tidak Boleh Pakai SiLPA APBN

Kamis, 21 Oktober 2021, 16:28 WIB

Proyek Kereta Cepat Tidak Boleh Pakai SiLPA APBN
Hadapi Ancaman Katastropik, APBN Bisa 'Lumpuh'

Selasa, 19 Oktober 2021, 19:56 WIB

Hadapi Ancaman Katastropik, APBN Bisa 'Lumpuh'
DBH-DAU Tak Lagi Wajib Dialokasikan untuk Covid-19

Selasa, 19 Oktober 2021, 11:24 WIB

DBH-DAU Tak Lagi Wajib Dialokasikan untuk Covid-19