×
×
Selasa, 18 Januari 2022
OBS 2019
loading content

Jokowi Akui Target Pembangunan Berkelanjutan Sulit Tercapai di Era Covid-19

Kamis, 17 Desember 2020, 15:25 WIB
Penulis: Redaksi
Editor: Jimmy Radjah

Jokowi Akui Target Pembangunan Berkelanjutan Sulit Tercapai di Era Covid-19

Ilustrasi SDGs (Foto: Youtube)

Infoanggaran.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui bahwa pandemi Covid-19 membuat target pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) semakin sulit tercapai. Pasalnya, pandemi tersebut memberikan dampak negatif untuk seluruh sektor, baik kesehatan maupun ekonomi.

"Saat ini, tantangan mencapai target SDGs semakin berat, pandemi mengakibatkan krisis kesehatan dan perekonomian yang memperkeruh capaian SDGs, bahkan SDGs dunia," tutur Jokowi dalam Konferensi Tahunan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2020 Indonesia, Kamis (17/12/2020).

Kendati demikian, Jokowi menegaskan bahwa pemerintah tak menurunkan target SDG's Indonesia. Menurutnya, pemerintah justru harus mencari terobosan baru agar bisa mencapai target tersebut.

"Tidak ada cara lain bahwa inovasi harus dilakukan secara efektif dan efisien, ini harus dikembangkan dan hasilnya harus maksimal. Harus diperjuangkan," imbuh Jokowi.

Untuk mencapai hal tersebut, kata dia, pemerintah bisa bekerja sama dengan peneliti, akademisi, dan institusi untuk mencapai target SDGs. Jokowi berpendapat mereka memiliki keunggulan masing-masing untuk membantu pemerintah mencapai target yang ditetapkan.

"Kekayaan pengetahuan (peneliti, akademisi, dan institusi) yang harus disinergikan. Butuh keseriusan untuk saling berbagi. Butuh agenda yang jelas di setiap forum dengan target yang jelas," ucap Jokowi.

 

Strategi Percepatan SDGs

Selain itu, Presiden juga telah memerintahkan Kepala Bappenas Suharso Monoarfa untuk menyiapkan strategi nasional untuk mempercepat pencapaian SDGs.

"Saya minta Menteri PPN/Kepala Bappenas untuk siapkan orkestrasi nasional yang berkelanjutan agar pemanfaatan iptek dapat dimaksimalkan. Saya menunggu rekomendasi konkret yang digunakan untuk mempercepat target pencapaian SDGs," ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, langkah terobosan diperlukan karena tantangan untuk mencapai target SDGs kini semakin berat.

Pandemi telah mengakibatkan krisis kesehatan dan perekonomian yang memperburuk capaian SDGs nasional, bahkan dunia. Oleh karena itu, tidak ada cara lain selain berinovasi yakni dengan bersinergi antara pemerintah maupun swasta bersama para peneliti, akademisi, dan institusi pendidikan.

Presiden meminta kepada pejabat pemerintah agar meminta masukan dari para ahli dalam pencapaian SDGs.

“Orkestrasi nasionalnya harus jelas, harus kuat agar sharing pengetahuan ini bisa berkelanjutan dan menghasilkan rekomendasi yang konkret. Bahwa setiap gagasan harus dijabarkan dalam aksi yang jelas dan terstruktur,” pungkasnya.

 

 

Tagar. #indeks pembangunan #pandemi covid-19 #SDG #jokowi #pembangunan berkelanjutan #SDGs

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Senin, 17 Januari 2022, 17:00 WIB

ESDM Kantongi PNBP Panas Bumi Rp1,92 Triliun

Capaian tersebut sebesar 134 persen dari target Rp1,43 triliun.

selengkapnya
ESDM Kantongi PNBP Panas Bumi Rp1,92 Triliun
Anggaran PEN 2022 Turun 39 Persen

Senin, 17 Januari 2022, 15:00 WIB

Anggaran PEN 2022 Turun 39 Persen