×
×
Sabtu, 23 Oktober 2021
OBS 2019
loading content

Jumlah Penduduk Miskin Naik Jadi 27,5 Juta

Kamis, 15 Juli 2021, 15:10 WIB
Penulis: Yenglis Dongche
Editor: Jimmy Radjah

Jumlah Penduduk Miskin Naik Jadi 27,5 Juta

Ilustrasi (Foto: NET)

Infoanggaran.com, Jakarta  Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan angka kemiskinan di Indonesia naik menjadi 27,54 juta orang per Maret 2021. Jumlah ini naik 1,12 juta orang dibandingkan dengan akhir Maret 2020 yang berada di angka 28,66 juta orang.

"Secara jumlah, penduduk miskin Maret 2021 ini tercatat 27,54 juta orang, atau turun 0,01 juta orang dibanding September 2020. Tapi masih naik 1,12 juta orang dibanding Maret 2020," ujar Kepala BPS Margo Yuwono, Kamis (15/7/2021).

Lebih lanjut Kepala BPS menjelaskan, jika dilihat dari sisi disparitas kemiskinan, persentase penduduk miskin masih lebih banyak di desa dibandingkan di kota. Populasi penduduk miskin di kota sebesar 7,89 persen, dan di desa sebanyak 13,10 persen.

Kendati demikian, secara grafik jumlah penduduk miskin di desa pada Maret 2021 justru menurun 0,10 persen dibanding September 2020 yang sebesar 13,20 persen.

Di sisi lain, penduduk miskin kota justru bertambah 0,01 persen dari sebelumnya 7,88 persen.

“Ini menunjukkan bahwa berbagai program di pedesaan, dana desa juga, menunjukkan dampak baik. Terlihat dari jumlah kemiskinan di pedesaan yang meningkat lebih kecil,” pungkas Margo.

Data bertambahnya angka kemiskinan yang dilansir BPS berbeda dengan pernyataan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Airlangga menyatakan,  jumlah pekerja Indonesia yang terdampak pandemi Covid-19 turun hampir 10 juta.

"Dengan peningkatan aktivitas produksi, dampak negatif pandemi terhadap ketenagakerjaan berangsur teratasi. Sehingga penduduk usia kerja yang terdampak selama pandemi di tahun lalu sebesar 29,12 juta mulai ter-reduce menjadi 19,1 juta orang," kata Airlangga, Selasa kemarin.

Di saat yang sama, sebut Airlangga, arus modal asing kembali masuk dan terjaganya level defisit transaksi berjalan akan memberikan dasar yang kuat bagi ketahanan sektor eksternal Indonesia.

"Dengan berbagai kebijakan ekonomi, termasuk insentif perpajakan, relaksasi PPN, pemerintah melihat bahwa recovery masih dapat terus berlangsung, dan angka pertumbuhan di semester I, kuartal II diharapkan masih tumbuh di angka 7 persen," jelasnya.

Sementara dari sisi eksternal, Indonesia terbantu dengan surplus neraca perdagangan selama 13 bulan berturut-turut. Hal ini ditopang oleh peningkatan harga komoditas global. "Dan hal ini tentu akan dapat memberikan sentimen positif bagi kegiatan ekspor-impor Indonesia ke depan," kata Airlangga.

Sebagai informasi, tolok ukur penduduk miskin ini mengacu pada masyarakat yang hidup di bawah angka garis kemiskinan per Maret 2021, dengan batas pendapatan Rp472.525 per kapita per bulan.

Tagar. #Data Kemiskinan #kemiskinan #airlangga hartarto #BPS #tingkat kemiskinan

Berita Terkait
Membangun Data Kemiskinan dari Desa

Senin, 12 Juli 2021, 13:40 WIB

Membangun Data Kemiskinan dari Desa
Artikel Lainnya

Jumat, 22 Oktober 2021, 14:42 WIB

ICJR: Reformasi Peradilan Pidana Stagnan, Respons Pemerintah Minim

Substansi RKUHP masih berpotensi menghadirkan overkriminalisasi dengan adanya sejumlah pasal karet.

selengkapnya
ICJR: Reformasi Peradilan Pidana Stagnan, Respons Pemerintah Minim
Proyek Kereta Cepat Tidak Boleh Pakai SiLPA APBN

Kamis, 21 Oktober 2021, 16:28 WIB

Proyek Kereta Cepat Tidak Boleh Pakai SiLPA APBN
Hadapi Ancaman Katastropik, APBN Bisa 'Lumpuh'

Selasa, 19 Oktober 2021, 19:56 WIB

Hadapi Ancaman Katastropik, APBN Bisa 'Lumpuh'
DBH-DAU Tak Lagi Wajib Dialokasikan untuk Covid-19

Selasa, 19 Oktober 2021, 11:24 WIB

DBH-DAU Tak Lagi Wajib Dialokasikan untuk Covid-19