×
×
Kamis, 23 September 2021
OBS 2019
loading content

Ini Strategi Bappenas Perkuat Ekonomi di 2022

Rabu, 16 Juni 2021, 16:53 WIB
Penulis: Maryono
Editor: Jimmy Radjah

Ini Strategi Bappenas Perkuat Ekonomi di 2022

Ilustrasi. (sindonews.com)

Infoanggaran.com, Jakarta - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) tengah menyiapkan strategi untuk memperkuat ketahanan ekonomi demi pertumbuhan yang berkualitas dan berkeadilan di tengah pandemi Covid-19 pada 2022 mendatang.

Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Amalia Widyasanti mengatakan, pemulihan ekonomi pada tahun depan bakal dilakukan melalui penguatan sektor pertanian dengan meningkatkan produktivitas pangan.

"Pertanian ini juga terkait rantai pasok dan digitalisasi," ujar Amalia dalam rapat bersama Badan Anggaran DPR RI, Rabu (16/6/2021).

Selain itu, sektor industri pengolahan juga akan ditingkatkan. Amalia membeberkan, upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan produktivitas dan daya saing, pembangunan kawasan industri sebagai destinasi investasi, menerapkan industri 4.0 dan digitalisasi.

"Kemudian penguatan produk dalam negeri serta mendorong peningkatan ekspor untuk nilai tambah tinggi bukan ekspor komoditas," beber Amalia.

Selanjutnya, penguatan sektor pariwisata melalui pemulihan pasar pariwisata dan penguatan destinasi unggulan dengan standar tata kelola, infrastruktur, kebersihan, dan berkelanjutan serta nilai tambah ekonomi kreatif.

"Di 2022, momentum yang baik bagi kita semua untuk memperkuat dan menata kembali destinasi unggulan pariwisata Indonesia, sehingga bisa lebih kompetitif dan menarik wisatawan lebih banyak lagi," imbuh Amalia.

Strategi ketahanan ekonomi lainnya adalah penguatan UMKM. Menurut Amalia, penguatan UMKM ini dilakukan dengan mendorong pendidikan dan pelatihan, pendampingan dan inovasi pembiayaan, pengembangan UMKM champion berbasis kewilayahan, kemitraan strategis berbasis rantai pasok, serta konsolidasi usaha yang didukung oleh produksi dan dan digitalisasi.

Amalia menegaskan, berbagai strategi tersebut percepatan pemulihan ekonomi yang didorong pemulihan daya beli dan usaha serta diversifikasi dan peningkatan nilai tambah yang didukung reformasi iklim usaha.

 

Pemerataan Ekonomi

Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas Rudy Soeprihadi Prawiradinata menambahkan, kebijakan pembangunan ekonomi pada 2022 juga akan difokuskan untuk menumbuhkan pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa.

Menurut Rudy, langkah strategi tersebut dilakukan dalam upaya pemulihan ekonomi sekaligus mengurangi ketimpangan antar wilayah di Indonesia.

"Pengembangan wilayah fokus pada beberapa upaya untuk mempercepat pemulihan dampak covid-19 dan mengurangi kesenjangan yang perlu terus dioptimalkan," imbuh Rudy.

Di samping itu, kebijakan pembangunan ekonomi pada 2022 juga baga diarahkan pada keunggulan kompetitif wilayah untuk meningkatkan pemerataan kualitas hidup antar wilayah.

Dia membeberkan, Bappenas menargetkan sedikitnya tujuh wilayah prioritas, yaitu wilayah Sumatera, Jawa-Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Rudy menegaskan, arah kebijakan pembangunan wilayah tersebut sejalan dalam RPJMN 2020-2024 dengan tujuan untuk mengurangi ketimpangan antar wilayah. 

Tagar. #pemulihan ekonomi nasional #bappenas #kebijakan fiskal #covid-19

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Rabu, 22 September 2021, 23:03 WIB

Komisi XI DPR Ragu Core Tax System Efektif Dulang Pajak

Saat ini Kemenkeu sedang mematangkan pembuatan core tax system sebagai upaya dukungan peningkatan potensi penerimaan negara.

selengkapnya
Komisi XI DPR Ragu Core Tax System Efektif Dulang Pajak