×
×
Sabtu, 23 Oktober 2021
OBS 2019
loading content

DPR: Pemerintah Harus Prioritaskan Vaksin Merah Putih

Rabu, 25 Agustus 2021, 16:34 WIB
Penulis: Yenglis Dongche
Editor: Maryono

DPR: Pemerintah Harus Prioritaskan Vaksin Merah Putih

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Infoanggaran.com, Jakarta  Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto menegaskan, pemerintah harus mengutamakan vaksin Merah Putih daripada mendukung riset dan pendirian pabrik vaksin dari China di Indonesia.

Mulyanto menilai, kebijakan tersebut sangat merugikan dan menghambat perkembangan riset vaksin Merah Putih yang hampir selesai.

"Semestinya pemerintah memprioritaskan pembangunan pabrik vaksin Merah Putih. Apalagi para ahli kita mampu memproduksi vaksin tersebut. Ini kan kontra produktif," tegas Mulyanto, Rabu (25/8/2021).

Menurut laporan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kepada Komisi VII DPR RI, riset vaksin Merah Putih tengah dilakukan uji praklinis (clinical lots) dan akan dilanjutkan dengan uji klinis fase 1 sampai 3.

Diperkirakan Emergency Use Authority (EUA) untuk vaksin yang dipelopori Universitas Airlangga ini akan dikeluarkan BPOM pada Maret 2022. Selanjutnya, vaksin tersebut dapat diproduksi massal bekerja sama dengan PT. Biotis Pharmaceuticals.

Selain itu, saat ini BPOM tengah melakukan uji praklinis vaksin Merah Putih ini.

Hingga saat ini, ada 11 platform riset vaksin Merah Putih yang dijalankan oleh 6 lembaga riset pemerintah dan perguruan tinggi, yakni LBM Eijkman, LIPI, UI, ITB, Unair, dan UGM.

Namun di tengah upaya konsorsium riset Covid-19 untuk mempercepat produksi vaksin, ternyata pemerintah berniat membuka izin pembangunan pabrik vaksin dari China di Indonesia.

Mulyanto menduga bahwa pemerintah hanya fokus pada pertumbuhan investasi tanpa memperhatikan dampak jangka panjang bagi kemajuan riset dan industri dalam negeri.

"Terus terang saya kurang mengerti logika Pak Luhut ini. Kalau logika sederhana saya, kita harus genjot dan kawal riset dan produksi vaksin Merah Putih dengan berbagai kebijakan yang mungkin diterapkan pemerintah. Jangan belum apa-apa sudah mempromosikan pembangunan pabrik vaksin asing di Indonesia," jelas dia.

Sebelumnya, dalam Rakornas APINDO ke-31 pada Selasa (24/8/2021), Menko Marinves, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, saat ini terdapat satu perusahaan asal China yang direncanakan akan memproduksi vaksin di tanah air pada bulan bulan April tahun 2022. Vaksin yang diproduksi merupakan vaksin jenis mRNA. Vaksin mRNA, yakni satu jenis vaksin baru yang kandungannya berbeda dengan jenis vaksin lainnya.

Jika sebelumnya pemerintah mengimpor ratusan juta dosis vaksin dari China, kini pemerintah berencana memfasilitasi pendirian pabrik vaksin dari China di Indonesia.

"Sehingga terkesan kita ini asing minded dan senang-senang saja pasar domestik yang besar ini digerogoti oleh pabrik-pabrik asing," tandasnya.

Tagar. #DPR RI #vaksin merah putih #vaksin covid-19

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Jumat, 22 Oktober 2021, 14:42 WIB

ICJR: Reformasi Peradilan Pidana Stagnan, Respons Pemerintah Minim

Substansi RKUHP masih berpotensi menghadirkan overkriminalisasi dengan adanya sejumlah pasal karet.

selengkapnya
ICJR: Reformasi Peradilan Pidana Stagnan, Respons Pemerintah Minim
Proyek Kereta Cepat Tidak Boleh Pakai SiLPA APBN

Kamis, 21 Oktober 2021, 16:28 WIB

Proyek Kereta Cepat Tidak Boleh Pakai SiLPA APBN
Hadapi Ancaman Katastropik, APBN Bisa 'Lumpuh'

Selasa, 19 Oktober 2021, 19:56 WIB

Hadapi Ancaman Katastropik, APBN Bisa 'Lumpuh'
DBH-DAU Tak Lagi Wajib Dialokasikan untuk Covid-19

Selasa, 19 Oktober 2021, 11:24 WIB

DBH-DAU Tak Lagi Wajib Dialokasikan untuk Covid-19