×
×
Sabtu, 23 Oktober 2021
OBS 2019
loading content

FITRA Riau Meragukan Integritas Sekda Riau Terpilih

Senin, 09 Agustus 2021, 19:31 WIB
Penulis: Maryono
Editor: Jimmy Radjah

FITRA Riau Meragukan Integritas Sekda Riau Terpilih

Sekda Riau Terpilih SF Hariyanto saat menjadi saksi di PN Pekanbaru pada 2018. (riausatu.com).

Infoanggaran.com, Jakarta – Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Riau meragukan integritas Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau terpilih, SF Hariyanto,

Manager Advokasi FITRA Riau, Taufik, mengatakan, rekam jejak Hariyanto diketahui tidak memiliki ketaatan yang baik terhadap hukum. Bahkan, Hariyanto beberapa kali pernah terlibat sebagai saksi dalam perkara korupsi maupun kasus hukum lainnya.

“Masalah penetapan Sekda menjadi problem mendasar kritik publik kepada Gubenur (Syamsuar). Seharusnya Gubenur dalam kesempatan tiga tahun jabatan ini bisa memaksimalkan komitmen pemberantasan dan pencegahan korupsi di lingkungan pemerintahannya,” ujar Taufik melaui keterangan tertulis, Senin (9/8/2021).

FITRA Riau telah melakukan tracking terhadap tiga calon Sekda -- Said Indra Suandy, Said Mustafa, dan Hariyanto -- yang diserahkan Syamsuar kepada Kementerian Dalam Negeri.

Berdasarkan hasil tracking tersebut, Taufik membeberkan bahwa tidak ada satu nama pun yang memiliki rekam jejak yang baik. Bahkan dua di antaranya, Hariyanto salah satunya, pernah bersinggungan dengan kasus  perkara korupsi.

“Kasusnya beragam. Ada yang dipanggil menjadi saksi pada kasus PON, dana rutin, pembangunan pipa, bahkan permasalahan korupsi karhutla dan pengadaan baju. Itu statusnya pernah menjadi saksi dan mengetahui benar terkait dengan kronologis perkara korupsi tersebut,” imbuh Taufik.

Di luar rekam jejak, aspek kapabilitas diri terkait prestasi dan kinerja juga tidak memuaskan. Menurut Taufik, tidak ada satu pun yang menujukan citra positif dan menonjol di dunia kerja sebelumnya.

“Ini menjadi tanda tanya bagi publik terhadap proses perekrutan yang dilakukan oleh pansel sebelumnya,” jelas dia.

Surat Keputusan (SK) Penetapan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau definitif dikabarkan telah diteken Presiden Jokowi pada 6 Agustus lalu. Plt Sekda Riau Masrul Kasmy menyampaikan bahwa SK tersebut tengah dijemput oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Riau Ikhwan Ridwan ke Kemendagri.

 

Lebih Bijak

Menurut Taufik, saat ini publik khawatir Gubernur kembali melakukan kesalahan untuk kesekian kalinya dalam memilih jajarannya. Terlebih, Sekda sebelumnya, Yan Prana, telah terbukti terlibat korupsi anggaran setelah divonis tiga tahun penjara pada Juli 2021.

“Masih ada kesempatan bagi Gubernur untuk mempertimbangkan dengan memperhatikan sepak terjang sekda tersebut, sehingga ke depan bumerang terkait dengan masalah lama tidak akan terulang kembali,” imbuh dia.

Taufik lalu meminta Syamsuar untuk menunda pelantikan pengesahan Sekda SF Hariyanto. Sebab,, posisi sekda adalah posisi yang sangat kuat dalam mengimplementasi pelaksanaan visi, misi, dan arahan Gubernur.

Dia berharap Gubernur Syamsuar mempertimbangkan masukan publik yang merupakan amanat PP Nomor 45 Tahun 2017.

“Jika fakta yang tergores dalam rekam jejak kandidat tersebut buruk dan malah tidak dipertimbangkan oleh Gubernur, berarti ada yang salah dalam pandangan Gubenur selama ini terhadap penetepan sekda,” pungkas dia.

Tagar. #sekda riau #fitra riau #antikorupsi

Artikel Lainnya

Senin, 18 Oktober 2021, 15:26 WIB

Ketua DPRD DKI: Anies Harus Jelaskan Penggunaan Anggaran Formula E

Hak interpelasi perlu dilakukan DPRD DKI semata-mata untuk menjalankan fungsi pengawasan.

selengkapnya
Ketua DPRD DKI: Anies Harus Jelaskan Penggunaan Anggaran Formula E
DPRD DKI Sepakati APBD Rp79,52 Triliun

Senin, 11 Oktober 2021, 21:09 WIB

DPRD DKI Sepakati APBD Rp79,52 Triliun