×
×
Kamis, 23 September 2021
OBS 2019
loading content

Gubernur NTT Ajak Bali-NTB Kembangkan EBT

Kamis, 10 Juni 2021, 16:29 WIB
Penulis: Maryono
Editor: Jimmy Radjah

Gubernur NTT Ajak Bali-NTB Kembangkan EBT

Ilustrasi. (sindonews.com).

Infoanggaran.com, Jakarta - Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Laiskodat mengajak Pemerintah Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama-sama mengembangkan energi baru terbarukan (EBT) guna memenuhi kebutuhan energi ramah lingkungan di tiga daerah tersebut.

"Kita perlu duduk bersama merancang pengembangan EBT untuk memenuhi kebutuhan dan menjawab tantangan yang ada," ujar Viktor dalam webinar yang dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster dan Gubernur NTB Zulkieflimansyah, dikutip Antara pada Kamis (10/6/2021).

Viktor menerangkan bahwa NTT merupakan salah satu pusat energi baru terbarukan, terutama Pulau Timor dan Pulau Sumba yang memiliki potensi panas matahari terbaik di Indonesia.

Jika potensi ini dikembangkan, dia meyakini bisa mendukung kebutuhan energi bagi wilayah Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat (Bali-Nusra).

Menurut Viktor, saat ini Bali-Nusra tidak punya pilihan selain beralih dari pemanfaatan energi fosil menuju energi baru terbarukan. "Dunia sedang menuju perubahan ke arah itu sehingga jika tidak berubah maka akan tergilas perubahan itu," kata dia, mengingatkan.

Gubernur NTT melanjutkan, sektor pariwisata yang notabene menjadi unggulan Bali-Nusra akan menghadapi tantangan yang sama jika tidak segera meninggalkan sumber energi fosil.

"Ke depan tidak menginap di hotel yang masih menggunakan sumber energi fosil. Orang akan protes dan terus menerus tekanan akan datang kepada kita, maka kita harus menuju energi baru terbarukan," jelas dia.

Terlebih, saat ini grup-grup besar dunia juga terus menekan agar energi fosil perlahan mulai ditinggalkan dan dunia menuju pemanfaatan energi ramah lingkungan seperti angin, matahari, panas bumi, hingga arus laut.

Seperti diketahui, pengembangan energi baru terbarukan di NTT merupakan salah satu major project Kementerian PPN/Bappenas guna mengakselerasi pencapaian target bauran EBT nasional sebesar 23 persen pada 2025 mendatang.

“NTT memiliki potensi sumber energi terbarukan seperti matahari, angin, serta arus laut yang besar, hingga 25 gigawatt. Masih terdapat banyak ruang bagi EBT untuk tumbuh secara optimal, tentunya dengan menghadirkan enabling factors lainnya,” ujar Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, beberapa hari lalu.


Bertahap

Suharso memaparkan, pengembangan EBT di NTT dilaksanakan secara bertahap. Untuk jangka pendek, pengembangan EBT dapat dimulai dengan pengganti Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menjadi PLT EBT selama tiga hingga empat tahun ke depan.

Untuk jangka menengah, pemerintah bakal meningkatkan grid system ke wilayah-wilayah yang potensial secara ekonomi. Selain itu, pemerintah juga turut meningkatkan pemanfaatan energi non-listrik secara masif seperti bio-gas, bio-massa dan bio-solar untuk sektor rumah tangga dan transportasi.

Sementara untuk jangka panjang, pemerintah akan melakukan konsolidasi proyek-proyek EBT di NTT sehingga dapat terintegrasi ke jaringan smart NTT-Jawa dan ekspor EBT ke Nusa Tenggara Barat, Bali, dan Jawa Timur.

Suharso melanjutkan, saat ini pemerintah terus mendorong pengembangan energi terbarukan di NTT seperti Sumba Iconic Island, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 1000 Pulau, Flores Geothermal Island, Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut Larantuka, Program Biogas Rumah (BIRU), dan Koridor Interkoneksi Gigawatt Sumba-Jawa.

“Dengan karakteristik kepulauan serta kondisi ekonomi-energi saat ini, kami mendorong NTT sebagai 'taman energi terbarukan', sejalan dengan komitmen pembangunan energi terbarukan nasional dalam RPJMN 2020-2024, PP Kebijakan Energi Nasional, Perpres Rencana Umum Energi Nasional, serta Rencana Umum Energi Daerah NTT,” imbuh dia.

Bukan hanya itu, pengembangan EBT di NTT diharapkan bisa memberikan multiplier effect yang luas baik dalam membuka lapangan kerja, membangkitkan aktivitas ekonomi wilayah, dan menarik investasi. "Khususnya pada sektor pariwisata yang tengah tumbuh sangat cepat di NTT,” harap Suharso.

Tagar. #bappenas #energi baru terbarukan #ebt

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Rabu, 22 September 2021, 23:03 WIB

Komisi XI DPR Ragu Core Tax System Efektif Dulang Pajak

Saat ini Kemenkeu sedang mematangkan pembuatan core tax system sebagai upaya dukungan peningkatan potensi penerimaan negara.

selengkapnya
Komisi XI DPR Ragu Core Tax System Efektif Dulang Pajak