×
Kamis, 24 September 2020
loading content

Indef Perkirakan Dana Vaksin Covid-19 Mencapai Rp75 Triliun

Jumat, 04 September 2020, 14:55 WIB
Penulis: Yenglis Dongche
Editor: Jimmy Radjah

Indef Perkirakan Dana Vaksin Covid-19 Mencapai Rp75 Triliun

Vaksin Corona (Foto: Covid-19 News)

Infoanggaran.com, Jakarta Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ariyo DP Irhamna memperkirakan pemerintah setidaknya akan membutuhkan dana sebesar Rp75 triliun untuk pengadaan vaksin Covid-19 pada 2021.

“Itu sesuai dengan perhitungan kasar, karena Menteri BUMN Erick Thohir sebesar USD30 per orang atau sekitar Rp400 ribu per orang,” jelas Ariyo, Kamis (3/9/2020).

Perhitungan itu, kata Ariyo, sesuai dengan standar WHO yang mewajibkan minimal 70 persen atau sebanyak 189 juta masyarakat Indonesia dari total jumlah penduduk seharusnya bisa divaksinasi. Namun angka Rp75 tiriliun itu belum termasuk anggaran untuk biaya logistik dan tenaga medis.

Oleh karena itu, pihaknya meminta agar pemerintah menganggarkan dana tersebut dalam RAPBN 2021. Sebab Presiden Joko Widodo sudah mewacanakan bahwa vaksinasi akan dilakukan di awal 2021.

Berdasarkan data RAPBN 2021, pemerintah menganggarkan sektor kesehatan sebesar Rp169,7 triliun atau 6,2 persen dari total belanja negara.

 

Skala Prioritas Vaksinasi

Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Erick Thohir mengatakan, pemerintah menerapkan skala prioritas untuk imunisasi masal vaksin Covid-19 yang akan dimulai awal 2021, atau bahkan bisa lebih cepat, yakni pada Desember 2020.

"Sebanyak 1,5 juta dokter, perawat, bidan dan tenaga kesehatan lainnya akan lebih dahulu divaksinasi,” jelas Erick. Angka tenaga media yang harus divaksinasi, ujar Erick, berdasarkan laporan dari asosiasi seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) yang telah dikonsolidasikan. Mereka juga akan diterjunkan dalam program vaksinasi di 2021.

Hal itu, kata Erick, karena para tenaga kesehatan ini merupakan garda terdepan dalam penanganan Covid-19 dan memiliki risiko paling tinggi terpapar karena harus berinteraksi langsung dengan masyarakat. Untuk tenaga medis, dinyatakan akan mendapatkan vaksin gratis dari pemerintah.

Selain itu, untuk mendukung pembangunan pabrik vaksin, Erick mengusulkan agar PT Bio Farma (Persero) dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) masing-masing sebesar Rp1 triliun pada 2021.

"Bio Farma Rp1 triliun, hospital Rp1 triliun, RNI Rp1 triliun," jelasnya.

 

Reformasi Kesehatan

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan bahwa anggaran kesehatan akan diarahkan fokus kepada reformasi sistem kesehatan untuk pemulihan kesehatan pascapandemi serta meningkatkan akses dan mutu layanan.

“Tujuan akhir yang ingin dicapai adalah peningkatan derajat kesehatan masyarakat, termasuk kesiapan sistem dalam menghadapi kondisi terburuk,” kata Sri, Selasa.

Untuk itu, pengadaan vaksin akan dilakukan dengan menggunakan produksi dalam negeri melalui kerja sama, termasuk transfer pengetahuan dan teknologi.

Dengan demikian, diharapkan pengembangan vaksin memperhatikan aspek cepat, efektif, dan mandiri. Sehingga sistem kesehatan Indonesia bisa lebih siap untuk menghadapi kondisi terburuk apabila gelombang pandemi atau yang lebih buruk muncul lagi di masa mendatang.

Hingga saat ini, diketahui proses pengadaan vaksin memasuki tahap uji klinis sebelum dapat diproduksi, didistribusikan, dan digunakan secara masal.

Tagar. #sri mulyani #vaksin corona #erick thohir #Indef

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Kamis, 24 September 2020, 16:11 WIB

Jaksa Agung Klaim Berhasil Dampingi Pengadaan Terkait Covid-19

Keberhasilan pendampingan Kejaksaan dalam pengadaan barang dan jasa terkait penanganan Covid-19 mencapai Rp38,79 triliun.

selengkapnya
Jaksa Agung Klaim Berhasil Dampingi Pengadaan Terkait Covid-19
Per Agustus 2020, Utang Pemerintah Rp5.594 Triliun

Kamis, 24 September 2020, 15:04 WIB

Per Agustus 2020, Utang Pemerintah Rp5.594 Triliun
Anggaran Kemenag 2021 Naik Rp287,8 Miliar

Rabu, 23 September 2020, 15:43 WIB

Anggaran Kemenag 2021 Naik Rp287,8 Miliar