×
×
Jumat, 25 Juni 2021
OBS 2019
loading content

Harga Vaksin Covid-19 Diusulkan Tidak Lebih dari Rp100 Ribu

Senin, 14 Desember 2020, 16:41 WIB
Penulis: Yenglis Dongche
Editor: Jimmy Radjah

Harga Vaksin Covid-19 Diusulkan Tidak Lebih dari Rp100 Ribu

Vaksin Covid-19 (Foto: Istimewa)

Infoanggaran.com, Jakarta – Ketua Komisi I Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Anna Maria Tri Anggraini mengusulkan harga maksimal atau batas atas yang ideal untuk vaksin Covid-19 mandiri sebesar Rp100 ribu. Angka tersebut sesuai dengan standar World Health Organization (WHO).

"Beberapa kali kami melakukan wawancara berapa harga normal di pasar, rekomendasi yang kami sampaikan memastikan ke seluruh masyarakat Indonesia mendapatkannya dan memang batas atasnya Rp100 ribu," ungkap Anna pada Senin (14/12/2020).

Selain soal harga vaksin, BPKN juga memberikan rekomendasi harga kepada Kementerian Kesehatan terkait harga rapid test, swab test, dan produksi masker.

"Hal ini agar harga sesuai dengan kemampuan masyarakat. Kami juga ingin memastikan masyarakat mendapatkan vaksin sesuai dengan bentuk tanggung jawab negara," kata Anna.

Sebelumnya, Juru bicara untuk Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi menyatakan bahwa pihaknya membuka peluang untuk mengatur batas maksimal harga vaksin Covid-19.

“Beberapa rumah sakit diketahui sudah mulai membuka pendaftaran vaksinasi Covid-19 berbayar,” kata dia pada Minggu (13/10/2020).

Kendati demikian, ia belum bisa memastikan kapan dan berapa harga paling mahal vaksin Covid-19. Sebab, proses persiapan masih berjalan.

Pembatasan harga itu berlaku bagi vaksinasi mandiri yang dikelola swasta. Vaksinasi tersebut akan memungut biaya dari pasien.

 

Vaksinasi Mulai Februari

Terpisah, Head of Corporate Communication Bio Farma Iwan Setiawan mengatakan, sebanyak 1,2 juta vaksin Covid-19 Sinovac tengah diuji coba. Menurutnya, pada awal Januari nanti, laporan pengujian klinis dari Fakultas Kedokteran Unpad akan diberikan ke BPOM untuk dilakukan analisa dan evaluasi.

"Jadi kemungkinan baru bisa dilakukan penyuntikan (vaksin) mulai Februari," kata dia.

Setelah menerima 1,2 juta vaksin Sinovac, Bio Farma akan menerima 1,8 juta dosis lagi, sehingga total menjadi 3 juta dosis vaksin.

"Kita juga mempersiapkan vaksin yang akan diproduksi Bio Farma, bahannya kita akan terima dalam bentuk setengah jadi pada Januari nanti sebanyak 15 juta dosis," kata Iwan.

Iwan menambahkan, untuk penggunaan vaksin sendiri masih menunggu izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang diperkirakan akan rampung pada Januari nanti.

 

Beda Vaksin Gratis dan Mandiri

Lebih lanjut, Siti menyampaikan, ada dua skema yang berkaitan dengan vaksin subsidi dengan vaksin berbayar.

"Skema pemerintah itu memfokuskan pada tenaga kesehatan garda terdepan, pemberi layanan publik, dan kelompok masyarakat rentan lainnya," ujar dia.

Sementara, untuk program kedua, nantinya masyarakat kategori mampu akan dikenai biaya jika ingin disuntik vaksin Covid-19. 

"Kalau skema mandiri tentunya difokuskan pada masyarakat dan pelaku ekonomi, jadi sebenarnya itu kita mengharapkan partisipasi, misalnya perusahaan untuk melakukan vaksinasi untuk seluruh pegawainya," ungkap dia. 

Tagar. #Kemenkes #vaksin corona #harga vaksin corona #vaksinasi covid-19 #perlindungan konsumen #BPKN

Berita Terkait
Artikel Lainnya