×
Minggu, 25 Oktober 2020
loading content

Ekonomi Kalbar Triwulan III Diprediksi Dekati 0 Persen

Senin, 31 Agustus 2020, 19:10 WIB
Penulis: Maryono
Editor: Jimmy Radjah

Ekonomi Kalbar Triwulan III Diprediksi Dekati 0 Persen

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi (shutterstock.com)

Infoanggaran.com, Jakarta - Guru Besar Ekonomi Universitas Tanjungpura Eddy Suratman meyakini pertumbuhan ekonomi pada Triwulan III alias periode Juli-September 2020 di Kalimantan Barat bakal membaik dibandingkan triwulan II (April-Juni).

“Saya menduga pertumbuhan ekonomi kita pada triwulan III bisa mendekati 0 persen. Kalau negatif, negatifnya kecil,” Ujar Eddy dalam Webinar “Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi di Kalimantan Barat”, Senin (31/8/2020).

Eddy sangat optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi Kalbar saat ini bakal jauh lebih baik dibandingkan periode April-Juni 2020 (triwulan II) yang terkontraksi hingga minus 3,4 persen. Bahkan dia yakin, angka pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV bisa berada di atas 0 persen.

Hal senada juga disampaikan Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalbar Edih Mulyadi. Dia menyadari perekonomian di Kalbar terpuruk selama triwulan II. Daya beli menurun, realisasi belanja rendah, hingga kegiatan ekspor juga terhambat.

“Tapi pertumbuhan ekonomi Kalbar relatif lebih baik dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Kalbar terkontraksinya minus 3,4 persen,” jelas Edih.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2020 minus 5,32 persen. Angka pertumbuhan ekonomi ini terburuk sejak krisis ekonomi 1998 yang mencapai minus 16,5 persen.

 

Sejumlah Faktor

Lebih jauh Eddy Suratman menjelaskan sejumlah faktor yang membuat dirinya optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi di Kalbar bakal mengalami perbaikan.

Pertama, belanja pemerintah. Eddy mensinyalir belanja pemerintah baik provinsi, kabupaten/kota, maupun belanja APBN di Kalbar bakal mengalami peningkatan yang cepat pada triwulan III dan IV setelah terkontraksi minus 1,6 persen di triwulan II.

‘Dan itu berarti, dari sisi pengeluaran pemerintah, ekonomi Kalimantan Barat akan terbantu untuk pulih,” jelas Eddy.

Lalu, realisasi belanja pemerintah yang meningkat tersebut secara otomatis bakal mendorong pihak swasta baik dalam negeri maupun asing untuk berinvestasi.

Eddy yakin iklim investasi akan semakin membaik setelah terkontraksi minus 3,61 persen pada triwulan II. “Apalagi, berita baiknya, Pelabuhan Kijing (pelabuhan terbesar di Kalimantan) sudah mulai operasional kembali.”

Selanjutnya, konsumsi rumah tangga. Kendati  sempat minus 2,4 persen di triwulan II, Eddy mengatakan konsumsi rumah tangga bakal mengalami perbaikan.

“Kafe-kafe hingga pedagang sektor informal sudah beraktifitas kembali. Beda betul dengan bulan Apri sampai Juni (triwulan II),” tukas Eddy.

Terlebih, lanjut Eddy, pemerintah juga telah menyalurkan sejumlah program seperti bantuan langsung tunai untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

Alasan lainnya adalah sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang masih mengalami pertumbuhan positif pada triwulan II, yaitu  sebesar 20,84 persen Begitu juga dengan sektor pertambangan yang pertumbuhannya mencapai 42,46 persen.

“Saya percaya di triwulan III  dan IV, dua sektor ini akan tumbuh lebih besar lagi. Itu akan membantu untuk mendorong kembali pertumbuhan ekspor lebih positif lagi,” tukas Eddy

Hal di atas, menurut Eddy, menjadi faktor penentu dalam memulihkan perekonomian di Kalbar pada periode Juli-September dan Oktober-Desember 2020.

 

Tekan Angka Kemiskinan

Jika pemulihan ekonomi sesuai prediknya, kata Eddy, angka kemiskinan di Kalbar juga bisa ditekan. Kalaupun meningkat, dia yakin tidak akan melampau angka 7,50 persen.

Berdasarkan paparan Eddy, angka kemiskinan di Kalbar per Maret 2018 sebesar 7,77 persen, lalu turun menjadi 7,48 persen pada Maret 2019. Jumlah tersebut turun kembali pada September 2019 menjadi 7,17 persen. Data terakhir per Maret 2020, angka kemiskinannya berada di kisaran 7,17 persen.

 “Artinya, angka kemiskinan Kalbar (pada September 2020 mendatang) tidak kembali ke posisi Maret 2018. Tapi mungkin akan kembali di posisi maret 2019 dengan angka 7,48 persen,” kata Eddy menjelaskan.

Selain itu, lanjut Eddy, angka pengangguran juga tak akan melebihi 5 persen jika pertumbuhan ekonomi pada triwulan III dan IV sesuai dengan prediksinya.

Tapi kalau masih terkontraksi lebih dalam, bukan tak mungkin lebih dari 5 persen. Berdasarkan data per Februari 2020, angka pengangguran di Kalbar sebesar 4,56 persen atau naik 0,42 dibandingkan Februari 2019 yang hanya 4,14 persen.  

“Mudah-mudahan angka pengangguran bisa kita tahan hanya di angka 5 persen bahkan berada di bawah 5 persen,” pungkas Eddy.

 

Tagar. #pertumbuhan ekonomi #pemulihan ekonomi nasional

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Kamis, 22 Oktober 2020, 17:13 WIB

CBA: Buka Hasil Rapat APBD-P di Puncak!

Tujuannya agar publik bisa melihat ada tidaknya program selundupan sebagaimana yang sering terjadi.

selengkapnya
CBA: Buka Hasil Rapat APBD-P di Puncak!
Rapat DPRD DKI di Puncak Riskan Penyelewengan

Kamis, 22 Oktober 2020, 13:24 WIB

Rapat DPRD DKI di Puncak Riskan Penyelewengan